Jokowi Minta Pemeriksaan Kasus Tudingan Ijazah Palsu Ditunda, 2 Opsi Diajukan ke Penyidik
Selasa, 22 Juli 2025 - 13:40 WIB
loading...
Mantan Presiden Jokowi saat pidato dalam Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Gedung Graha Saba Buana Solo, Sabtu (19/7/2025). Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengajukan penundaan pemeriksaan di Polda Metro Jaya dalam kapasitasnya sebagai pelapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu. Pengacara Jokowi, Rivai Kusumanegara membenarkan bahwa pemanggilan dari penyidik seharusnya dilakukan pada Kamis, 17 Juli 2025.
Namun, Jokowi tidak bisa memenuhi panggilan karena alasan kesehatan. “Benar, Minggu lalu kami sudah menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya. Tapi karena kondisi kesehatan Pak Jokowi yang tidak memungkinkan keluar kota (masa observasi dokter), maka kami memohonkan penundaan,” ujar Rivai saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).
Menurut Rivai, pihaknya telah mengajukan dua opsi kepada penyidik, menunggu izin dokter untuk hadir langsung, atau melakukan pemeriksaan di kediaman Jokowi sesuai ketentuan Pasal 113 KUHAP. “Sampai saat ini kami masih menunggu jawaban atas permohonan tersebut dan mudah-mudahan dalam Minggu ini sudah mendapat jawabannya," kata dia.
Baca juga: Jokowi Batal Diperiksa Polda Metro Pada 17 Juli 2025 dengan Alasan Kesehatan
"Karena urutannya adalah dalam penyidikan saksi korban dulu yang harus diperiksa jadi harus saudara Joko Widodo yang terlebih dahulu diperiksa," kata Khozinudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025).
Ia menyebutkan, pemanggilan terhadap Jokowi sudah dijadwalkan oleh Polda Metro Jaya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui kapan pemanggilan tersebut.
Di sisi lain, ia menyinggung ketidakhadiran Jokowi tapi hadir dalam kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Sebetulnya sudah ada panggilan kepada saudara Joko Widodo untuk hadir. Waktunya kapan saya tidak tahu. Tetapi, saudara Joko Widodo mengaku sakit dan meminta untuk di re-schedule,” ujar dia.
“Tapi anehnya untuk panggilan polisi dia mengaku sakit, tidak bisa hadir ke Polda Metro Jaya, tapi dia hadir dalam agenda politik di Kongres Partai Solidaritas Indonesia," jelas dia.
"Surat yang pertama berkaitan dengan kami ingin menyampaikan permintaan atau permohonan untuk dilakukan gelar perkara khusus pada proses laporan Saudara Jokowi," ungkap dia.
Selain itu pihaknya juga meminta agar ijazah milik Jokowi dapat disita sebagai bukti salam perkara ini. "Kedua sekaligus permintaan agar ijazah yang katanya asli milik saudara Jokowi disita. Karena dalam tahapan prosedur, untuk membuktikan pencemaran dan fitnah, ijazah itu harus dites laboratorium forensik lagi berdasarkan laporan yang dilaporkan saudara Jokowi," jelas dia.
Namun, Jokowi tidak bisa memenuhi panggilan karena alasan kesehatan. “Benar, Minggu lalu kami sudah menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya. Tapi karena kondisi kesehatan Pak Jokowi yang tidak memungkinkan keluar kota (masa observasi dokter), maka kami memohonkan penundaan,” ujar Rivai saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).
Menurut Rivai, pihaknya telah mengajukan dua opsi kepada penyidik, menunggu izin dokter untuk hadir langsung, atau melakukan pemeriksaan di kediaman Jokowi sesuai ketentuan Pasal 113 KUHAP. “Sampai saat ini kami masih menunggu jawaban atas permohonan tersebut dan mudah-mudahan dalam Minggu ini sudah mendapat jawabannya," kata dia.
Baca juga: Jokowi Batal Diperiksa Polda Metro Pada 17 Juli 2025 dengan Alasan Kesehatan
Roy Suryo Cs Sindir Jokowi Datang ke Agenda PSI
Kuasa Hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin menyayangkan penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya lebih dulu memeriksa kliennya sebagai terlapor. Menurutnya, secara SOP seharusnya pelapor yang lebih dahulu diperiksa dalam hal ini Jokowi."Karena urutannya adalah dalam penyidikan saksi korban dulu yang harus diperiksa jadi harus saudara Joko Widodo yang terlebih dahulu diperiksa," kata Khozinudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025).
Ia menyebutkan, pemanggilan terhadap Jokowi sudah dijadwalkan oleh Polda Metro Jaya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui kapan pemanggilan tersebut.
Di sisi lain, ia menyinggung ketidakhadiran Jokowi tapi hadir dalam kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Sebetulnya sudah ada panggilan kepada saudara Joko Widodo untuk hadir. Waktunya kapan saya tidak tahu. Tetapi, saudara Joko Widodo mengaku sakit dan meminta untuk di re-schedule,” ujar dia.
“Tapi anehnya untuk panggilan polisi dia mengaku sakit, tidak bisa hadir ke Polda Metro Jaya, tapi dia hadir dalam agenda politik di Kongres Partai Solidaritas Indonesia," jelas dia.
Minta Polda Metro Jaya Gelar Perkara Khusus
Di sisi lain, kedatangannya itu pun untuk menyerahkan surat ke Kabag Wassidik Polda Metro Jaya dan ke Dirreskrimum Polda Metro Jaya, yang salah satunya meminta agar dilakukan gelar perkara khusus dalam kasus ini."Surat yang pertama berkaitan dengan kami ingin menyampaikan permintaan atau permohonan untuk dilakukan gelar perkara khusus pada proses laporan Saudara Jokowi," ungkap dia.
Selain itu pihaknya juga meminta agar ijazah milik Jokowi dapat disita sebagai bukti salam perkara ini. "Kedua sekaligus permintaan agar ijazah yang katanya asli milik saudara Jokowi disita. Karena dalam tahapan prosedur, untuk membuktikan pencemaran dan fitnah, ijazah itu harus dites laboratorium forensik lagi berdasarkan laporan yang dilaporkan saudara Jokowi," jelas dia.
(rca)
Lihat Juga :