HUT ke-27, PKB Gelar Bimtek Digitaliasi Kinerja Partai untuk Pantau Seluruh Kader
Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:23 WIB
loading...
Ketua Organizing Commiter (OC) Harlah ke-27 PKB Iman Sukri mengatakan, era digitalisasi saat ini tidak hanya menghadirkan tantangan tetapi juga peluang besar bagi PKB untuk memperkuat manajamen kinerja kader. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Jelang perayaan hari lahir (Harlah) ke-27, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus berbenah. Salah satunya dengan mengkokohkan digitalisasi kinerja partai. Untuk mewujudkan hal itu, PKB mengumpulkan 3.200 kader dari seluruh Indonesia.
Ketua Organizing Commiter (OC) Harlah ke-27 PKB Iman Sukri mengatakan, era digitalisasi saat ini tidak hanya menghadirkan tantangan tetapi juga peluang besar bagi PKB untuk memperkuat manajamen kinerja kader.
“Nantinya ribuan kader baik di jajaran struktur pengurus, mereka yang bertugas di lembaga legislatif, maupun di lembaga eksekutif dari seluruh Indonesia akan mengikuti bimbingan teknis dalam rangka menguatkan kinerja partai berbasis digital ini,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).
Baca juga: Legislator PKB Nilai Putusan MK soal Pemilu Nasional dan Lokal Paradoks
Iman mengatakan, saat ini DPP PKB telah mengembangkan aplikasi Simpel untuk memantau kinerja kader baik di jajaran pengurus, maupun yang bertugas di ekskutif maupun legislatif. Melalui aplikasi ini, para kader diharuskan melaporkan aktivitas mereka secara berkala, termasuk rapat rutin, kegiatan legislatif, hingga pelaksanaan program-program pemerintah.
"Dengan adanya aplikasi ini, tidak ada lagi kader yang bisa berleha-leha menikmati jabatan mereka tanpa menunjukkan kinerja nyata. Setiap kader harus melaporkan aktivitasnya, baik di level pengurus, legislatif, maupun eksekutif. Semua kegiatan mereka harus terlihat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Baca juga: MK Pisahkan Pemilu Nasional dan Lokal, Ketua F-PKB MPR Neng Eem: Ingat, UUD 1945 Adalah Konstitusi Tertinggi
Dengan maraknya media sosial, kata Iman setiap individu saat ini dengan mudah bisa menyampaikan berbagai informasi maupun pendapat mereka ke publik. Menurut Iman PKB tidak ingin tiba-tiba kadernya viral hanya gegara tidak dianggap bekerja oleh publik.
“Maka sebelum hal itu terjadi maka kami mengantisipasi dengan mengembangkan aplikasi untuk memastikan mereka telah bekerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” katanya.
Pendekatan berbasis teknologi, lanjut Iman juga dilakukan untuk monitoring media. Menurut Iman hal ini penting untuk memastikan kinerja kader baik di level pengurus, lembaga eksuktif maupun legislatif didasarkan pada data yang valid.
“Digitalisasi adalah langkah penting bagi PKB untuk terus berkembang di tengah kemajuan teknologi. Kami percaya dengan aplikasi Simpel dan penguatan digitalisasi ini, PKB bisa lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” katanya.
Anggota DPR ini mengungkapkan bimtek digitaliasi kinerja partai hanyalah salah satu rangkaian dari Harlah ke-27 PKB. Menurut Iman rangkaian kegiatan Harlah ke-27 PKB sudah dimulai sejak Juni lalu dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Konferensi Internasional Pesantren, kompetisi Padel Kali Bos, PKB Ecogen, Stand Up Comedy, hingga PKB Running Fest.
“Selain itu, acara puncak Harlah pada 23 Juli 2025 yang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” pungkasnya.
Ketua Organizing Commiter (OC) Harlah ke-27 PKB Iman Sukri mengatakan, era digitalisasi saat ini tidak hanya menghadirkan tantangan tetapi juga peluang besar bagi PKB untuk memperkuat manajamen kinerja kader.
“Nantinya ribuan kader baik di jajaran struktur pengurus, mereka yang bertugas di lembaga legislatif, maupun di lembaga eksekutif dari seluruh Indonesia akan mengikuti bimbingan teknis dalam rangka menguatkan kinerja partai berbasis digital ini,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).
Baca juga: Legislator PKB Nilai Putusan MK soal Pemilu Nasional dan Lokal Paradoks
Iman mengatakan, saat ini DPP PKB telah mengembangkan aplikasi Simpel untuk memantau kinerja kader baik di jajaran pengurus, maupun yang bertugas di ekskutif maupun legislatif. Melalui aplikasi ini, para kader diharuskan melaporkan aktivitas mereka secara berkala, termasuk rapat rutin, kegiatan legislatif, hingga pelaksanaan program-program pemerintah.
"Dengan adanya aplikasi ini, tidak ada lagi kader yang bisa berleha-leha menikmati jabatan mereka tanpa menunjukkan kinerja nyata. Setiap kader harus melaporkan aktivitasnya, baik di level pengurus, legislatif, maupun eksekutif. Semua kegiatan mereka harus terlihat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Baca juga: MK Pisahkan Pemilu Nasional dan Lokal, Ketua F-PKB MPR Neng Eem: Ingat, UUD 1945 Adalah Konstitusi Tertinggi
Dengan maraknya media sosial, kata Iman setiap individu saat ini dengan mudah bisa menyampaikan berbagai informasi maupun pendapat mereka ke publik. Menurut Iman PKB tidak ingin tiba-tiba kadernya viral hanya gegara tidak dianggap bekerja oleh publik.
“Maka sebelum hal itu terjadi maka kami mengantisipasi dengan mengembangkan aplikasi untuk memastikan mereka telah bekerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” katanya.
Pendekatan berbasis teknologi, lanjut Iman juga dilakukan untuk monitoring media. Menurut Iman hal ini penting untuk memastikan kinerja kader baik di level pengurus, lembaga eksuktif maupun legislatif didasarkan pada data yang valid.
“Digitalisasi adalah langkah penting bagi PKB untuk terus berkembang di tengah kemajuan teknologi. Kami percaya dengan aplikasi Simpel dan penguatan digitalisasi ini, PKB bisa lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” katanya.
Anggota DPR ini mengungkapkan bimtek digitaliasi kinerja partai hanyalah salah satu rangkaian dari Harlah ke-27 PKB. Menurut Iman rangkaian kegiatan Harlah ke-27 PKB sudah dimulai sejak Juni lalu dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Konferensi Internasional Pesantren, kompetisi Padel Kali Bos, PKB Ecogen, Stand Up Comedy, hingga PKB Running Fest.
“Selain itu, acara puncak Harlah pada 23 Juli 2025 yang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :