Badiklat Kemhan Gagas Sistem Peningkatan Kualitas SDM Pertahanan yang Adaptif dan Inovatif
Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Riska, keunggulan utama Gesper adalah integrasi teknologi pembelajaran berbasis digital, serta pendekatan berbasis kompetensi yang dikembangkan secara kolaboratif dengan para pemangku kepentingan strategis.
“Selain mendukung profesionalisme ASN pertahanan, inisiatif ini juga diharapkan dapat menciptakan budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning) di Kemhan. Program ini dijadwalkan mulai diterapkan pada awal 2026, tapi sistemnya sudah bisa digunakan,” katanya.
Baca juga: Hebat! Indonesia Buat Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih yang Dilengkapi Senjata Modern
Riska menyebut, program ini mengacu pada UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 bahwa sistem pembelajaran itu harus terintegrasi sistemnya. Dengan demikian, program tersebut nantinya tidak hanya diterapkan di Kemhan tapi juga Mabes TNI, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
”Kami ingin menyosialisasikan ke teman-teman Angkatan dan Mabes TNI bahwa ke depan ini yang akan dilakukan Kemhan untuk mengembangkan kompetensi pertahanan,” ujarnya.
“Selain mendukung profesionalisme ASN pertahanan, inisiatif ini juga diharapkan dapat menciptakan budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning) di Kemhan. Program ini dijadwalkan mulai diterapkan pada awal 2026, tapi sistemnya sudah bisa digunakan,” katanya.
Baca juga: Hebat! Indonesia Buat Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih yang Dilengkapi Senjata Modern
Riska menyebut, program ini mengacu pada UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 bahwa sistem pembelajaran itu harus terintegrasi sistemnya. Dengan demikian, program tersebut nantinya tidak hanya diterapkan di Kemhan tapi juga Mabes TNI, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
”Kami ingin menyosialisasikan ke teman-teman Angkatan dan Mabes TNI bahwa ke depan ini yang akan dilakukan Kemhan untuk mengembangkan kompetensi pertahanan,” ujarnya.
Lihat Juga :