Prabowo Rampungkan Lawatan 15 Hari ke Sejumlah Negara, Apa Saja Hasilnya?
Rabu, 16 Juli 2025 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
"Brasil dan Indonesia sama-sama negara sangat besar, memiliki hutan tropis yang sangat besar, bisa dikatakan paru-paru dunia, kita juga memiliki sumber-sumber alam yang sangat besar. Aneh kita berbicara, Presiden Lula dan saya mengatakan aneh hubungan dagang kita masih relatif kecil, jadi ini kita ingin tingkatkan,” kata Prabowo.
Lawatan Prabowo juga menyentuh Eropa. Di Inggris, dia melakukan lobi informal dengan sejumlah pejabat membahas isu-isu global seperti konflik di Gaza dan Ukraina. "Yang di Inggris saya ketemu beberapa pejabat secara informal, tapi kita lobby, kita bahas soal Gaza, soal Ukraine, dan sebagainya," kata Prabowo.
Di Brussels, Belgia, Prabowo juga menghadiri pertemuan penting dengan Uni Eropa yang akhirnya menghasilkan terobosan besar. "Kemudian saya hadir di Brussels, di Uni Eropa itu ada terobosan luar biasa, setelah 10 tahun perundingan alot, akhirnya kita mencapai kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa akan masuk ke dalam apa yang disebut CEPA, Comprehensive Economic Partnership Agreement, yang itu sama dengan Free Trade Agreement."
Dengan kesepakatan CEPA, tarif perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa akan diturunkan hingga nol persen, membuka peluang besar bagi ekspor dan transfer teknologi. “Jadi barang-barang kita bisa masuk Uni Eropa 0% tarif mereka juga, jadi kita sangat ada hubungan simbiosis. Mereka punya teknologi yang bagus, punya sains, punya dana keuangan, kita punya mineral, kita punya komoditas, kita punya pasar, jadi ini simbiosis."
"Habis itu saya ke Prancis, kita diberi kehormatan bisa memimpin defile, Hari Nasional Perancis ini sesuatu yang baru pertama kali dalam sejarah, suatu negara dari Asia memimpin defile. Perancis kehormatan besar, mereka memandang kita negara yang sangat penting, saya lakukan juga pembicaraan lama dengan Presiden Macron, membahas banyak masalah, cukup sangat produktif,” ungkapnya.
Lawatan Prabowo juga menyentuh Eropa. Di Inggris, dia melakukan lobi informal dengan sejumlah pejabat membahas isu-isu global seperti konflik di Gaza dan Ukraina. "Yang di Inggris saya ketemu beberapa pejabat secara informal, tapi kita lobby, kita bahas soal Gaza, soal Ukraine, dan sebagainya," kata Prabowo.
Di Brussels, Belgia, Prabowo juga menghadiri pertemuan penting dengan Uni Eropa yang akhirnya menghasilkan terobosan besar. "Kemudian saya hadir di Brussels, di Uni Eropa itu ada terobosan luar biasa, setelah 10 tahun perundingan alot, akhirnya kita mencapai kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa akan masuk ke dalam apa yang disebut CEPA, Comprehensive Economic Partnership Agreement, yang itu sama dengan Free Trade Agreement."
Dengan kesepakatan CEPA, tarif perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa akan diturunkan hingga nol persen, membuka peluang besar bagi ekspor dan transfer teknologi. “Jadi barang-barang kita bisa masuk Uni Eropa 0% tarif mereka juga, jadi kita sangat ada hubungan simbiosis. Mereka punya teknologi yang bagus, punya sains, punya dana keuangan, kita punya mineral, kita punya komoditas, kita punya pasar, jadi ini simbiosis."
Tamu Kehormatan di Prancis
Di Paris, Prabowo menjadi kepala negara Asia pertama yang memimpin defile militer dalam perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron , keduanya membahas berbagai isu strategis dan memperkuat hubungan bilateral."Habis itu saya ke Prancis, kita diberi kehormatan bisa memimpin defile, Hari Nasional Perancis ini sesuatu yang baru pertama kali dalam sejarah, suatu negara dari Asia memimpin defile. Perancis kehormatan besar, mereka memandang kita negara yang sangat penting, saya lakukan juga pembicaraan lama dengan Presiden Macron, membahas banyak masalah, cukup sangat produktif,” ungkapnya.
Lihat Juga :