Puan Maharani Resmikan Patung Bung Karno di Sekolah Tinggi Intelijen Negara
Rabu, 09 September 2020 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, Puan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel BIN yang telah berjasa kepada Indonesia. Termasuk pemberian brevet dan penganugerahan Warga Kehormatan STIN. "Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap personel BIN atas jasa-jasanya kepada Indonesia. Jasa-jasa yang mungkin tidak diketahui banyak orang, tapi berbahagialah karena jasa-saja saudara selama ini turut menjaga keutuhan NKRI, melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengatakan, penandatanganan prasasti pembaruan ini mengingatkan dirinya ketika berinisiatif mendirikan Sekolah Tinggi Intelijen Negara yang diresmikan 9 Juli 2003 silam. ”Atas nama keluarga besar Bung Karno saya mengucapkan terima kasih telah didirikannya patung Bung Karno di Sekolah Tinggi Intelijen Negara,” ujarnya.
Ketua Umum PDIP ini menilai, pentingnya Pancasila dan Badan Intelijen Negara berlambang mata dan telinga ini. ”Sudah pasti di dalam kerjanya harus dapat mengimplementasikan Pancasila melalui ilmu geopolitik. Dengan ilmu geopolitik ini Bung Karno menggembleng calon pemimpin bangsa dari seluruh penjuru Nusantara agar bersintesa dan meluruhkan diri ke dalam satu jiwa kebangsaan dan menjadikan Indonesia sebagai taman sarinya dunia,” katanya.
Dengan pandangan tersebut, kata Megawati, maka STIN hadir dalam peran strategisnya sebagai salah satu penompang sumber daya intelijen yang semakin profesional, andal dan mampu menjadi mata serta telinga Negara. ”Kemajuan STIN terlihat dari kemampuan taruna dan taruninya, Gita Sandi Astara, Gita Mahaswara Orchestra dan Gita Swarananta Choir,” ucapnya.
Megawati yakin, setelah lulus para taruna dan taruni STIN dapat melaksanakan tugas bahkan siap mengobarkan jiwa dan raga demi keutuhan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Dengan tugas intelijen yang strategis dan penuh tantangan saya ingin menyampaikan pesan Bung Karno akan pentingnya inovasi, imajinasi dan internasionalisasi," kata Megawati.
Sementara itu, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengatakan, penandatanganan prasasti pembaruan ini mengingatkan dirinya ketika berinisiatif mendirikan Sekolah Tinggi Intelijen Negara yang diresmikan 9 Juli 2003 silam. ”Atas nama keluarga besar Bung Karno saya mengucapkan terima kasih telah didirikannya patung Bung Karno di Sekolah Tinggi Intelijen Negara,” ujarnya.
Ketua Umum PDIP ini menilai, pentingnya Pancasila dan Badan Intelijen Negara berlambang mata dan telinga ini. ”Sudah pasti di dalam kerjanya harus dapat mengimplementasikan Pancasila melalui ilmu geopolitik. Dengan ilmu geopolitik ini Bung Karno menggembleng calon pemimpin bangsa dari seluruh penjuru Nusantara agar bersintesa dan meluruhkan diri ke dalam satu jiwa kebangsaan dan menjadikan Indonesia sebagai taman sarinya dunia,” katanya.
Dengan pandangan tersebut, kata Megawati, maka STIN hadir dalam peran strategisnya sebagai salah satu penompang sumber daya intelijen yang semakin profesional, andal dan mampu menjadi mata serta telinga Negara. ”Kemajuan STIN terlihat dari kemampuan taruna dan taruninya, Gita Sandi Astara, Gita Mahaswara Orchestra dan Gita Swarananta Choir,” ucapnya.
Megawati yakin, setelah lulus para taruna dan taruni STIN dapat melaksanakan tugas bahkan siap mengobarkan jiwa dan raga demi keutuhan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Dengan tugas intelijen yang strategis dan penuh tantangan saya ingin menyampaikan pesan Bung Karno akan pentingnya inovasi, imajinasi dan internasionalisasi," kata Megawati.
(cip)
Lihat Juga :