Syahganda Ingatkan Situasi Panggung Politik Global Tak Bisa Dianggap Main-main
Jum'at, 11 Juli 2025 - 14:13 WIB
loading...
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan menghadiri diskusi bertema Dampak Konflik Israel-Iran terhadap Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Strategi Menghadapi Dinamika Global di Senayan, Kamis (10/7/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan mengingatkan situasi di panggung politik global tidak bisa dianggap main-main. Tanpa militansi dukungan rakyat semesta, kekuatan Indonesia terlalu kecil saat ini.
"Apalagi di era Jokowi lalu mentalitas rakyat rusak karena daya beli lemah dan praktik korupsi meluas," kata Syahganda dalam diskusi bertema 'Dampak Konflik Israel-Iran terhadap Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Strategi dalam Menghadapi Dinamika Global' di Parle, Senayan Park, Kamis (10/7/2025).
Dia juga mengajak peserta diskusi untuk memikirkan sekali lagi keputusan Amerika Serikat melibatkan diri di tengah perang Iran-Israel dengan menjatuhkan bom di tiga situs nuklir Iran.
Baca juga: 2025, Lemhannas Prediksi Persaingan Ekonomi dan Politik Warnai Dinamika Geopolitik Global
“Kalau orang sudah berani ngebom negara lain, memang dia akan berhenti? Ya enggak dong. Dia bukan berhenti, tapi mengintai. Dia tidak takut pada Rusia dan China, tidak,” ujar Syahganda dalam diskusi yang digelar Grup Diskusi Patiunus 75 yang dipimpin Bambang Soesatyo.
Intinya, Syahganda menggarisbawahi dirinya belum melihat perhitungan-perhitungan rinci dari kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka yang dirumuskan oleh menteri-menteri bekas pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
"Apalagi di era Jokowi lalu mentalitas rakyat rusak karena daya beli lemah dan praktik korupsi meluas," kata Syahganda dalam diskusi bertema 'Dampak Konflik Israel-Iran terhadap Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Strategi dalam Menghadapi Dinamika Global' di Parle, Senayan Park, Kamis (10/7/2025).
Dia juga mengajak peserta diskusi untuk memikirkan sekali lagi keputusan Amerika Serikat melibatkan diri di tengah perang Iran-Israel dengan menjatuhkan bom di tiga situs nuklir Iran.
Baca juga: 2025, Lemhannas Prediksi Persaingan Ekonomi dan Politik Warnai Dinamika Geopolitik Global
“Kalau orang sudah berani ngebom negara lain, memang dia akan berhenti? Ya enggak dong. Dia bukan berhenti, tapi mengintai. Dia tidak takut pada Rusia dan China, tidak,” ujar Syahganda dalam diskusi yang digelar Grup Diskusi Patiunus 75 yang dipimpin Bambang Soesatyo.
Intinya, Syahganda menggarisbawahi dirinya belum melihat perhitungan-perhitungan rinci dari kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka yang dirumuskan oleh menteri-menteri bekas pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Lihat Juga :