Relawan Tuding Keluarga Jokowi Dihancurkan lewat Pemakzulan Gibran dan Ijazah

Jum'at, 11 Juli 2025 - 14:05 WIB
loading...
Relawan Tuding Keluarga...
Relawan Jokowi yang juga Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Noerman Hadinegoro menjadi narasumber pada Podcast To The Point Aja SindoNews yang dikutip, Jumat (11/7/2025). Foto: SindoNews
A A A
JAKARTA - Relawan Joko Widodo (Jokowi) menuding keluarga mantan Presiden Jokowi dihancurkan lewat dugaan ijazah palsu dan wacana pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang notabene putra sulung Jokowi. Banyak pihak tak ingin kiprah keluarga Jokowi berlanjut di dunia perpolitikan, apalagi pada Pemilihan 2029 mendatang.

“Isu ijazah dan pemakzulan terus didengungkan untuk menghancurkan keluarga Jokowi. Bahkan, sudah ditegaskan kepolisian bahwa ijazah asli tetap saja tidak percaya. Lagipula mana mungkin sekelas Presiden pakai ijazah palsu,” ujar Relawan Jokowi yang juga Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Noerman Hadinegoro saat menjadi narasumber pada Podcast To The Point Aja SindoNews yang dikutip, Jumat (11/7/2025).

Baca juga: Pengacara Jokowi Tegaskan Narasi Ijazah Palsu Menyesatkan

Menurut Noerman, sebenarnya kasus ijazah Jokowi sudah clear ketika pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan Jokowi lulusan UGM dan ijazahnya asli. Ditambah lagi, Bareskrim Polri juga menyatakan ijazah Jokowi identik setelah melakukan pengujian dan pemeriksaan sejumlah saksi. “Jadi buat apa gelar perkara khusus?” katanya.

Persoalan lain yang menimpa keluarga Jokowi yakni isu pemakzulan Gibran dari Wapres. Noerman menilai surat pemakzulan para purnawirawan TNI ke DPR dan isu yang terus dimainkan hanyalah gertak sambal.

“Cuma gertak sambal. Kekuatan mereka berapa sih. Prabowo-Gibran ini kan didukung 58 persen ngelawan 300 purnawirawan. Mereka juga pensiunan, nggak bisa merintah prajurit,” ucapnya.

Sebagai relawan, Noerman masih mengamati pergerakan dua isu tersebut. “Kita nonton saja. Kalau membahayakan negara baru relawan turun bergerak,” ujarnya.

Bahkan, dia melihat ada gelagat sponsor di balik isu pemakzulan dan dugaan ijazah palsu Jokowi. “Misalnya permainan koruptor atau kepentingan luar negeri,” katanya.


Sebelumnya terkait wacana pemakzulan Gibran, Jokowi mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi. "Negara ini kan negara besar yang memiliki sistem ketatanegaraan. Diikuti saja, proses sesuai sistem ketatanegaraan kita," ujar Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2025).

Jokowi menegaskan, dalam Pilpres 2024 para kandidat yang berlaga merupakan pasangan satu paket dan tidak maju sendiri-sendiri. Dia mencontohkan syarat pemakzulan antara lain Presiden atau Wakil Presiden melakukan korupsi atau melakukan perbuatan tercela atau pelanggaran berat.

Terkait ijazah Jokowi, melalui kuasa hukumnya Yakup Hasibuan mengatakan, dengan dilaksanakannya gelar perkara khusus diharapkan tidak ada lagi perdebatan terhadap keaslian ijazah UGM milik Jokowi.

"Ini kan gelar perkara khusus atas permintaan mereka sehingga setelah gelar perkara khusus ini harapan kami sudah makin jelas, clear, dan mereka tidak lagi mempertanyakan," ujar Yakup.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejari Jaksel Ungkap...
Kejari Jaksel Ungkap Alasan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Rekomendasi
Ketum PASI Luhut Panjaitan...
Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Berita Terkini
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Kejari Jaksel Ungkap...
Kejari Jaksel Ungkap Alasan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved