Riza Chalid Tiga Kali Mangkir Panggilan Kejagung sebelum Ditetapkan Jadi Tersangka
Jum'at, 11 Juli 2025 - 06:26 WIB
loading...
Kejagung telah melakukan tiga kali pemanggilan terhadap Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhammad Riza Chalid. Namun yang bersangkutan selalu mangkir. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah melakukan beberapa kali pemanggilan terhadap Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhammad Riza Chalid (MRC). Namun, yang bersangkutan selalu mangkir dari panggilan.
"Khusus MRC, selama 3 kali berturut-turut dipanggil dengan patut, tidak hadir," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Abdul Qohar saat konferensi pers di kantornya, Kamis (10/7/2025).
Baca juga: Kejagung: Kerugian Negara Kasus Minyak Mentah Pertamina Capai Rp285 Triliun
Kejagung pun menerima informasi Riza Chalid tidak menetap di Indonesia. Melainkan di Singapura.
"Berdasarkan informasi, yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri," ujarnya.
Kejagung pun terus memburu Riza Chalid. Bahkan, Kejagung telah menjalin komunikasi dengan Jaksa RI di Singapura terkair pencarian Riza Chalid.
"Untuk itu kami sudah kerja sama dengan perwakilan kejaksaan Indonesia di luar negeri, khususnya di Singapura. Kami sudah ambil langkah-langkah, karena informasinya ada di sana," ucapnya.
Baca juga: Ini Peran Riza Chalid Dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
Diketahui, Kejagung menetapkan Riza Chalid bersama delapan orang lainnya sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina subholding dan KKKS tahun 2018-2023. Selain Riza Chalid, Kejagung telah melakukan penahanan terhadap para tersangka.
1. AN (Alfian Nasution) selaku Vice President Supply dan Distribusi Kantor Pusat PT Pertamina tahun 2011 – 2015
2. HB (Hanung Budya) selaku Direktur Pemasaran & Niaga PT Pertamina Tahun 2014,
3. TN (Toto Nugroho) selaku SVP Integreted Suplly Chain Juni 2017 s.d. November 2018,
4. DS (Dwi Sudarsono) selaku selaku VP Crude & Product Trading ISC - Kantor Pusat PT Pertamina Persero Sejak 1 Juni 2019-September 2020
5. AS (Arif Sukmara) selaku Direktur Gas, Pertochemical & New Business, PT. Pertamina International Shipping
6. HW (Hasto Wibowo) selaku Mantan SVP Integreted Supply Chain 2018 s.d. 2020
7. MH (Martin Haendra Nata) selaku Business Development Manager PT Trafigura Pte. Ltd periode November 2019-Oktober 2021
8. IP (Indra Putra) selaku Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi,
9. MRC (Muhammad Riza Chalid) selaku Beneficial Owner (BO) PT Tangki Merak dan PT Orbit Terminal Merak,
"Khusus MRC, selama 3 kali berturut-turut dipanggil dengan patut, tidak hadir," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Abdul Qohar saat konferensi pers di kantornya, Kamis (10/7/2025).
Baca juga: Kejagung: Kerugian Negara Kasus Minyak Mentah Pertamina Capai Rp285 Triliun
Kejagung pun menerima informasi Riza Chalid tidak menetap di Indonesia. Melainkan di Singapura.
"Berdasarkan informasi, yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri," ujarnya.
Kejagung pun terus memburu Riza Chalid. Bahkan, Kejagung telah menjalin komunikasi dengan Jaksa RI di Singapura terkair pencarian Riza Chalid.
"Untuk itu kami sudah kerja sama dengan perwakilan kejaksaan Indonesia di luar negeri, khususnya di Singapura. Kami sudah ambil langkah-langkah, karena informasinya ada di sana," ucapnya.
Baca juga: Ini Peran Riza Chalid Dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
Diketahui, Kejagung menetapkan Riza Chalid bersama delapan orang lainnya sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina subholding dan KKKS tahun 2018-2023. Selain Riza Chalid, Kejagung telah melakukan penahanan terhadap para tersangka.
Berikut Daftar Sembilan Tersangka Baru Dalam Kasus Ini
1. AN (Alfian Nasution) selaku Vice President Supply dan Distribusi Kantor Pusat PT Pertamina tahun 2011 – 2015
2. HB (Hanung Budya) selaku Direktur Pemasaran & Niaga PT Pertamina Tahun 2014,
3. TN (Toto Nugroho) selaku SVP Integreted Suplly Chain Juni 2017 s.d. November 2018,
4. DS (Dwi Sudarsono) selaku selaku VP Crude & Product Trading ISC - Kantor Pusat PT Pertamina Persero Sejak 1 Juni 2019-September 2020
5. AS (Arif Sukmara) selaku Direktur Gas, Pertochemical & New Business, PT. Pertamina International Shipping
6. HW (Hasto Wibowo) selaku Mantan SVP Integreted Supply Chain 2018 s.d. 2020
7. MH (Martin Haendra Nata) selaku Business Development Manager PT Trafigura Pte. Ltd periode November 2019-Oktober 2021
8. IP (Indra Putra) selaku Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi,
9. MRC (Muhammad Riza Chalid) selaku Beneficial Owner (BO) PT Tangki Merak dan PT Orbit Terminal Merak,
(shf)
Lihat Juga :