BNN dan Kemendes PDT Jadikan Desa Sancang Lokus Penguatan P4GN
Kamis, 10 Juli 2025 - 19:51 WIB
loading...
Kepala BNN Marthinus Hukom. FOTO/IST
A
A
A
GARUT - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di seluruh penjuru Tanah Air. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), serta penguatan intervensi di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/7/2025) ini disaksikan langsung oleh Kepala BNN Marthinus Hukom dan Menteri Desa PDT Yandri Susanto. Penandatanganan PKB dilakukan antara Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT dengan Deputi Bidang Pencegahan BNN sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program P4GN secara menyeluruh.
Marthinus Hukom menyatakan, langkah ini menegaskan pergeseran pendekatan BNN yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi komunitas sebagai ujung tombak pencegahan.
"Perkembangan industri pariwisata yang signifikan di kawasan ini juga dapat berdampak pada pola pikir masyarakatnya. Untuk itu, pemerintah setempat harus mampu menyikapinya dengan baik," kata Marthinus dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).
Desa Sancang dipilih sebagai lokus utama intervensi karena posisinya yang strategis di pesisir selatan Garut dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tasikmalaya. Desa ini memiliki luas wilayah 5.234,49 hektare, garis pantai sepanjang 12,76 kilometer, dan jumlah penduduk mencapai 7.170 jiwa. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik rawan penyelundupan narkotika melalui jalur laut, dengan keberadaan pelabuhan tikus di Cipangkis, Cibako, dan Cipanglembuan.
Sebagai respons, BNN bersama pemerintah daerah membentuk Tim Terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan perangkat desa. Masyarakat pun dilibatkan secara aktif melalui pembentukan relawan, agen pemulihan, dan kelompok kerja yang tersebar hingga ke lingkungan pendidikan.
Program P4GN di Desa Sancang mengusung pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal. Intervensi yang telah dilakukan meliputi sosialisasi, deteksi dini, dan pemulihan berbasis komunitas, serta penguatan ketahanan keluarga. Edukasi juga disampaikan melalui kegiatan keagamaan dan budaya seperti khutbah Jumat dan tradisi Hajat Laut.
Selain itu, pemetaan wilayah rawan dan deteksi dini secara berkala menjadi bagian dari strategi untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas intervensi.
Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Pol M. Fadil Imron, turut hadir dalam kegiatan ini. Mereka menyatakan dukungannya dan berharap model Desa Sancang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari gerakan nasional Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
BNN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, meningkatkan kewaspadaan, dan menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/7/2025) ini disaksikan langsung oleh Kepala BNN Marthinus Hukom dan Menteri Desa PDT Yandri Susanto. Penandatanganan PKB dilakukan antara Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT dengan Deputi Bidang Pencegahan BNN sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program P4GN secara menyeluruh.
Marthinus Hukom menyatakan, langkah ini menegaskan pergeseran pendekatan BNN yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi komunitas sebagai ujung tombak pencegahan.
"Perkembangan industri pariwisata yang signifikan di kawasan ini juga dapat berdampak pada pola pikir masyarakatnya. Untuk itu, pemerintah setempat harus mampu menyikapinya dengan baik," kata Marthinus dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).
Desa Sancang dipilih sebagai lokus utama intervensi karena posisinya yang strategis di pesisir selatan Garut dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tasikmalaya. Desa ini memiliki luas wilayah 5.234,49 hektare, garis pantai sepanjang 12,76 kilometer, dan jumlah penduduk mencapai 7.170 jiwa. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik rawan penyelundupan narkotika melalui jalur laut, dengan keberadaan pelabuhan tikus di Cipangkis, Cibako, dan Cipanglembuan.
Sebagai respons, BNN bersama pemerintah daerah membentuk Tim Terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan perangkat desa. Masyarakat pun dilibatkan secara aktif melalui pembentukan relawan, agen pemulihan, dan kelompok kerja yang tersebar hingga ke lingkungan pendidikan.
Program P4GN di Desa Sancang mengusung pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal. Intervensi yang telah dilakukan meliputi sosialisasi, deteksi dini, dan pemulihan berbasis komunitas, serta penguatan ketahanan keluarga. Edukasi juga disampaikan melalui kegiatan keagamaan dan budaya seperti khutbah Jumat dan tradisi Hajat Laut.
Selain itu, pemetaan wilayah rawan dan deteksi dini secara berkala menjadi bagian dari strategi untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas intervensi.
Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Pol M. Fadil Imron, turut hadir dalam kegiatan ini. Mereka menyatakan dukungannya dan berharap model Desa Sancang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari gerakan nasional Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
BNN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, meningkatkan kewaspadaan, dan menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
(abd)
Lihat Juga :