Bane Manalu Minta Pengelolaan Geopark Dipindah dari Kementerian ESDM ke Kemenpar
Kamis, 10 Juli 2025 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Pada 30 Juni 2025, kata Menpar Widi, telah dilakukan uji coba jalur yang akan dilalui para asesor dari UNESCO, yang didampingi badan pengelola, Dinas Pariwisata, dan tim asesor tahun 2023 untuk memastikan upaya yang dilakukan sudah tepat sesuai rekomendasi UNESCO.
“Semua rekomendasi sudah ditindaklanjuti oleh pemprov, pengelola, dan kementerian/lembaga yang melekat. Kami juga berharap hasil asesmen akan merepresentasikan upaya Indonesia dengan positif. Kami yakin green card akan kami capai,” ungkap Menpar Widi.
Menanggapi itu, Bane mengusulkan agar Kementerian Pariwisata menjadi leading sektor pengelolaan geopark di Indonesia, yang saat ini berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Terlebih, jika Kemenpar berhasil menjadi motor yang mengembalikan status Geopark Kaldera Toba dari “yellow card” menjadi “green card”.
Bane menyampaikan pertimbangan lainnya adalah Kementerian Pariwisata lebih tepat menjadi leading sector pengelolaan kawasan geopark karena kesesuaian tugas dan fungsi. Namun, pengelolaan geopark harus mengutamakan untuk edu-wisata dan riset.
Bane mengingatkan, jangan sampai ada geopark lain di Indonesia yang mendapat yellow card dari UNESCO, ermasuk Geopark Belitung yang terdengar akan mendapat penilaian dari UNESCO dalam waktu dekat. “Saya merasa perlu menyatakan, dan berharap Kementerian Pariwisata menjadi leading sector pengelolaan kawasan geopark,” ujar Bane.
“Semua rekomendasi sudah ditindaklanjuti oleh pemprov, pengelola, dan kementerian/lembaga yang melekat. Kami juga berharap hasil asesmen akan merepresentasikan upaya Indonesia dengan positif. Kami yakin green card akan kami capai,” ungkap Menpar Widi.
Menanggapi itu, Bane mengusulkan agar Kementerian Pariwisata menjadi leading sektor pengelolaan geopark di Indonesia, yang saat ini berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Terlebih, jika Kemenpar berhasil menjadi motor yang mengembalikan status Geopark Kaldera Toba dari “yellow card” menjadi “green card”.
Bane menyampaikan pertimbangan lainnya adalah Kementerian Pariwisata lebih tepat menjadi leading sector pengelolaan kawasan geopark karena kesesuaian tugas dan fungsi. Namun, pengelolaan geopark harus mengutamakan untuk edu-wisata dan riset.
Bane mengingatkan, jangan sampai ada geopark lain di Indonesia yang mendapat yellow card dari UNESCO, ermasuk Geopark Belitung yang terdengar akan mendapat penilaian dari UNESCO dalam waktu dekat. “Saya merasa perlu menyatakan, dan berharap Kementerian Pariwisata menjadi leading sector pengelolaan kawasan geopark,” ujar Bane.
Lihat Juga :