Rismon Sianipar Tantang Polisi Periksa Paiman Raharjo: Kalau Enggak Palsu, Pasti Dibawa Tadi
Rabu, 09 Juli 2025 - 18:45 WIB
loading...
Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menantang polisi memeriksa Mantan Wamendes PDTT Paiman Raharjo terkait kasus dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/SindoNews TV
A
A
A
JAKARTA - Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menantang polisi memeriksa Mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) periode 2023-2024 Paiman Raharjo terkait kasus dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Rismon yakin bahwa lompatan kuantum karier Paiman berkat Jokowi.
“Kalau berani periksa Paiman Raharjo, bagaimana kiosnya itu yang menjadi calo dokumen palsu di Pasar Pramuka Pojok, kaitannya atau korelasinya dengan lompatan kuantum kariernya menjadi komisaris dan wakil menteri desa kalau tidak ada hubungan jasanya dengan Joko Widodo,” kata Rismon usai gelar perkara khusus di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025).
Rismon memastikan ijazah Jokowi palsu. Sebab, menurut dia, jika ijazah Jokowi asli tentu sudah ditampilkan dalam gelar perkara khusus tadi.
Baca juga: Jokowi Tak Hadiri Gelar Perkara Khusus Bareskrim, Rizal Fadillah TPUA: Dia Takut, Something Wrong
“Panggil semua dong, periksa semua, karena ini sudah pasti palsu. Kalau enggak palsu, pasti dibawa tadi, ditampilkan digital aja enggak berani,” ujar Rismon.
Diberitakan sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) periode 2023-2024 Paiman Raharjo menyangkal terlibat dalam pembuatan ijazah Jokowi yang saat ini menjadi sorotan. Bahkan, Paiman berani bersumpah tidak pernah membuat ijazah ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut.
“Jadi gini, saya Demi Allah sumpah mati, enggak pernah bikin ijazah Jokowi, karena apa? Saya hidup selalu jujur, saya itu orang kecil, dari SMP kemudian berjuang, kalau saya enggak hidup bener, enggak mungkin saya dapat keberkahan sampai sekarang,” kata Paiman melalui sambungan telepon dalam acara Rakyat Bersuara bertajuk 'Ijazah & Tudingan Mengkriminalkan Jokowi, Eksklusif Kesaksian Eks Tim Jokowi-Solo' di iNews, Selasa (1/7/2025).
Baca juga: Usai Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar: Hanya Menampilkan Versi Digital Aja Enggak Berani
Ia mengaku terpaksa buka suara di momen tersebut. Menurutnya, saat ini, kasus tersebut sudah merugikan dirinya hingga keluarganya. Bahkan, kata dia, anaknya pun sudah tidak mau sekolah.
“Saya terpaksa ikut bicara ya karena ini sangat merugikan saya, keluarga saya, anak saya pun sudah tidak mau sekolah,” ujar dia.
Ia pun meminta adanya pembuktian terhadap yang dituduhkan kepadanya. “Sekarang buktikan saja kalau memang saya dituduh, siapa yang bilang, terus kemudian ijazah bentuk yang dipalsukan seperti apa dan siapa yang mengatakan saya di Matraman itu sampai 2017, saya itu sampai 2022,” ungkapnya.
Proses itu pun berlangsung tertutup. Yakup Hasibuan kuasa hukum Jokowi mengatakan, kliennya telah memberikan kuasa penuh kepada tim kuasa hukum untuk segala proses yang bergulir terkait perkara ijazah palsu.
"Memang khusus untuk ini Pak Jokowi, sudah memberikan kuasa kepada kami, juga untuk menghadiri ini semua," kata Yakup di Gedung Bareskrim Polri.
Di sisi lain, Yakup menyatakan pihaknya telah menyampaikan keberatan terhadap gelar perkara khusus di kasus ini. Pasalnya, hal itu tidak diatur dalam tahap penyelidikan. Yakup berharap usai dilaksanakannya gelar perkara khusus itu tidak ada lagi perdebatan terhadap keaslian ijazah UGM milik Jokowi.
“Kalau berani periksa Paiman Raharjo, bagaimana kiosnya itu yang menjadi calo dokumen palsu di Pasar Pramuka Pojok, kaitannya atau korelasinya dengan lompatan kuantum kariernya menjadi komisaris dan wakil menteri desa kalau tidak ada hubungan jasanya dengan Joko Widodo,” kata Rismon usai gelar perkara khusus di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025).
Rismon memastikan ijazah Jokowi palsu. Sebab, menurut dia, jika ijazah Jokowi asli tentu sudah ditampilkan dalam gelar perkara khusus tadi.
Baca juga: Jokowi Tak Hadiri Gelar Perkara Khusus Bareskrim, Rizal Fadillah TPUA: Dia Takut, Something Wrong
“Panggil semua dong, periksa semua, karena ini sudah pasti palsu. Kalau enggak palsu, pasti dibawa tadi, ditampilkan digital aja enggak berani,” ujar Rismon.
Diberitakan sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) periode 2023-2024 Paiman Raharjo menyangkal terlibat dalam pembuatan ijazah Jokowi yang saat ini menjadi sorotan. Bahkan, Paiman berani bersumpah tidak pernah membuat ijazah ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut.
“Jadi gini, saya Demi Allah sumpah mati, enggak pernah bikin ijazah Jokowi, karena apa? Saya hidup selalu jujur, saya itu orang kecil, dari SMP kemudian berjuang, kalau saya enggak hidup bener, enggak mungkin saya dapat keberkahan sampai sekarang,” kata Paiman melalui sambungan telepon dalam acara Rakyat Bersuara bertajuk 'Ijazah & Tudingan Mengkriminalkan Jokowi, Eksklusif Kesaksian Eks Tim Jokowi-Solo' di iNews, Selasa (1/7/2025).
Baca juga: Usai Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar: Hanya Menampilkan Versi Digital Aja Enggak Berani
Ia mengaku terpaksa buka suara di momen tersebut. Menurutnya, saat ini, kasus tersebut sudah merugikan dirinya hingga keluarganya. Bahkan, kata dia, anaknya pun sudah tidak mau sekolah.
“Saya terpaksa ikut bicara ya karena ini sangat merugikan saya, keluarga saya, anak saya pun sudah tidak mau sekolah,” ujar dia.
Ia pun meminta adanya pembuktian terhadap yang dituduhkan kepadanya. “Sekarang buktikan saja kalau memang saya dituduh, siapa yang bilang, terus kemudian ijazah bentuk yang dipalsukan seperti apa dan siapa yang mengatakan saya di Matraman itu sampai 2017, saya itu sampai 2022,” ungkapnya.
Jokowi Tak Hadiri Gelar Perkara Khusus Ijazah Palsu di Bareskrim
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tak menghadiri gelar perkara khusus kasus dugaan ijazah palsu di Bareskrim Polri hari ini. Gelar perkara khusus ini dihadiri Roy Suryo serta Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) sekaligus tim Pengacara Jokowi.Proses itu pun berlangsung tertutup. Yakup Hasibuan kuasa hukum Jokowi mengatakan, kliennya telah memberikan kuasa penuh kepada tim kuasa hukum untuk segala proses yang bergulir terkait perkara ijazah palsu.
"Memang khusus untuk ini Pak Jokowi, sudah memberikan kuasa kepada kami, juga untuk menghadiri ini semua," kata Yakup di Gedung Bareskrim Polri.
Di sisi lain, Yakup menyatakan pihaknya telah menyampaikan keberatan terhadap gelar perkara khusus di kasus ini. Pasalnya, hal itu tidak diatur dalam tahap penyelidikan. Yakup berharap usai dilaksanakannya gelar perkara khusus itu tidak ada lagi perdebatan terhadap keaslian ijazah UGM milik Jokowi.
(rca)
Lihat Juga :