Kiprah Marsekal Madya TNI Samsul Rizal, dari Pesawat Tempur ke Dapur Kawal Indonesia Makmur
Rabu, 09 Juli 2025 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengajak seluruh pelaksana program agar bekerja dengan sikap mental yang tegak lurus, tidak menyimpang dari nilai-nilai moral, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tetap fokus pada tujuan utama memastikan anak-anak Indonesia mendapat akses gizi yang layak demi masa depan bangsa.
Namun, di lapangan masih ditemukan dinamika yang tidak sejalan dengan semangat tersebut. "Kami temukan ada oknum yang seharusnya melayani calon pengelola dapur mandiri dengan baik malah justru mempersulit. Bahkan, mereka terindikasi menyusun skenario untuk keuntungan pribadi. Ini jelas mencederai semangat program dan bertentangan langsung dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan MBG harus dijalankan secara bersih, amanah, dan profesional," ujar Samsul.
Dia menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen moral dan profesionalisme para pelaksana. "Program ini bukan sekadar proyek, tapi amanah besar yang menyangkut masa depan generasi penerus. Maka, tidak boleh ada ruang untuk perilaku menyimpang. Kita semua harus berdiri tegak lurus, bekerja sepenuh hati, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya," ungkapnya.
Bagi Samsul, strategi adalah napas perjuangan. Dia memahami ketahanan bangsa tak hanya diukur dari kekuatan alutsista, tetapi juga dari stabilitas pangan dan kesejahteraan rakyat. Maka, dari langit yang penuh ancaman, kini dia turun ke bumi yang penuh harapan. “Sentuhannya saja yang berbeda, tapi tujuan kita tetap sama Indonesia Makmur,” ujarnya.
Dengan penghayatan spiritual, ketegasan militer, dan sentuhan kemanusiaan, Marsekal Madya TNI Samsul Rizal menunjukkan bahwa pengabdian tidak mengenal batas profesi. Dari ruang kendali pesawat tempur hingga dapur rakyat, dia setia menjaga cita-cita bangsa.
Namun, di lapangan masih ditemukan dinamika yang tidak sejalan dengan semangat tersebut. "Kami temukan ada oknum yang seharusnya melayani calon pengelola dapur mandiri dengan baik malah justru mempersulit. Bahkan, mereka terindikasi menyusun skenario untuk keuntungan pribadi. Ini jelas mencederai semangat program dan bertentangan langsung dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan MBG harus dijalankan secara bersih, amanah, dan profesional," ujar Samsul.
Dia menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen moral dan profesionalisme para pelaksana. "Program ini bukan sekadar proyek, tapi amanah besar yang menyangkut masa depan generasi penerus. Maka, tidak boleh ada ruang untuk perilaku menyimpang. Kita semua harus berdiri tegak lurus, bekerja sepenuh hati, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya," ungkapnya.
Bagi Samsul, strategi adalah napas perjuangan. Dia memahami ketahanan bangsa tak hanya diukur dari kekuatan alutsista, tetapi juga dari stabilitas pangan dan kesejahteraan rakyat. Maka, dari langit yang penuh ancaman, kini dia turun ke bumi yang penuh harapan. “Sentuhannya saja yang berbeda, tapi tujuan kita tetap sama Indonesia Makmur,” ujarnya.
Dengan penghayatan spiritual, ketegasan militer, dan sentuhan kemanusiaan, Marsekal Madya TNI Samsul Rizal menunjukkan bahwa pengabdian tidak mengenal batas profesi. Dari ruang kendali pesawat tempur hingga dapur rakyat, dia setia menjaga cita-cita bangsa.
(jon)
Lihat Juga :