KMP Tanu Pratama Jaya Tenggelam, Anggota DPR Soroti Ketidaksesuaian Manifest dan ODOL
Senin, 07 Juli 2025 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kebijakan tarif progresif ODOL tidak hanya mendorong kepatuhan terhadap aturan teknis, tetapi juga meningkatkan integritas keselamatan pelayaran. Dengan begitu, perusahaan angkutan akan berpikir ulang sebelum memaksakan muatan berlebih ke atas kapal.
Bambang menyerukan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi penyeberangan nasional. Ia menegaskan, keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar target komersial.
“Pemerintah tidak bisa lagi abai terhadap aspek keselamatan. Kembalikan sistem satu penumpang satu tiket, revisi kebijakan tarif, dan terapkan sanksi progresif terhadap ODOL. Ini saatnya kita membenahi secara sistemik, dari hulu ke hilir,” pungkasnya.
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali. Kapal tersebut diketahui mengangkut 22 kendaraan, 53 penumpang, dan 12 kru. Namun, jumlah pasti penumpang masih simpang siur karena tidak seluruh penumpang tercatat dalam manifest.
Hingga Minggu malam 6 Juli 2025 tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap sejumlah penumpang yang dinyatakan hilang. Operasi evakuasi melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dari berbagai unsur.
Bambang menyerukan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi penyeberangan nasional. Ia menegaskan, keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar target komersial.
“Pemerintah tidak bisa lagi abai terhadap aspek keselamatan. Kembalikan sistem satu penumpang satu tiket, revisi kebijakan tarif, dan terapkan sanksi progresif terhadap ODOL. Ini saatnya kita membenahi secara sistemik, dari hulu ke hilir,” pungkasnya.
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali. Kapal tersebut diketahui mengangkut 22 kendaraan, 53 penumpang, dan 12 kru. Namun, jumlah pasti penumpang masih simpang siur karena tidak seluruh penumpang tercatat dalam manifest.
Hingga Minggu malam 6 Juli 2025 tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap sejumlah penumpang yang dinyatakan hilang. Operasi evakuasi melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dari berbagai unsur.
(cip)
Lihat Juga :