Anggota Komisi VII Soroti Truk ODOL dalam Insiden Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
Jum'at, 04 Juli 2025 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, kapal mempunyai satu keterbatasan kemampuan daya apung untuk menahan berat muatan terutama truk ODOL. Kelebihan bobot muatan bisa mengakibatkan kehabisan daya apung (displacement kapal) atau bahkan terjadi unstability atau stabilitas negatif akibat beban terlalu berat di atas truk.
Kondisi itu bisa mengakibatkan kapal terbalik dan ini sering terjadi di lintasan Ketapang Gilimanuk pada kapal-kapal yang beroperasi di dermaga LCM yang khusus mengangkut muatan berat. Sebelumya ada lima kecelakaan kapal yang tenggelam di sekitar dermaga LCM.
Anggota Dewan Pakar DPP Gerindra ini menambahkan, Bali sangat identik dengan pariwisata. Pertistiwa kecelakaan bisa menjadikan citra buruk bagi dunia pariwisata karena sarana infrastruktur transportasi pendukungnya dianggap tidak aman dan kurang bisa menjamin keselamatan.
Diharapkan muatan truk di saat musim gelombang tinggi ini harus zero ODOL dan jembatan-jembatan timbang di sekitar pelabuhan penyeberangan harus bisa difungsikan.
BHS mengapresiasi kinerja dari coastguard KPLP yang hadir di lokasi tidak lebih dari 20 menit setelah kejadian, juga Basarnas yang hadir beberapa menit setelah KPLP. Tetapi sangat disayangkan, yang banyak menyelamatkan penumpang adalah nelayan
“Diharapkan, instansi pengamanan dan penyelamatan baik KPLP, Basarnas serta Bakamla dan Polair bisa bekerja sama maksimal untuk menemukan korban-korban dari kapal tersebut. Pemerintah bisa menyiapkan ruang tunggu crisis management center yang memberikan data informasi untuk para korban dan keluarganya yang bisa diakses 24 jam,” ucapnya.
Kondisi itu bisa mengakibatkan kapal terbalik dan ini sering terjadi di lintasan Ketapang Gilimanuk pada kapal-kapal yang beroperasi di dermaga LCM yang khusus mengangkut muatan berat. Sebelumya ada lima kecelakaan kapal yang tenggelam di sekitar dermaga LCM.
Anggota Dewan Pakar DPP Gerindra ini menambahkan, Bali sangat identik dengan pariwisata. Pertistiwa kecelakaan bisa menjadikan citra buruk bagi dunia pariwisata karena sarana infrastruktur transportasi pendukungnya dianggap tidak aman dan kurang bisa menjamin keselamatan.
Diharapkan muatan truk di saat musim gelombang tinggi ini harus zero ODOL dan jembatan-jembatan timbang di sekitar pelabuhan penyeberangan harus bisa difungsikan.
BHS mengapresiasi kinerja dari coastguard KPLP yang hadir di lokasi tidak lebih dari 20 menit setelah kejadian, juga Basarnas yang hadir beberapa menit setelah KPLP. Tetapi sangat disayangkan, yang banyak menyelamatkan penumpang adalah nelayan
“Diharapkan, instansi pengamanan dan penyelamatan baik KPLP, Basarnas serta Bakamla dan Polair bisa bekerja sama maksimal untuk menemukan korban-korban dari kapal tersebut. Pemerintah bisa menyiapkan ruang tunggu crisis management center yang memberikan data informasi untuk para korban dan keluarganya yang bisa diakses 24 jam,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :