Konsolidasi Organisasi, PP ISKA Gelar Dialog Bahas Isu Global dan Nasional
Senin, 30 Juni 2025 - 22:35 WIB
loading...
Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik (PP ISKA) menggelar dialog bersama mantan Ketua PP ISKA di Sekretariat PP ISKA, Universitas Atma Jaya Jakarta, Sabtu (28/6/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik (PP ISKA) menggelar dialog informal Serius tapi Santai (Sersan) bersama mantan Ketua PP ISKA di Sekretariat PP ISKA, Universitas Atma Jaya Jakarta pada Sabtu (28/6/2025). Pertemuan ini mendiskusikan berbagai isu aktual, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, hingga isu internasional seperti konflik Israel-Iran.
Pertemuan tersebut juga membahas konsolidasi organisasi dan kaderisasi yang menjadi agenda utama.
Baca juga: Menko PMK Muhadjir Ajak Ikatan Sarjana Katolik Perkuat Nilai Kebangsaan
Ketua Presidium PP ISKA, Luky A. Yusgiantoro, menyambut baik acara ini sebagai ruang membangun gagasan dalam semangat penyamaan visi dan persepsi di tengah berbagai isu yang beredar. Sehingga ISKA tetap produktif dan berkontribusi aktif bagi gereja dan Tanah Air Indonesia serta tidak mudah terjebak dalam narasi hoaks yang merusak persatuan.
"Pentingnya ISKA untuk terlibat dalam dialog kebangsaan, mengawal pertumbuhan sosial-ekonomi, dan menjadi pelaku ekonomi dengan mengoptimalkan jaringan internal maupun eksternal. Saling bersinergi atau berkolaborasi dengan mengotimalkan komunikasi dengan berbagai pihak. Apa yang dapat kita lakukan terkait dengan ketahanan energi, ketahanan pangan, penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dengan ragam kegiatan serta optimalisasi kaderisasi di internal," ujar Luky dalam keterangannya dikutip Senin (30/6/2025).
Sekretaris Jenderal PP ISKA, Arie Sulistiono menambahkan perlunya seluruh Presidium dan Kepala Departemen ISKA untuk lebih aktif menyuarakan pemikiran kritis berbasis fakta dan data terkait isu kemasyarakatan. Sehingga tidak hanya bergantung pada Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.
"ISKA diharapkan dapat memperjuangkan pengamalan Pancasila dan UUD 1945, termasuk dalam isu intoleransi, keadilan sosial, dan pengembangan ekonomi kerakyatan, dengan sikap tegas dalam prinsip namun elegan dalam cara," ujarnya.
Baca juga: Pemilu 2024, Ikatan Sarjana Katolik Berharap Tak Ada Ujaran Kebencian
Dalam pertemuan ini, Koordinator Wilayah ISKA Bali dan Nusra, Jakobus Muda memaparkan proposal proyek pemberdayaan petani kopi di Manggarai Barat yang mendapat dukungan dari para senior yang hadir.
"Perwakilan ICMICA, Prasetyo Nurharjanto, juga menyampaikan rencana pertemuan internasional yang akan membahas pentingnya penghormatan martabat manusia dan perdamaian dunia," paparnya.
PP ISKA juga menaruh keprihatinan pada kualitas sumber daya manusia dan pendidikan, berencana untuk berdialog dengan menteri terkait. Diskusi ini dihadiri oleh berbagai senior dan pengurus PP ISKA, antara lain Djoko Wiyono, Paulus Harli, Paulus Januar, Hargo Mandirahardjo, Nugroho Agung Wijoyo, MM Restu Hapsari, FerlanPangalila, Lidya Wati, Manara, Ferdi Tulis, Edo Ginting, Titus Sarijanto.
Sebagai penutup, Arie Sulistiono menyampaikan rencana penerbitan empat buku hasil diskusi dan kuliah umum ISKA, serta rencana tindak lanjut pertemuan Sersan mendatang yang akan membahas topik seperti AI dan ajaran gereja, ketahanan energi, serta isu kopi.
Pertemuan tersebut juga membahas konsolidasi organisasi dan kaderisasi yang menjadi agenda utama.
Baca juga: Menko PMK Muhadjir Ajak Ikatan Sarjana Katolik Perkuat Nilai Kebangsaan
Ketua Presidium PP ISKA, Luky A. Yusgiantoro, menyambut baik acara ini sebagai ruang membangun gagasan dalam semangat penyamaan visi dan persepsi di tengah berbagai isu yang beredar. Sehingga ISKA tetap produktif dan berkontribusi aktif bagi gereja dan Tanah Air Indonesia serta tidak mudah terjebak dalam narasi hoaks yang merusak persatuan.
"Pentingnya ISKA untuk terlibat dalam dialog kebangsaan, mengawal pertumbuhan sosial-ekonomi, dan menjadi pelaku ekonomi dengan mengoptimalkan jaringan internal maupun eksternal. Saling bersinergi atau berkolaborasi dengan mengotimalkan komunikasi dengan berbagai pihak. Apa yang dapat kita lakukan terkait dengan ketahanan energi, ketahanan pangan, penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dengan ragam kegiatan serta optimalisasi kaderisasi di internal," ujar Luky dalam keterangannya dikutip Senin (30/6/2025).
Sekretaris Jenderal PP ISKA, Arie Sulistiono menambahkan perlunya seluruh Presidium dan Kepala Departemen ISKA untuk lebih aktif menyuarakan pemikiran kritis berbasis fakta dan data terkait isu kemasyarakatan. Sehingga tidak hanya bergantung pada Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.
"ISKA diharapkan dapat memperjuangkan pengamalan Pancasila dan UUD 1945, termasuk dalam isu intoleransi, keadilan sosial, dan pengembangan ekonomi kerakyatan, dengan sikap tegas dalam prinsip namun elegan dalam cara," ujarnya.
Baca juga: Pemilu 2024, Ikatan Sarjana Katolik Berharap Tak Ada Ujaran Kebencian
Dalam pertemuan ini, Koordinator Wilayah ISKA Bali dan Nusra, Jakobus Muda memaparkan proposal proyek pemberdayaan petani kopi di Manggarai Barat yang mendapat dukungan dari para senior yang hadir.
"Perwakilan ICMICA, Prasetyo Nurharjanto, juga menyampaikan rencana pertemuan internasional yang akan membahas pentingnya penghormatan martabat manusia dan perdamaian dunia," paparnya.
PP ISKA juga menaruh keprihatinan pada kualitas sumber daya manusia dan pendidikan, berencana untuk berdialog dengan menteri terkait. Diskusi ini dihadiri oleh berbagai senior dan pengurus PP ISKA, antara lain Djoko Wiyono, Paulus Harli, Paulus Januar, Hargo Mandirahardjo, Nugroho Agung Wijoyo, MM Restu Hapsari, FerlanPangalila, Lidya Wati, Manara, Ferdi Tulis, Edo Ginting, Titus Sarijanto.
Sebagai penutup, Arie Sulistiono menyampaikan rencana penerbitan empat buku hasil diskusi dan kuliah umum ISKA, serta rencana tindak lanjut pertemuan Sersan mendatang yang akan membahas topik seperti AI dan ajaran gereja, ketahanan energi, serta isu kopi.
(shf)
Lihat Juga :