Hasan Nasbi Ungkap Fenomena Citra Palsu Politisi: Tipu-tipu di Balik Like dan Komen di Medsos

Senin, 30 Juni 2025 - 17:12 WIB
loading...
Hasan Nasbi Ungkap Fenomena...
Kepala PCO Hasan Nasbi dalam dialog di Universitas Al Azhar, Jakarta mengungkap fenomena tidak sedikit politisi yang berusaha memalsukan citra mereka di media sosial, Senin (30/6/2025). Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi mengungkap fenomena politisi yang berusaha memalsukan citra mereka di media sosial (medsos) melalui like and comment (suka dan komentar). Bahkan, para politisi kini lebih mengutamakan pencitraan digital instan dibandingkan membangun komunikasi otentik dengan masyarakat.

“Orang politik kalau bikin akun media sosial itu enggak mungkin mau dari nol, dia udah mau followers-nya langsung banyak, subscribernya langsung banyak, beli. Dia mau komennya banyak yang positif, beli komen,” kata Hasan dalam dialog di Universitas Al Azhar, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Baca juga: TNI Jaga Kejaksaan, Hasan Nasbi Sebut Biasa Saja

Pada kesempatan itu, Hasan bahkan menyoroti adanya industri jasa yang secara terang-terangan menyediakan layanan pembelian tanda like dan komentar palsu untuk media sosial. Tujuannya untuk membangun citra seolah-olah populer, padahal semua hanya ilusi digital.



“Sekarang ada industri namanya industri like dan komen. Ada usaha perusahaan jasanya adalah like dan komen,” ujarnya.

“Padahal kan yang like dan komen bukan orang. Like dan komen itu mesin, keyboard. Kita menipu diri kita sendiri tapi kita senang,” ungkap Hasan menambahkan.

Hasan pun mengatakan banyak orang dengan senang hati membayar layanan seperti itu hanya demi tampilan media sosial yang tampak ramai dan positif.

Baca juga: Profil Hasan Nasbi, Kepala Komunikasi Presiden yang Dilantik Hari Ini

Dia pun menilai fenomena ini sebagai rendahnya kesadaran publik terhadap perbedaan antara kenyataan dan dunia digital yang bersifat “tontonan”.

“Nah jadi kita dengan dunia tontonan ini seringkali sudah kehilangan makna, kita sudah kehilangan fungsi,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Berita Terkini
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved