Soft Launching Buku Polri untuk Masyarakat, Transformasi Polri Menuju Indonesia Emas 2045 Warnai HUT Ke-79 Bhayangkara

Senin, 30 Juni 2025 - 14:29 WIB
loading...
Soft Launching Buku...
Penulis buku Polri untuk Masyarakat, Transformasi Polri Menuju Indonesia Emas 2045 Ngasiman Djoyonegoro menyatakan Polri untuk Masyarakat merupakan landasan penting keberlanjutan transformasi Polri di masa mendatang. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Tahun 2025 adalah penentu bagi perjalanan Polri . Pasalnya, pada tahun ini disusun Grand Strategy Polri 2025-2045 sebagai lanjutan Grand Strategy Polri 2005-2025. Dokumen penanda perjalanan Polri ini menggambarkan bagaimana masa depan keamanan, ketertiban masyarakat, dan penegakan hukum di masa lalu serta masa depan.

“Transformasi Polri selalu mengikuti perkembangan zaman dan relevan dengan agenda pembangunan yang dikembangkan oleh presiden terpilih pada setiap periodenya,” kata Ngasiman Djoyonegoro, penulis buku Polri untuk Masyarakat, Transformasi Polri Menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: HUT ke-79 Bhayangkara, Habiburokhman: Polri Berhasil Aktualisasikan Peran Pelayan Rakyat

Pria yang akrab dipanggil Simon ini menuturkan buku yang ditulisnya menandai 79 tahun perjalanan Korps Bhayangkara di NKRI. Pada perjalanan Polri dapat dilihat titik-titik transformasi Polri selalu muncul sebagai penanda perubahan setiap zaman.

“Pada masa awal kemerdekaan, Polri masih berkutat pada penataan kelembagaan yang ketika masa itu juga dialami oleh institusi lainnya,” ujarnya.

Titik perubahan signifikan Polri terjadi Pasca-Reformasi 1998 di mana Polri didesain sebagai kelembagaan independen dan kewenangan yang cukup dalam hal pengamanan, ketertiban masyarakat, dan penegakan hukum.

“Kita dapat lihat setelah Polri diberikan kewenangan dan independensi kelembagaan berbagai transformasi tumbuh dan berkembang. Misalnya, ada Pemolisian Masyarakat (Polmas) yang merupakan terjemahan dari community policing, kemudian Pemolisian Demokratis (Democratic Policing), dan terakhir Pemolisian Elektronik (e-Policing),” jelas Simon.

Konsep-konsep besar ini perlu diterjemahkan dalam kerangka yang lebih operasional, dapat diukur, dinilai dan dievaluasi perkembangannya. “Adanya Grand Strategy Polri memudahkan untuk merealisasikan gagasan-gagasan besar dalam program dan kegiatan Polri,” ucapnya.

Dia juga mengapresiasi setiap Kapolri yang terpilih memiliki slogan untuk menyamakan persepsi dan menyatukan langkah. Awalnya, Polri menggunakan slogan "Rastra Sewakotama" yang berarti Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Kemudian Polri menggunakan slogan "Promoter" (Profesional, Modern, dan Terpercaya).

Di era Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Polri menggunakan slogan "Presisi" (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan). “Apa yang sudah baik untuk Polri, saya kira perlu dilanjutkan. Namun yang harus diingat adalah orientasi masa datang atau wajah Polri seperti apa yang kita dambakan,” katanya.

Dalam hal ini, penulis memberi gambaran bahwa di masa mendatang sejumlah konsep untuk penguatan transformasi Polri telah mulai dikembangkan, namun masih membutuhkan pendalaman dan penguatan.

“Polri, misalnya sudah mulai mengembangkan e-Policing atau pemolisian berbasis elektronik. Di dalamnya ada pengembangan aplikasi, penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, dan seterusnya. Misalnya, program tilang elektronik (ETLE) merupakan inisiatif yang baik dalam e-Policing,” ungkap Simon.

Selain e-Policing, masih banyak sejumlah hal yang perlu dikembangkan lebih lanjut dalam Grand Strategy Polri 2025-2045. “Ada predictive policing, robotic policing, smart policing, yang pada intinya transformasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi basis utama,” katanya.


Terkait tema “Polri untuk Masyarakat,” Simon menyampaikan bahwa tema ini tidak terlepas dari fenomena "No Viral, No Justice" belakangan ini. Fenomena ini menunjukkan tuntutan publik terhadap kepolisian agar lebih responsif dan melayani. “Saya kira Polri untuk Masyarakat hadir demi menjawab tantangan itu,” ucapnya.

Polri untuk masyarakat bermakna Polri bekerja untuk masyarakat. Maka mau tidak mau Polri harus memahami kebutuhan dan karakter masyarakat itu sendiri. Harus dekat dengan masyarakat agar dapat melakukan pelayanan publik kepolisian yang lebih baik. Karena dukungan masyarakat sangat penting guna mendukung peran Polri sebagai garda depan penjaga Kamtibmas.

“Melihat perjalanan transformasi Polri, saya kira Polri untuk Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membantu masyarakat dalam berbagai situasi,” ujar Simon.

Polri untuk Masyarakat adalah landasan penting keberlanjutan transformasi Polri di masa mendatang. Di satu sisi sebagai wujud implementasi dari Polri Beyond Presisi, di sisi lain sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program Asta Cita yang diagendakan Presiden Prabowo Subianto.

Polri untuk Masyarakat juga bentuk komitmen Polri untuk terus berpihak kepada masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Mutasi Polri Terbaru!...
Mutasi Polri Terbaru! 1.121 Personel Digeser, Ada Kapolda hingga Wakapolda
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
Berita Terkini
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved