Keren! PT PAL Berencana Bangun Kapal Induk untuk Helikopter dan Drone pada 2027
Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:54 WIB
loading...
Rencana PT PAL membangun air craft carrier atau kapal induk jenis Landing Helicopter Dock (LHD) segera terwujud pada 2027. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Rencana PT PAL membangun air craft carrier atau kapal induk jenis Landing Helicopter Dock (LHD) segera terwujud. Industri pertahanan dalam negeri tersebut rencananya memulai pembangunan pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan oleh Direktur Teknologi PT PAL Indonesia Briljan Gazalba saat menerima kunjungan awak media dalam acara Eksplorasi Industri Pertahanan Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) 24-25 Juni 2025.
”Sudah kami siapkan untuk membuat kapal LHD atau kapal induk sepanjang 238 meter pada 2027. Jika nanti ada penugasan dari pemerintah atau dari luar negeri kita sudah siap membuat kapal induk teknologi dan desainnya. Teknologinya 100% dari engineer-engineer kita sendiri,” katanya, dikutip Minggu (29/6/2025).
Baca juga: Ambisi PT PAL Bangun LHD Apakah Realistis?
Saat ini tahap basic desain sudah selesai dibuat. Selanjutnya menyesuaikan dengan kapasitas produksi PT PAL. Apabila sudah ada kontrak resmi dan pembiayaan sudah bisa langsung dibangun. Pembangunan kapal tersebut membutuhkan waktu tiga tahun. Meski demikian hal itu tergantung pada persenjataan yang akan dipasang pada kapal tersebut.
Menurut Briljan, pembangunan LHD sesuai dengan kebutuhan dan kondisi geografis Indonesia. Sebab Indonesia memiliki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang sangat luas dan perlu dijaga.
Baca juga: 9 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri pada Akhir Juni 2025, Ini Nama-Namanya
“Jadi LHD juga bukan sekadar kapal serbu semata, melainkan markas yang bergerak. Kita kan punya ALKI ya, tiga alur laut kepulauan dan area-area yang harus kita jaga. Idealnya memang kita harus punya LHD. Nanti kita bisa memindahkan markas terapung itu ke tempat-tempat yang memang perlu penjagaan secara intensif,” ucapnya.
Perlu diketahui, kapal induk LHD yang akan dibangun PT PAL memiliki panjang 238 meter dengan total bobot angkutan maksimum 10.000 ton. Kapal ini nantinya bisa mengangkut helikopter, pesawat drone Bayraktar TB 3 buatan turki, dan dan pesawat tempur yang memiliki kemampuan terbang vertical take-off and landing (VTOL) sebanyak 16 unit.
![Keren! PT PAL Berencana Bangun Kapal Induk untuk Helikopter dan Drone pada 2027]()
Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang mengatakan, optimistis dengan upaya industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat postur pertahanan. Frega menyebut, wacana pembangunan kapal induk jenis LHD sangat diperlukan.
“Kita yakin dan optimistis pembangunan postur pertahanan di bawah pemerintahan Pak Prabowo terus berlanjut sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan strategis kita,” ucapnya.
Terkait dengan pembangunan kapal induk, kata Frega, yang dimaksud adalah LHD bukan seperti seperti Kapal Induk Amerika Serikat kelas USS Nimitz atau USS Carl Vinson. Kapal tersebut untuk mengangkut helikopter.
“Jadi memang yang dibangun LHD, aircraft carrier untuk helicopter. Tentunya kalau lihat melihat perkembangan yang ada di mana kita negara kepulauan membutuhkan mobilitas untuk menunjang misi-misi nonperang seperti penanggulangan bencana alam. Kita punya pengalaman saat bencana tsunami itu sangat dibutuhkan,” katanya.
Rencana tersebut disampaikan oleh Direktur Teknologi PT PAL Indonesia Briljan Gazalba saat menerima kunjungan awak media dalam acara Eksplorasi Industri Pertahanan Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) 24-25 Juni 2025.
”Sudah kami siapkan untuk membuat kapal LHD atau kapal induk sepanjang 238 meter pada 2027. Jika nanti ada penugasan dari pemerintah atau dari luar negeri kita sudah siap membuat kapal induk teknologi dan desainnya. Teknologinya 100% dari engineer-engineer kita sendiri,” katanya, dikutip Minggu (29/6/2025).
Baca juga: Ambisi PT PAL Bangun LHD Apakah Realistis?
Saat ini tahap basic desain sudah selesai dibuat. Selanjutnya menyesuaikan dengan kapasitas produksi PT PAL. Apabila sudah ada kontrak resmi dan pembiayaan sudah bisa langsung dibangun. Pembangunan kapal tersebut membutuhkan waktu tiga tahun. Meski demikian hal itu tergantung pada persenjataan yang akan dipasang pada kapal tersebut.
Menurut Briljan, pembangunan LHD sesuai dengan kebutuhan dan kondisi geografis Indonesia. Sebab Indonesia memiliki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang sangat luas dan perlu dijaga.
Baca juga: 9 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri pada Akhir Juni 2025, Ini Nama-Namanya
“Jadi LHD juga bukan sekadar kapal serbu semata, melainkan markas yang bergerak. Kita kan punya ALKI ya, tiga alur laut kepulauan dan area-area yang harus kita jaga. Idealnya memang kita harus punya LHD. Nanti kita bisa memindahkan markas terapung itu ke tempat-tempat yang memang perlu penjagaan secara intensif,” ucapnya.
Perlu diketahui, kapal induk LHD yang akan dibangun PT PAL memiliki panjang 238 meter dengan total bobot angkutan maksimum 10.000 ton. Kapal ini nantinya bisa mengangkut helikopter, pesawat drone Bayraktar TB 3 buatan turki, dan dan pesawat tempur yang memiliki kemampuan terbang vertical take-off and landing (VTOL) sebanyak 16 unit.

Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang mengatakan, optimistis dengan upaya industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat postur pertahanan. Frega menyebut, wacana pembangunan kapal induk jenis LHD sangat diperlukan.
“Kita yakin dan optimistis pembangunan postur pertahanan di bawah pemerintahan Pak Prabowo terus berlanjut sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan strategis kita,” ucapnya.
Terkait dengan pembangunan kapal induk, kata Frega, yang dimaksud adalah LHD bukan seperti seperti Kapal Induk Amerika Serikat kelas USS Nimitz atau USS Carl Vinson. Kapal tersebut untuk mengangkut helikopter.
“Jadi memang yang dibangun LHD, aircraft carrier untuk helicopter. Tentunya kalau lihat melihat perkembangan yang ada di mana kita negara kepulauan membutuhkan mobilitas untuk menunjang misi-misi nonperang seperti penanggulangan bencana alam. Kita punya pengalaman saat bencana tsunami itu sangat dibutuhkan,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :