Apresiasi Putusan MK soal Pemisahan Pemilu, Partai Perindo: Peluang Partisipasi Anak Muda Menguat
Jum'at, 27 Juni 2025 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini tidak hanya memperlemah basis lokal demokrasi, tetapi juga menutup peluang regenerasi politik yang berakar dari komunitas. “Dengan diberikannya jarak antara pemilu nasional dan daerah, kita tidak hanya memberi ruang bernapas kepada pemilih dan penyelenggara, tetapi juga menciptakan panggung yang lebih adil dan visibel bagi calon pemimpin lokal—terutama anak muda yang selama ini minim eksposur,” ujar Billy Nerry, Jumat (27/6/2025).
Padahal, partisipasi politik anak muda memiliki korelasi langsung terhadap kualitas inovasi kebijakan, tingkat partisipasi sipil, dan resiliensi demokrasi jangka panjang. Kehadiran anak-anak muda membuat hadirnya ruang pembuatan kebijakan lebih relevan dan lebih dinamis.
Di banyak negara, inklusi anak muda telah menjadi agenda konstitusional, partai-partai secara proaktif menempatkan kandidat muda di posisi strategis. Bahkan kini kita bisa melihat hadirnya Zohran Mamdani, calon Wali Kota New York kelahiran 1991 yang berhasil kalahkan eks Gubernur Cuomo.
“Kehadiran Zohran Mamdani di antaranya bisa terjadi karena mendapatkan spotlight yang cukup di berbagai platform, hal ini mungkin sulit terjadi bila pemilihan dilakukan pada waktu yang cukup dekat dengan Pilpres USA antara Trump vs Kamala,” katanya.
Partisipasi Anak Muda
Berdasarkan data KPU, lebih dari 55% pemilih pada Pemilu 2024 adalah pemilih berusia di bawah 40 tahun. Namun, persentase anggota legislatif yang berasal dari kelompok usia muda (di bawah 35 tahun) masih di bawah 10% di sebagian besar daerah. Ini menunjukkan adanya jurang representasi yang nyata, youth bulge tanpa political leverage.Padahal, partisipasi politik anak muda memiliki korelasi langsung terhadap kualitas inovasi kebijakan, tingkat partisipasi sipil, dan resiliensi demokrasi jangka panjang. Kehadiran anak-anak muda membuat hadirnya ruang pembuatan kebijakan lebih relevan dan lebih dinamis.
Di banyak negara, inklusi anak muda telah menjadi agenda konstitusional, partai-partai secara proaktif menempatkan kandidat muda di posisi strategis. Bahkan kini kita bisa melihat hadirnya Zohran Mamdani, calon Wali Kota New York kelahiran 1991 yang berhasil kalahkan eks Gubernur Cuomo.
“Kehadiran Zohran Mamdani di antaranya bisa terjadi karena mendapatkan spotlight yang cukup di berbagai platform, hal ini mungkin sulit terjadi bila pemilihan dilakukan pada waktu yang cukup dekat dengan Pilpres USA antara Trump vs Kamala,” katanya.
Lihat Juga :