Konferensi Internasional Pesantren Ditutup, Hasilkan 4 Rekomendasi Utama
Kamis, 26 Juni 2025 - 21:07 WIB
loading...
International Conference on the Transformation of Pesantren (ICTP) atau Konferensi Internasional Transformasi Pesantren ditutup dengan menghasilkan empat rekomendasi utama. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - International Conference on the Transformation of Pesantren (ICTP) atau Konferensi Internasional Transformasi Pesantren resmi ditutup. Ada empat poin rekomendasi utama dalam acara yang diadakan Dewan Syuro DPP PKB di Jakarta.
Empat rekomendasi dan langkah konkret dari Konferensi Pesantren adalah revitalisasi tradisi, sinergi regulasi, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan kemandirian ekonomi. Empat hal penting itu bertujuan untuk menjadikan pesantren lebih maju dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Baca juga: Kejutan! Menag Naikkan Anggaran Pengembangan Pesantren hingga 240 Persen
"Rekomendasi peserta konferensi sangat jelas sekali bahwa mereka ingin pesantren lebih maju dengan mengadaptasi, dan mengintegrasikan ilmu pesantren dengan keilmuan-keilmuan baru, tradisi baru, inovasi baru. Tidak mungkin pesantren akan menegasikan hal tersebut," beber Ketua Panitia Konferensi Internasional Pesantren, Syaifullah Maksum, Kamis (26/6/2025).
Syaifullah menyatakan, para peserta merekomendasikan agar pesantren bisa beradaptasi dengan perubahan tradisi yang baru. Menurutnya, pesantren akan dipinggirkan di dunia pendidikan jika terus berpaku pada ideologi dan keilmuan lama.
"Suka tidak suka, mau tidak mau, pesantren jelas akan terlibat dengan kemajuan zaman. Jika tidak terlibat dalam kemajuan, maka pesantren akan dipinggirkan," ujar Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB itu.
Selain menyesuaikan dengan tradisi yang berkembang, diperlukan sinergi regulasi. Pengembangan pesantren membutuhkan dukungan regulasi dari berbagai pihak, baik dari DPR maupun pemerintah.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Nilai Pesantren sebagai Jembatan Konvergensi Global
"Perlu instrumen, perlu regulasi, perlu support dari berbagai pihak. Dukungan pemerintahan, support teman-teman DPR, legislatif dan support juga dari pengasuh pesantren," paparnya.
Peserta konferensi juga merekomendasikan penguatan SDM pesantren. Hal itu sangat penting dilakukan agar pesantren siap bersaing dengan dunia luar. Maka, berbagai ketrampilan harus dikembangkan di pesantren.
Sedangkan rekomendasi keempat yang disampaikan adalah kemandirian ekonomi. Beberapa strategi yang bisa dilakukan ialah pendidikan dan pelatihan wirausaha, pengembangan unit usaha sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, kolaborasi dengan industri dan BUMN, pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce dan AI, optimalisasi aset, serta penguatan jaringan kewirausahaan antarpesantren.
Sementara itu, dalam pidato penutupan Konferensi Pesantren, Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya konferensi internasional pesantren ini.
Menurut dia, kegiatan ini selain mempererat silaturahim dengan para kiai dan pesantren, juga menjadi momen penting dalam mewujudkan transformasi pesantren.
"Kami bersyukur dan mengapresiasi kehadiran bapak dan ibu peserta Konferensi Internasional Transformasi Pesantren. Kehadiran bapak dan ibu para kiai, ibu nyai, dan perwakilan pesantren sangat penting untuk mewujudkan transformasi pesantren," ucap Cucun
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, pesantren juga harus cepat berubah. Untuk itu, transformasi pesantren harus dipercepat untuk kemandirian pesantren. Jika tidak cepat berubah, maka pesantren akan tertinggal.
"Transformasi pesantren harus dipercepat. PKB akan konsisten memperjuangkan pesantren. Hal itu yang akan terus kami suarakan di DPR RI," tandas Cucun.
Empat rekomendasi dan langkah konkret dari Konferensi Pesantren adalah revitalisasi tradisi, sinergi regulasi, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan kemandirian ekonomi. Empat hal penting itu bertujuan untuk menjadikan pesantren lebih maju dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Baca juga: Kejutan! Menag Naikkan Anggaran Pengembangan Pesantren hingga 240 Persen
"Rekomendasi peserta konferensi sangat jelas sekali bahwa mereka ingin pesantren lebih maju dengan mengadaptasi, dan mengintegrasikan ilmu pesantren dengan keilmuan-keilmuan baru, tradisi baru, inovasi baru. Tidak mungkin pesantren akan menegasikan hal tersebut," beber Ketua Panitia Konferensi Internasional Pesantren, Syaifullah Maksum, Kamis (26/6/2025).
Syaifullah menyatakan, para peserta merekomendasikan agar pesantren bisa beradaptasi dengan perubahan tradisi yang baru. Menurutnya, pesantren akan dipinggirkan di dunia pendidikan jika terus berpaku pada ideologi dan keilmuan lama.
"Suka tidak suka, mau tidak mau, pesantren jelas akan terlibat dengan kemajuan zaman. Jika tidak terlibat dalam kemajuan, maka pesantren akan dipinggirkan," ujar Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB itu.
Selain menyesuaikan dengan tradisi yang berkembang, diperlukan sinergi regulasi. Pengembangan pesantren membutuhkan dukungan regulasi dari berbagai pihak, baik dari DPR maupun pemerintah.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Nilai Pesantren sebagai Jembatan Konvergensi Global
"Perlu instrumen, perlu regulasi, perlu support dari berbagai pihak. Dukungan pemerintahan, support teman-teman DPR, legislatif dan support juga dari pengasuh pesantren," paparnya.
Peserta konferensi juga merekomendasikan penguatan SDM pesantren. Hal itu sangat penting dilakukan agar pesantren siap bersaing dengan dunia luar. Maka, berbagai ketrampilan harus dikembangkan di pesantren.
Sedangkan rekomendasi keempat yang disampaikan adalah kemandirian ekonomi. Beberapa strategi yang bisa dilakukan ialah pendidikan dan pelatihan wirausaha, pengembangan unit usaha sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, kolaborasi dengan industri dan BUMN, pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce dan AI, optimalisasi aset, serta penguatan jaringan kewirausahaan antarpesantren.
Sementara itu, dalam pidato penutupan Konferensi Pesantren, Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya konferensi internasional pesantren ini.
Menurut dia, kegiatan ini selain mempererat silaturahim dengan para kiai dan pesantren, juga menjadi momen penting dalam mewujudkan transformasi pesantren.
"Kami bersyukur dan mengapresiasi kehadiran bapak dan ibu peserta Konferensi Internasional Transformasi Pesantren. Kehadiran bapak dan ibu para kiai, ibu nyai, dan perwakilan pesantren sangat penting untuk mewujudkan transformasi pesantren," ucap Cucun
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, pesantren juga harus cepat berubah. Untuk itu, transformasi pesantren harus dipercepat untuk kemandirian pesantren. Jika tidak cepat berubah, maka pesantren akan tertinggal.
"Transformasi pesantren harus dipercepat. PKB akan konsisten memperjuangkan pesantren. Hal itu yang akan terus kami suarakan di DPR RI," tandas Cucun.
(shf)
Lihat Juga :