HUT ke-79 Bhayangkara, Polri Dinilai Perlu Transformasi Kelembagaan
Senin, 23 Juni 2025 - 17:24 WIB
loading...
Dialog Polri bertema Meningkatkan Integritas dan Profesionalisme Polri Melalui Penguatan Internalisasi Tribrata dan Catur Prasetya dalam Menghadapi Bhayangkara ke-79 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Arief Wicaksono Sudiotomo mengingatkan anggota Polri agar dalam melakukan tugasnya tidak saja berpedoman kepada Tribrata dan Catur Prasetya Polri. Menurut dia, anggota Polri juga perlu memegang teguh nilai-nilai yang menjadi perekat kebangsaan Indonesia.
Ia mengatakan ada UUD 1945, Pancasila, dan nilai-nilai luhur yang berkembang di masyarakat, yang bisa dijadikan Polri untuk merevitalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Hal itu dikatakannya dalam Dialog Polri bertema Meningkatkan Integritas dan Profesionalisme Polri Melalui Penguatan Internalisasi Tribrata dan Catur Prasetya dalam Menghadapi Bhayangkara ke-79 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2025).
"Pelayanan Polri sudah bagus tetapi harus terus ditingkatkan seiring tingginya ekspetasi dan perubahan di masyarakat," kata Arief Wicaksono.
Baca juga: Jelang HUT Bhayangkara ke-79, KPAI Harap Polri Jadi Penjaga dan Pelindung Anak
Direktur Pengkajian Kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila pada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Muhammad Sabri meyakini nilai-nilai Pancasila menjadi pelindung anggota-anggota Polri dalam mewujudkan Tribrata dan Catur Prasetya. "Nilai-nilai Pancasila otomatis teramalkan jika anggota Polri mewujudkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya," tutur Sabri.
Sementara itu, Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi menyarankan Polri melakukan transformasi kelembagaan dengan melakukan 4 reformasi. "Lakukan reformasi struktural, reformasi kultural, reformasi personal, dan reformasi pendidikan," kata Yuddy.
Ia meyakini jika keempat reformasi dilakukan, Polri akan dicintai rakyat, bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, dan lebih leluasa mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo mengakui selain nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya anggota Polri perlu merevitalisasikan nilai-nilai luhur yang berkembang di masyarakat, termasuk nilai-nilai religi.
"Jangan putus asa dengan penilaian publik. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Polri memiliki peluang mewujudkan harapan masyarakat," kata Langgeng.
Ia mengatakan ada UUD 1945, Pancasila, dan nilai-nilai luhur yang berkembang di masyarakat, yang bisa dijadikan Polri untuk merevitalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Hal itu dikatakannya dalam Dialog Polri bertema Meningkatkan Integritas dan Profesionalisme Polri Melalui Penguatan Internalisasi Tribrata dan Catur Prasetya dalam Menghadapi Bhayangkara ke-79 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2025).
"Pelayanan Polri sudah bagus tetapi harus terus ditingkatkan seiring tingginya ekspetasi dan perubahan di masyarakat," kata Arief Wicaksono.
Baca juga: Jelang HUT Bhayangkara ke-79, KPAI Harap Polri Jadi Penjaga dan Pelindung Anak
Direktur Pengkajian Kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila pada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Muhammad Sabri meyakini nilai-nilai Pancasila menjadi pelindung anggota-anggota Polri dalam mewujudkan Tribrata dan Catur Prasetya. "Nilai-nilai Pancasila otomatis teramalkan jika anggota Polri mewujudkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya," tutur Sabri.
Sementara itu, Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi menyarankan Polri melakukan transformasi kelembagaan dengan melakukan 4 reformasi. "Lakukan reformasi struktural, reformasi kultural, reformasi personal, dan reformasi pendidikan," kata Yuddy.
Ia meyakini jika keempat reformasi dilakukan, Polri akan dicintai rakyat, bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, dan lebih leluasa mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo mengakui selain nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya anggota Polri perlu merevitalisasikan nilai-nilai luhur yang berkembang di masyarakat, termasuk nilai-nilai religi.
"Jangan putus asa dengan penilaian publik. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Polri memiliki peluang mewujudkan harapan masyarakat," kata Langgeng.
(rca)
Lihat Juga :