Perang Iran vs Israel, PBNU Desak Penghentian Segera!

Senin, 23 Juni 2025 - 07:28 WIB
loading...
Perang Iran vs Israel,...
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyerukan penghentian segera perang antara Iran dan Israel, mengutuk serangan unilateral Israel terhadap Iran, dan mendorong jalur diplomasi. Foto/TVNU
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan penghentian segera perang antara Iran dan Israel yang terus memanas. Selain itu, PBNU mengutuk serangan unilateral Israel terhadap Iran dan mendorong seluruh pihak untuk menempuh jalur diplomasi demi menjaga perdamaian dan kemanusiaan global.

Sikap ini disampaikan PBNU dalam Surat Pernyataan resmi bernomor 4021/PB.03/A.II.07.68/99/06/2025, tertanggal 20 Juni 2025 M/24 Dzulhijjah 1446 H, yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal H Saifullah Yusuf.

Baca juga: 6 Keunggulan Bom Bunker Buster GBU-57 yang Digunakan AS Menghancurkan Fasilitas Nuklir Iran

"Eskalasi konflik militer yang dipicu serangan unilateral Israel atas Iran telah menimbulkan korban kemanusiaan yang besar dan berpotensi mengundang keterlibatan pihak-pihak lain, termasuk negara-negara besar,” demikian bunyi pernyataan dikutip, Senin (23/6/2025).



PBNU mengakui hak Iran sebagai negara berdaulat untuk mempertahankan diri, namun pada saat yang sama menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban sipil dan dampak global yang mungkin ditimbulkan.

PBNU juga meminta semua pihak mengupayakan de-eskalasi konflik serta mendesak dilakukan gencatan senjata secepat mungkin.

Selain itu, PBNU mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah-langkah politik internasional guna mendorong penyelesaian damai, serta menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera bertindak sebagai otoritas pemelihara perdamaian global dalam menghadapi rangkaian konflik bersenjata yang terjadi di berbagai kawasan, termasuk Iran-Israel, Rusia-Ukraina, dan Pakistan-India.

Baca juga: Pertama Kalinya, Iran Luncurkan Rudal Kheibar Shekan, 9.000 Warga Israel Mengungsi

Kemudian, PBNU juga mengajak warga Nahdlatul Ulama, umat Islam, bangsa Indonesia, dan seluruh umat manusia dari berbagai agama dan bangsa untuk memperkuat doa demi keselamatan peradaban dan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan.

Sikap ini telah ditegaskan sebelumnya oleh Gus Yahya saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Dalam pertemuan itu, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU memahami posisi Iran yang sedang berada dalam tekanan militer, namun ia tetap mendorong agar penyelesaian dilakukan secara diplomatik.

“Kami memahami hak Iran untuk membela diri. Namun PBNU berdiri pada prinsip bahwa segala konflik harus diselesaikan melalui jalan damai demi menyelamatkan peradaban manusia,” ujar Gus Yahya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved