Waspada Perang Dunia, Pengamat: Indonesia Wajib Punya Aset Teknologi Berdaulat

Minggu, 22 Juni 2025 - 19:12 WIB
loading...
A A A
Terkait pembenahan, sebelum memetakan langkah ke depan, Faizun mengingatkan pemerintah perlu mempelajari doktrin para aktor global utama. Ia menilai hal itu penting sebagai studi kasus dalam penciptaan nilai strategis. Amerika Serikat misalnya ujar Faizun, mengelola kemampuan sibernya seperti portofolio investasi yang terdiversifikasi.


"NSA, CIA, CISA, dan USCYBERCOM adalah aset yang berbeda dengan spesialisasi yang berbeda, mulai dari intelijen sinyal dan operasi rahasia hingga pertahanan infrastruktur sipil. Kekuatannya terletak pada R&D yang mendalam, meskipun birokrasi antar lembaga dapat menimbulkan gesekan," paparnya.

Sedangkan China menggunakan model monolitik kapitalis-negara. China menggunakan pendekatan yang sangat tersentralisasi, di mana garis antara militer, negara, dan industri menjadi kabur. Fokusnya adalah pada agresi ekonomi melalui pencurian kekayaan intelektual dan dominasi teknologi untuk keuntungan kompetitif jangka panjang.

"Model ini sangat efisien karena struktur komandonya yang terpadu, tetapi mengorbankan transparansi," urainya.

Ada pula model Inkubator Modal Ventura yang diterapkan Israel. Melalui entitas seperti Unit 8200 IDF, Israel berfungsi sebagai inkubator bakat siber paling efektif di dunia . Negara itu disebut Faizun "berinvestasi" pada individu melalui dinas militer. Setelah diberhentikan, para veteran ini mendirikan perusahaan teknologi pertahanan (seperti NSO Group) yang menjadi mesin ekspor bernilai miliaran dolar .

"Ini adalah model di mana pertahanan nasional secara langsung menyemai industri ekspor yang sangat menguntungkan," terangnya.

Dengan menyadari realitas fiskal Indonesia dan belajar dari doktrin-doktrin global tersebut, Indonesia menurut Faizun tidak punya pilihan selain menempuh jalan yang radikal dan cerdas.

"Saya mengusulkan pembentukan Aset Teknologi Berdaulat (Sovereign Technological Asset). Sebuah ekosistem industri pertahanan dan penyerangan siber nasional yang dibangun melalui konsolidasi nasional terpusat. Ini adalah paradigma dimana negara, di bawah komando strategis langsung Presiden, bertindak sebagai Kepala Arsitek dan investor tahap awal. Sektor swasta dengan semua inovasi dan ketangkasannya bertindak sebagai pengembang dan operator utama," ungkap Faizun.

"Di sini, kita harus memiliki keberanian untuk belajar dari efisiensi komando "Model China" tanpa perlu mengadopsi ideologi politiknya," lanjtlutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Prabowo dan Lukashenko...
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Prabowo Terima Pulpen...
Prabowo Terima Pulpen Emas dari Lukashenko saat Bertemu di Istana Merdeka
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Rekomendasi
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Tak Sekadar Fashion,...
Tak Sekadar Fashion, Kacamata Hitam Bisa Lindungi Mata dari Penyakit Ini
Profil Marc Cucurella,...
Profil Marc Cucurella, Mesin Assist Spanyol di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mendorong Kebijakan...
Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
Polda Metro Jaya Optimistis...
Polda Metro Jaya Optimistis Praperadilan Roy Suryo Ditolak Hakim
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Bukan Cuma Kinerja Keuangan,...
Bukan Cuma Kinerja Keuangan, Ini Alasan MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards Harapkan Pemenang Kategori Bisa Hadapi Tantangan di Tengah Situasi Dinamis
Kemensos Tindak Lanjuti...
Kemensos Tindak Lanjuti Temuan BPK atas 1.747 Pendamping PKH, Rp7,9 Miliar Harus Dikembalikan ke Negara
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved