Waspada Perang Dunia, Pengamat: Indonesia Wajib Punya Aset Teknologi Berdaulat

Minggu, 22 Juni 2025 - 19:12 WIB
loading...
A A A
Lebih jauh Faizun berpendapat, untuk proyek dengan signifikansi nasional ini diperlukan visi dan komando tunggal. Hal itu untuk mencegah terjadinya fragmentasi oleh kepentingan sektoral. Tujuannya, bukan saja menciptakan perisai tetapi juga menempa mesin ekonomi baru.

Fazun menyatakan pembuatan Open Source Intelligence (OSINT) sebagai Platform Business Intelligence Nasional sebagai salah satu langkah awal merealisasikan proyek itu. Platform OSINT yang bersifat proprietary akan berfungsi tidak hanya untuk security intelligence tetapi juga sebagai alat untuk analisis ekonomi, pelacakan sentimen pasar, dan penilaian risiko geopolitik. Hal itu menurutnya menjadi investasi dalam kemampuan analisis data skala makro.

"Dengan pasar OSINT global yang diproyeksikan bernilai hingga USD14,85 miliar pada 2024 dan berpotensi melampaui USD49 miliar pada tahun 2029, ini merupakan ceruk pasar yang harus kita masuki dan kuasai," pesannya.

Menurut Faizun kemampuan Zero Click sebagai instrumen penangkalan dan aset strategis bernilai tinggi adalah pilar yang paling sensitif namun paling vital. Kemampuan serangan zero click, seperti yang ditemukan dalam spyware Pegasus dikemukakannya mewakili puncak kekuatan serangan siber. Menguasai ini tak lantas digunakan Indonesia untuk agresi, tetapi sebagai instrumen penangkalan asimetris. Lebih dari itu, ini adalah bisnis perangkat lunak dengan margin tinggi.

"Dokumen sumber mengutip laporan biaya pengaturan awal Pegasus sebesar USD500.000, dengan lisensi untuk 10 target seharga USD650.000, ditambah biaya pemeliharaan tahunan sebesar 17-22% dari total nilai kontrak," beber Faizun.

"Pemerintah Meksiko dilaporkan menghabiskan hingga USD61 juta untuk teknologi ini . Mengembangkan kemampuan ini berarti menciptakan ekspor strategis yang dapat menghasilkan pendapatan non-pajak yang signifikan bagi negara," tandasnya.

Di akhir Faizun menekankan pemerintah mempertimbangkan pengeluaran pertahanan untuk juga dapat menjadikannya sebagai investasi dengan dampak ganda. Keamanan siber bukan lagi sekadar pos pengeluaran dalam anggaran negara. Keamanan siber harus diposisikan ulang sebagai investasi strategis dalam fondasi ekonomi masa depan kita.

"Investasi pada Aset Teknologi Berdaulat akan menghasilkan efek berganda yang dahsyat: menciptakan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi, mendorong ekosistem inovasi dalam negeri, menghasilkan pendapatan ekspor yang signifikan, dan yang terpenting, mengamankan seluruh aset ekonomi digital Indonesia yang bernilai triliunan rupiah," komentarnya.

"Inilah jalan untuk mengubah kerentanan menjadi kekuatan, dan ancaman menjadi peluang ekonomi. Inilah satu-satunya arsitektur pertahanan yang relevan dan berkelanjutan untuk mengamankan posisi Indonesia sebagai negara yang benar-benar berdaulat di era digital," ucap Faizun.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Rekomendasi
Kemarau Meluas, BNPB...
Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla Melanda 4 Daerah di Jawa Timur
Mendagri Hadiri Pembukaan...
Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Ford Gunakan AI untuk...
Ford Gunakan AI untuk Hidupkan Kembali Aurora Tahun 1964
Berita Terkini
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved