Prabowo Cerita soal Panglima GAM di SPIEF Rusia: Mantan Musuh Bisa Bersatu

Sabtu, 21 Juni 2025 - 00:59 WIB
loading...
Prabowo Cerita soal...
Presiden Prabowo Subianto menyinggung mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, Rusia, Jumat (20/6/2025). Foto/Setpres
A A A
RUSIA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, Rusia, Jumat (20/6/2025). Awalnya, Prabowo mendapatkan satu pertanyaan dari moderator mengenai sikap Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis global yang sarat ketegangan dan rivalitas.

Prabowo pun menjawab dengan mengutip tokoh inspirasinya yakni Nelson Mandela. “Nah, saya harus mengatakan di sini bahwa Nelson Mandela adalah salah satu ikon terbesar saya, pahlawan terbesar saya. Saya pikir beliau adalah sumber inspirasi,” ujar Prabowo.

Prabowo pun menekankan bahwa kebesaran Mandela bukan hanya karena keberaniannya menentang ketidakadilan, tetapi karena kemampuannya memaafkan dan berdamai dengan musuh-musuh lamanya setelah keluar dari penjara. “Dia dipenjara selama bertahun-tahun. Dia dijatuhi hukuman mati, atau diancam akan dijatuhi hukuman mati, dituduh banyak hal," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Tegaskan RI Nonblok di Depan Putin: 1.000 Teman Kurang, 1 Musuh Terlalu Banyak



"Dan pernyataannya yang terkenal adalah bahwa dia bersedia memberikan hidupnya demi prinsip kebebasan. Tetapi kehebatan Nelson Mandela adalah ketika dia keluar dari penjara, dia bekerja untuk rekonsiliasi dengan musuh-musuh lamanya,” sambungnya.

Prabowo kemudian mengaitkan nilai-nilai Nelson Mandela dengan perjalanan politik dan sejarah Indonesia, khususnya konflik bersenjata di Aceh. Dia pun menceritakan bahwa saat ini mantan Panglima GAM itu justru telah menjadi bagian dari Indonesia.

“Inilah kebesaran Nelson Mandela dan inilah yang saya coba terapkan juga dalam politik dalam negeri saya. Saya telah berdamai dengan banyak lawan politik saya sebelumnya. Misalnya, kami mengalami pemberontakan separatis yang sangat panjang di Aceh,” ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo di SPIEF 2025: Rusia dan China Tidak Pernah Memiliki Standar Ganda

“Sangat panjang, saya pikir hampir lebih dari 30 tahun. Tapi bayangkan, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka, yang memerangi kami selama lebih dari 25 tahun, kini bergabung dengan partai saya, dia ada di partai politik saya dan sekarang menjadi Gubernur Aceh, dan saya Presiden Indonesia. Ini menunjukkan bahwa mantan musuh bisa bersatu. Dan saya pikir ini adalah pelajaran dari Nelson Mandela,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menceritakan bahwa dirinya mantan prajurit selalu menjunjung tinggi perdamaian dan rekonsiliasi. Dia mengakui, sebagai tentara memahami secara mendalam nilai dari perdamaian dan pentingnya menghindari kekerasan yang tak berujung, sehingga mengedepankan negosiasi daripada saling membunuh.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya adalah mantan tentara. Dan sebagai mantan tentara, saya benar-benar memahami nilai dari perdamaian dan rekonsiliasi. Sebagai mantan tentara, saya selalu mencoba, bahkan dari dulu, selalu mencoba untuk bernegosiasi. Negosiasi, negosiasi, negosiasi. Lebih baik berbicara daripada saling membunuh. Ini adalah posisi saya. Selalu bicara, selalu bernegosiasi,” tegasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Jaring Bibit Unggul...
Jaring Bibit Unggul Olahraga, Program Pengembangan Atlet Sasar Kaum Muda
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved