Prabowonomics dan Tantangan Terbesar di Era Perang Global

Jum'at, 20 Juni 2025 - 22:59 WIB
loading...
Prabowonomics dan Tantangan...
Global Research on Economics, Advance Technology and Politics (GREAT) Institute, lembaga yang digagas Syahganda Nainggolan menggelar diskusi bertema Prabowonomics dan Tantangan Terbesar di Era Perang Global. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Global Research on Economics, Advance Technology and Politics (GREAT) Institute, lembaga yang digagas Syahganda Nainggolan menggelar diskusi bertema Prabowonomics dan Tantangan Terbesar di Era Perang Global. Diskusi tersebut menghadirkan Fuad Bawazier, mantan Menteri Keuangan dan Komisaris Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID) sebagai narasumber utama.

Salah satu kesimpulan dalam diskusi tersebut menyatakan bahwa kehadiran negara untuk menguasai kembali aset-aset strategis bangsa seperti tambang-tambang, ladang minyak, perkebunan, dan lainnya untuk dikuasai dan dikelola demi kepentingan kemakmuran rakyat, merupakan sebuah keharusan. Hal itu merujuk pada berbagai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan Pasal 33 UUD 1945.

Kesimpulan lainnya adalah Pemerintahan Prabowo Subianto direkomendasikan untuk secepatnya melakukan industrialisasi yang berhubungan dengan kedaulatan pangan serta energi. Sedangkan kesimpulan ketiga adalah pemerintah perlu mengantisipasi ketegangan global yang mendorong kecenderungan pilihan sekutu politik.

Baca juga: Syahganda Sebut Pengentasan Kemiskinan oleh Prabowo Merupakan Kerja Ideologis



Kecenderungan pilihan Prabowo Subianto untuk lebih dekat ke Rusia, China, dan negara-negara BRICS, dibandingkan barat, mempunyai konsekuensi yang harus dikaji lebih dalam. Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan membuka diskusi dengan menekankan bahwa Prabowo menerima amanah sebagai Presiden Republik Indonesia pada masa yang paling penuh tantangan dalam sejarah modern.

“Kondisi dunia tengah mengarah pada perang global, yang kini telah nyata terjadi di berbagai kawasan, dari Gaza hingga Laut China Selatan. Multilateralisme runtuh, blok-blok kekuasaan kembali menguat,” ujarnya di Kantor GREAT Institute, Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Sementara itu, Fuad Bawazier dalam ceramahnya meminta agar tidak ada dikotomi Orde Baru, Orde Lama, maupun rezim-rezim setelah reformasi dalam melihat Pasal 33 UUD 45 tersebut. Sebab, kata dia, sepanjang pasal itu masih ada dalam konstitusi, maka harus dilaksanakan.

Menurutnya, sejauh ini komitmen Prabowo melaksanakan amanat Pasal 33 UUD 45 itu tampak nyata. Fuad Bawazier dalam paparannya menegaskan bahwa Prabowonomics berpijak pada semangat Pasal 33 UUD 1945.

Ia mengkritik keras kerusakan sektor sumber daya alam pascareformasi, dan menegaskan bahwa jika Pasal 33 tidak dijalankan dengan serius, lebih baik dihapus saja agar bangsa ini tidak terus menerus menjadi bangsa hipokrit.

Diskusi itu juga dihadiri sejumlah tokoh seperti Hatta Taliwang, Adhie Massardi, Zarmansyah, Dian Fatwa, Helmy Fauzi, Adhamsky Pangeran, Rauf Purnama, Jumhur Hidayat, Bursah Zarnubi, dan Musa Rajekshah.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Rekomendasi
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Berita Terkini
Hakim Sebut Andrie Yunus...
Hakim Sebut Andrie Yunus Rendahkan Wibawa Pengadilan karena Tak Pernah Hadiri Sidang
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved