Wali Nanggroe Aceh: 4 Pulau Itu Teritori Aceh, Masalah Ada Gas Minyak Itu Perkara lain!
Rabu, 18 Juni 2025 - 06:55 WIB
loading...
Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menegaskan 4 pulau Aceh yang sebelumnya masuk Sumatera Utara merupakan teritori Aceh. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar mengaku belum mengetahui langkah selanjutnya terkait pengelolaan empat pulau yang telah kembali ke tangan Aceh dari Sumatera Utara (Sumut). Empat pulau itu yakni Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang.
Ia juga mengaku belum tahu sumber daya alam yang terkandung dalam pulau tersebut.
Baca juga: 4 Pulau Sengketa Disahkan Jadi Milik Aceh, Ini Pertimbangan Pemerintah
"Kita belum tahu lagi ya apakah ada tidak (sumber daya alam), karena kalau di Aceh semuanya sedang dicari. Banyak daerah yang dicari," tutur Malik Mahmud saat ditemui di kediaman Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025).
Malik Mahmud menilai, sumber daya alam di empat pulau itu juga tengah dicari. Apalagi, kata dia, di sejumlah daerah Aceh memiliki kandungan minyak.
"Kemungkinan daerah itu juga dicari. Ada juga daerah lain sudah dapat, karena dia ada minyak. Jadi itu kemungkinan akan datang," tuturnya.
Baca juga: Mendagri Revisi Kepmendagri soal Kepemilikan 4 Pulau, Jusuf Kalla: Jadi Pembelajaran
Terlepas dari itu, ia lebih memilih keempat pulau it masuk wilayah administratif Aceh. Terkait potensi kandungan sumber daya alam, kata Malik Mahmud, itu masalah lain
"Jadi yang perlu bagi kita sekarang itu bahwa pulau itu adalah teritori Aceh. Masalah ada gas minyak itu perkara lain," terang Malik Mahmud.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan empat pulau yang menjadi sengketa antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) milik Aceh. Empat pulau itu yakni Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang.
Keputusan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
"Pemerintah dibimbing langsung oleh Pak Presiden, tapi kita mengadakan rapat terbatas dalam rangka mencari jalan keluar terhadap permasalahan dinamika empat Pulau di Sumatera Utara dan di Aceh," kata Prasetyo.
Konferensi pers tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.
Ia juga mengaku belum tahu sumber daya alam yang terkandung dalam pulau tersebut.
Baca juga: 4 Pulau Sengketa Disahkan Jadi Milik Aceh, Ini Pertimbangan Pemerintah
"Kita belum tahu lagi ya apakah ada tidak (sumber daya alam), karena kalau di Aceh semuanya sedang dicari. Banyak daerah yang dicari," tutur Malik Mahmud saat ditemui di kediaman Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025).
Malik Mahmud menilai, sumber daya alam di empat pulau itu juga tengah dicari. Apalagi, kata dia, di sejumlah daerah Aceh memiliki kandungan minyak.
"Kemungkinan daerah itu juga dicari. Ada juga daerah lain sudah dapat, karena dia ada minyak. Jadi itu kemungkinan akan datang," tuturnya.
Baca juga: Mendagri Revisi Kepmendagri soal Kepemilikan 4 Pulau, Jusuf Kalla: Jadi Pembelajaran
Terlepas dari itu, ia lebih memilih keempat pulau it masuk wilayah administratif Aceh. Terkait potensi kandungan sumber daya alam, kata Malik Mahmud, itu masalah lain
"Jadi yang perlu bagi kita sekarang itu bahwa pulau itu adalah teritori Aceh. Masalah ada gas minyak itu perkara lain," terang Malik Mahmud.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan empat pulau yang menjadi sengketa antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) milik Aceh. Empat pulau itu yakni Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang.
Keputusan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
"Pemerintah dibimbing langsung oleh Pak Presiden, tapi kita mengadakan rapat terbatas dalam rangka mencari jalan keluar terhadap permasalahan dinamika empat Pulau di Sumatera Utara dan di Aceh," kata Prasetyo.
Konferensi pers tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.
(shf)
Lihat Juga :