Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel ke Iran

Jum'at, 13 Juni 2025 - 16:05 WIB
loading...
Indonesia Kutuk Keras...
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia prihatin dan mengutuk serangan Israel terhadap Iran. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia prihatin dan mengutuk serangan Israel terhadap Iran. Menurutnya, jika kedua pihak tidak menahan diri akan memperburuk situasi.

"Kita prihatin ya, maksudnya kita juga mengutuk sampai ini terjadi," tegas Menlu kepada awak media, Jumat (13/6/2025).

Pada kesempatan itu, Menlu menilai bahwa serangan Israel terhadap Iran akan berimplikasi khususnya membuat ketegangan di wilayah Timur Tengah (Timteng). "Tentu saja akan banyak implikasi, dalam arti kalau tidak semua pihak bisa menahan diri tentu ini akan memperburuk situasi," katanya.

Menlu pun berharap bahwa ketegangan Israel dengan Iran tidak berlanjut karena hanya akan semakin memperburuk situasi. Dia juga memastikan akan memonitor kondisi di Iran.

Baca Juga: Iran Balas Dendam, Lebih dari 100 Pesawat Nirawak Serang Israel

"Kita berharap yang terburuk tidak terjadi, karena itu kita akan monitor terus," pungkas politikus Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran juga telah memastikan perlindungan terhadap 383 WNI di Iran

Kemlu mengatakan bahwa tercatat ada 383 WNI yang saat ini menetap di Iran. Sebelumnya, Kemlu dan KBRI Tehran telah menyusun rencana kontingensi pelindungan WNI di Iran dan telah menetapkan status Siaga 2 sejak bulan Juli 2024.

Bagi para WNI di Iran yang mengalami situasi kedaruratan agar segera menghubungi hotline KBRI Tehran di nomor +989024668889.



Perang Israel dan Iran pecah, Jumat (13/6/2025). Militer Zionis resmi meluncurkan serangan udara ke negara Islam tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa Angkatan Udara Israel telah melakukan "serangan pencegahan" ke Iran. Media Iran melaporkan ledakan terjadi di Teheran. Ada juga laporan intersepsi rudal oleh sistem pertahanan udara Teheran.

Setelah itu, Iran meluncurkan lebih dari 100 pesawat nirawak ke Israel pada hari Jumat (13/6/2025). Ini sebagai pembalasan setelah militer Zionis membombardir banyak lokasi di Republik Islam tersebut, termasuk fasilitas nuklirnya dan situs militer.

Juru bicara militer Israel Effie Defrin mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Semua susunan pertahanan [udara] telah beroperasi untuk mencegat ancaman." "Ini adalah peristiwa yang berbeda dengan apa yang telah kita alami sejauh ini, dan kita memperkirakan jam-jam yang sulit," imbuh dia, seperti dikutip Middle East Eye.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Prabowo Kunjungi Prancis...
Prabowo Kunjungi Prancis saat Iduladha, Menlu Sugiono: Undangan dari Presiden Macron yang Sempat Tertunda
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved