Tak Hanya Bongkar Muat, Pelabuhan Bertransformasi Memanfaatkan Teknologi AI
Jum'at, 13 Juni 2025 - 09:29 WIB
loading...
Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal Edi Priyanto memberikan materi Pelindo Mengajar di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (12/6/2025). Foto: Ist
A
A
A
TANJUNG PINANG - Transformasi pelabuhan menjadi hal paling penting saat ini. Lebih dari 80 persen distribusi barang dunia melalui laut.
Karenanya dengan jumlah hampir 12 miliar ton setiap tahun, pelabuhan menjadi simpul strategis dalam rantai pasok global, pelabuhan pun harus efisien, adaptif, serta ramah lingkungan.
Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal Edi Priyanto menyikapi pentingnya urgensi transformasi logistik dan pelabuhan. Transformasi mulai dari upaya struktur organisasi pascamerger empat BUMN kepelabuhanan di tahun 2021 yang membuat perusahaan mengelola lebih dari 160 unit bisnis di 32 provinsi.
Kemudian, membagi layanan menjadi empat kluster yakni layanan petikemas, nonpetikemas, logistik hinterland, serta marine & equipment. “Bisnis utama pelabuhan bukan lagi hanya soal pengelolaan bongkar muat. Pelabuhan kini dituntut menerapkan teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan untuk menyederhanakan proses logistik,” ujar Edi pada Pelindo Mengajar di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (12/6/2025).
Termasuk perdagangan e-commerce yang meningkat, krisis geopolitik, dan isu keberlanjutan membuat pelabuhan tak bisa lagi dijalankan dengan pendekatan konvensional. Karenanya, Pelindo juga menekankan pentingnya implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Beberapa program yang kami jalankan antara lain elektrifikasi alat pelabuhan, pengelolaan limbah, konservasi pesisir, serta pelatihan wirausaha bagi pelaku UMKM di kawasan pelabuhan. Bahkan kuliah umum ini juga bagian dari Program TJSL Pelindo yang fokus di tiga sektor yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kelestarian lingkungan,” katanya.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Sodikin menambahkan Pelindo Mengajar merupakan implementasi program TJSL Pelindo dalam memperluas akses pengetahuan maritim ke masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kami ingin memastikan anak-anak muda, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan dan dekat pelabuhan memahami peran vital pelabuhan dalam ekonomi nasional. Dengan begitu, mereka bisa ikut ambil bagian dan berkontribusi di masa depan,” ujarnya.
Kepada para mahasiswa, Edi menunjukkan dokumentasi program penanaman mangrove dan penataan kampung pesisir yang sudah dan sedang berjalan di berbagai daerah.
“Pelabuhan bukan hanya gerbang perdagangan, tapi juga bagian dari ekosistem lingkungan dan sosial masyarakat pesisir,” ucapnya.
Karenanya dengan jumlah hampir 12 miliar ton setiap tahun, pelabuhan menjadi simpul strategis dalam rantai pasok global, pelabuhan pun harus efisien, adaptif, serta ramah lingkungan.
Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal Edi Priyanto menyikapi pentingnya urgensi transformasi logistik dan pelabuhan. Transformasi mulai dari upaya struktur organisasi pascamerger empat BUMN kepelabuhanan di tahun 2021 yang membuat perusahaan mengelola lebih dari 160 unit bisnis di 32 provinsi.
Kemudian, membagi layanan menjadi empat kluster yakni layanan petikemas, nonpetikemas, logistik hinterland, serta marine & equipment. “Bisnis utama pelabuhan bukan lagi hanya soal pengelolaan bongkar muat. Pelabuhan kini dituntut menerapkan teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan untuk menyederhanakan proses logistik,” ujar Edi pada Pelindo Mengajar di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (12/6/2025).
Termasuk perdagangan e-commerce yang meningkat, krisis geopolitik, dan isu keberlanjutan membuat pelabuhan tak bisa lagi dijalankan dengan pendekatan konvensional. Karenanya, Pelindo juga menekankan pentingnya implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Beberapa program yang kami jalankan antara lain elektrifikasi alat pelabuhan, pengelolaan limbah, konservasi pesisir, serta pelatihan wirausaha bagi pelaku UMKM di kawasan pelabuhan. Bahkan kuliah umum ini juga bagian dari Program TJSL Pelindo yang fokus di tiga sektor yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kelestarian lingkungan,” katanya.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Sodikin menambahkan Pelindo Mengajar merupakan implementasi program TJSL Pelindo dalam memperluas akses pengetahuan maritim ke masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kami ingin memastikan anak-anak muda, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan dan dekat pelabuhan memahami peran vital pelabuhan dalam ekonomi nasional. Dengan begitu, mereka bisa ikut ambil bagian dan berkontribusi di masa depan,” ujarnya.
Kepada para mahasiswa, Edi menunjukkan dokumentasi program penanaman mangrove dan penataan kampung pesisir yang sudah dan sedang berjalan di berbagai daerah.
“Pelabuhan bukan hanya gerbang perdagangan, tapi juga bagian dari ekosistem lingkungan dan sosial masyarakat pesisir,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :