Klarifikasi Polemik Good Looking, Menag Bandingkan dengan Pola Penyusupan Intelijen
Selasa, 08 September 2020 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
"Karena pada saat jam kerja ASN hanya berhadapan dengan masjid, tidak ada ibadah lain yang dilakukan pada saat jam kerja. Jadi kalau saya bicara rumah ibadah kemudian saya bicara lebih lanjut tentang masjid, karena masjid yang digeluti ASN pada saat hari kerjanya, tidak ada gereja di situ dan dan rumah ibadah lainnya," jawab Menag.
(Baca juga: BPK: Penanganan Covid-19 Rawan Terjadi Penyalahgunaan Kekuasaan ).
Menag menjelaskan, hampir semua ASN melaksanakan ibadah salat di masjid dan saat salat Zuhur pasti ada kultum dan saat salat Jumat ada khutbah. Jadi, pengurus masjid juga sebaiknya dari kalangan ASN karena kalau dari luar akan riskan. Dia pun menyebut soal mewaspadai paham radikalisme lewat memasukkan orang ke dalam masjid di lingungan kementerian/lembaga (K/L).
"Kalau punya niat tidak baik dengan memasukkan anak-anak dengan good looking, punya pengetahuan agama baik, bahasa Arab baik, sehingga orang akan tertarik. Kemudian setelah itu mulai mengembangkan ajarannya," terangnya.
Karena, sambung Fachrul, karena kultum selepas salat Zuhur bisa memakan waktu 20-30 menit, maka tidak mungkin jika pengurus masjid yang memberi kultum. Sehingga, pengurus masjid pun membutuhkan orang. Namun, bukan berarti dirinya anti dengan orang yang good looking, pandai berbahasa Arab, agama, dan menghafal Quran. Tapi lebih kepada kehati-hatian dalam memilih orang sebagai pengisi ceramah di masjid.
(Baca juga: BPK: Penanganan Covid-19 Rawan Terjadi Penyalahgunaan Kekuasaan ).
Menag menjelaskan, hampir semua ASN melaksanakan ibadah salat di masjid dan saat salat Zuhur pasti ada kultum dan saat salat Jumat ada khutbah. Jadi, pengurus masjid juga sebaiknya dari kalangan ASN karena kalau dari luar akan riskan. Dia pun menyebut soal mewaspadai paham radikalisme lewat memasukkan orang ke dalam masjid di lingungan kementerian/lembaga (K/L).
"Kalau punya niat tidak baik dengan memasukkan anak-anak dengan good looking, punya pengetahuan agama baik, bahasa Arab baik, sehingga orang akan tertarik. Kemudian setelah itu mulai mengembangkan ajarannya," terangnya.
Karena, sambung Fachrul, karena kultum selepas salat Zuhur bisa memakan waktu 20-30 menit, maka tidak mungkin jika pengurus masjid yang memberi kultum. Sehingga, pengurus masjid pun membutuhkan orang. Namun, bukan berarti dirinya anti dengan orang yang good looking, pandai berbahasa Arab, agama, dan menghafal Quran. Tapi lebih kepada kehati-hatian dalam memilih orang sebagai pengisi ceramah di masjid.
Lihat Juga :