Buka Indo Defence 2024, Presiden Prabowo Sebut Try Sutrisno Sesepuh TNI
Rabu, 11 Juni 2025 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan menyebutkan Indo Defence atau pameran alat utama sistem senjata (Alutsista) yang digelar 11-14 Juni 2025 akan diikuti sebanyak 55 negara dan 1180 perusahaan.
Baca juga: Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma
“Kalau tidak salah sudah ada 13, 13 Menteri Pertahanan yang tentu akan hadir di dalam kegiatan ini. Dan banyak negara, 55 negara, dan ada 1180 perusahaan yang akan terlibat di dalam Indo Defence. Baik di dalam, baik perusahaan dalam negeri, dan ada 32, 32 pavilion dari negara. 32 negara yang punya stil pavilion,” kata Donny, Rabu, 4 Juni 2025.
Donny menekankan, tujuan dari forum ini bukan sekadar bisnis pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia, sebagaimana amanat dalam Pembukaan UUD 1945.
“Kita semua tahu bahwa global stability, peace itu sangat kita harapkan untuk perdamaian, untuk kesejahteraan. Kalau enggak damai, enggak stabil suatu negara, suatu kawasan, ya nonsense kita bisa mendapatkan kesejahteraan, ekonomi enggak akan berkembang. Sehingga ini menjadi harapan kita semua, enggak hanya Indonesia saja, tapi semua negara,” imbuhnya.
Baca juga: Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma
“Kalau tidak salah sudah ada 13, 13 Menteri Pertahanan yang tentu akan hadir di dalam kegiatan ini. Dan banyak negara, 55 negara, dan ada 1180 perusahaan yang akan terlibat di dalam Indo Defence. Baik di dalam, baik perusahaan dalam negeri, dan ada 32, 32 pavilion dari negara. 32 negara yang punya stil pavilion,” kata Donny, Rabu, 4 Juni 2025.
Donny menekankan, tujuan dari forum ini bukan sekadar bisnis pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia, sebagaimana amanat dalam Pembukaan UUD 1945.
“Kita semua tahu bahwa global stability, peace itu sangat kita harapkan untuk perdamaian, untuk kesejahteraan. Kalau enggak damai, enggak stabil suatu negara, suatu kawasan, ya nonsense kita bisa mendapatkan kesejahteraan, ekonomi enggak akan berkembang. Sehingga ini menjadi harapan kita semua, enggak hanya Indonesia saja, tapi semua negara,” imbuhnya.
(cip)
Lihat Juga :