Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma

Rabu, 11 Juni 2025 - 08:20 WIB
loading...
Tahajud di Medan Operasi,...
Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Agus Rohman merupakan salah satu prajurit yang terlibat dalam pembebasan sandera di Mapenduma Papua. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Agus Rohman merupakan salah satu tokoh militer di Indonesia yang memiliki karier mentereng dengan segudang prestasi. Abituren Akademi Militer (Akmil) 1988 dari satuan Infanteri ini tercatat sebagai Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) yang kenyang dengan pengalaman tempur di medan operasi.

Mulai dari Operasi Seroja di Timor Timur (Timtim) yang sekarang bernama Timor Leste, operasi penumpasan kelompok bersenjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM), hingga operasi pembebasan 11 peneliti dari Ekspedisi Lorentz yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1996.

Selain dikenal sebagai Jenderal TNI yang kenyang dengan pengalaman tempur, Agus Rohman juga merupakan sosok yang religius dan taat beribadah. Tak heran jika doa-doa yang dipanjatkannya menembus langit sehingga pasukan yang dipimpinnya sukses dalam menjalankan tugas operasi.

Kisah ketaatan Letjen TNI Purn Agus Rohman tersebut terangkum dalam buku biografi berjudul "Panglima dari Bandung Selatan, 88 Praktik Kepemimpinan Ala Mayjen TNI H Agus Rohman, S.I.P., M.I.P", yang dikutip SindoNews, Rabu (11/6/2025).

Baca juga: Kisah Menegangkan Letjen TNI (Purn) Agus Rohman Antar Segepok Uang dalam Misi Berbahaya ke Timor Timur

Dalam buku tersebut diceritakan, Agus Rohman yang kala itu masih berpangkat Kapten Inf dan betugas di Batalyon Infanteri Linud 330/TD dilibatkan dalam Operasi Mapenduma di bawah pimpinan Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma


Saat diterjunkan di medan operasi, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 15 Agustus 1963 ini tidak pernah melupakan kewajibannya menunaikan salat lima waktu. Tidak hanya itu, Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga tidak ketinggalan melaksanakan Tahajud di tengah malam, memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Buka Indo Defence 2025 Hari Ini

Dalam operasi tersebut, Agus Rohman mendapat tugas membebaskan 11 peneliti dari Ekspedisi Lorentz yang diculik dan disandera oleh OPM pimpinan Kelly Kwalik pada 8 Januari 1996. Kapten Inf. Agus Rohman membawa satu kompi pasukan yang berjumlah 125 orang. Namun saat di daerah tugas dia hanya memipin beberapa prajurit saja karena sisanya diperbantukan ke Kompi Yonif 328 dan Yonif 305 dan sebagainya.

“Mohon Petunjuk. Dan!” ujar Kapten Inf. Agus Rohman

“Kamu dan pasukan mu ikut dalam pembebasan sandera,” perintah Mayjen TNI Prabowo Subianto.

Tepat pukul 09.99 WIT, Tim Pandawa 1 yang dipimpin Kapten Inf. Agus Rohman sekaligus Dankipan C Yonif Linud 330/TD Kostrad berkekuatan 25 prajurit mulai melakukan perburuan terhadap OPM di belantara hutan Papua. Dengan formasi tempur, setapak demi setapak Kapten Inf. Agus Rohman menyusuri terjalnya tebing dan sungai di pedalaman Papua.

Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma


Menjelang siang, Kapten Inf. Agus Rohman kemudian memerintahkan tim untuk istirahat dan melaksanakan Salat Dzuhur. Tidak hanya itu, dia juga meminta Sertu Tukiyo untuk membuat Daerah Penyelamatan. Selanjutnya, Kapten Inf. Agus Rohman bersama Pratu Ngatirin menelusuri hulu sungai hingga sejauh 700 meter.

Saat itu, Kapten Inf. Agus Rohman menemukan jejak yang baru ditinggalkan dengan tanda bekas kaki yang menginjak lumpur dengan air yang masih keruh, dan rumput yang terinjak baru berdiri lagi. Temuan itu menambah kecurigaan Kapten Inf. Agus Rohman dan mengajak anggotanya kembali ke Daerah Penyelamatan bergabung dengan pasukannya yang lain.

Setibanya di Daerah Penyelamatan, Kapten Inf. Agus Rohman kemudian melaksanakan Salat Maghrib di pinggiran Sungai Kilmit. Rasa lelah dan kantuk karena malam sebelumnya tidak tidur, membuat Kapten Inf. Agus Rohman terlelap ditenda bivak.

Tepat pukul 01.30 WIT, Kapten Inf. Agus Rohman terbangun. Di tengah dinginnya hawa pegunungan Papua yang menusuk tulang, Kapten Inf. Agus Rohman keluar tenda untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan Salat Isya dilanjutkan dengan Salat Tahajud. Memohon kepada Sang Pencipta Alam semesta agar pasukannya diberi keselamatan dan diberikan keberhasilan.

Keesokan harinya, Kapten Inf. Agus Rohman membagi pasukannya menjadi dua kelompok. Kelompok 1 yang dipimpinnya berjumlah 12 orang. Sedangkan kelompok 2 dipimpin Sertu Fariki berjumlah 13 orang bertahan di Daerah Penyelamatan. Setelah pembagian kelompok, Kapten Inf. Agus Rohman kemudian melakukan pengejaran dan penelusuran jejak yang telah ditemukan.

Setelah 7 jam mengesan jejak, tepat pukul 14.30 WIT Kapten Inf. Agus Rohman kembali menemukan jejak berupa buah merah, plastik bekas bungkus permen, dan pembalut wanita. Kuat dugaan, jejak itu merupakan jejak OPM yang membawa sandera ke puncak gunung. Sebab daerah tersebut tidak ada permukiman penduduk dan tidak ada tanda-tanda kehidupan selain tumbuhan. Dan bungkus permen itu merupakan milik sandera yang diperoleh dari lembaga kemanusiaan International Committee of the Red Cross (ICRC), karena beberapa hari sebelumnya mereka melakukan negosiasi di daerah Geselema.

Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma


Saat tengah menyiapkan tenda untuk beristirahat, tiba-tiba Kapten Inf. Agus Rohman mendengar suara tembakan Grenade Launcher Module (GLM). Seketika terdengar panggilan melalui HT pascom dari Sertu Farikhi.

“Danki tolong Danki, kami diserang, kami ditembaki!” kata Sertu Farikhi

Mendengar pasukannya di Daerah Penyelamatan diserang OPM, Kapten Inf. Agus Rohman langsung memutuskan untuk turun membantu pasukannya. “Apabila tidak segera membantu atau terlambat, saya khawatir anggota yang di bawah sudah dibantai semua dan senjata dirampas OPM. Itu akan menjadi penyelesaian seumur hidup,” pikirnya.

Dengan cekatan Kapten Inf. Agus Rohman bersama pasukannya berlari dari batu ke batu, meloncati air terjun, menerobos lebatnya hutan Papua yang berkabut. Kondisi medan yang berat tak menghalangi tekad pasukan Agus Rohman untuk membantu prajuritnya dan membebaskan sandera. Upaya perbantuan berhasil, sebagian OPM yang bertemu pasukan Pandawa 1 langsung melarikan diri.

Baku tembak Kapten Inf. Agus Rohman dengan kelompok bersenjata OPM pun tak terelakkan. Untuk menggentarkan OPM dan menaikkan moril prajuritnya di Daerah Penyelematan,Kapten Inf. Agus Rohman memerintahkan pasukannya menembak GLM kea rah yang aman, agar tidak mengenai dan melukai sandera.

Setelah terlibat baku tembak cukup sengit dengan kelompok bersenjata OPM, pasukan Kapten Inf. Agus Rohman akhirnya berhasil membebaskan 9 dari 11 sandera yang diculik OPM. Sementara 2 sandera lainnya yakni, Yosias dan Navi tewas karena dibacok oleh OPM yang melarikan diri.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Infografis
10 Presiden Tertua di...
10 Presiden Tertua di Dunia yang Menjabat saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved