Mensesneg: Kita Lebih Fokus Selesaikan Masalah daripada Bahas Reshuffle
Selasa, 10 Juni 2025 - 16:26 WIB
loading...
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini masih belum ada reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini masih belum ada reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menuturkan, kabinet masih fokus berupaya menyelesaikan masalah-masalah.
“Belum ada. Semua sedang fokus bekerja dengan bidangnya masing-masing. Tadi kan Saudara juga perhatikan ya. Ada beberapa masalah di kementerian. lintas kementerian, Kementerian ESDM, Kehutanan, Lingkungan Hidup. Itu juga nyangkut di Pariwisata,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan Selasa (10/6/2025).
Menurutnya, saat ini masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Pemerintah, lanjut dia, sedang fokus menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Baca juga: Ditanya Isu Reshuffle Kabinet, Bahlil: Ya Kita Serahkan Hewan Kurban Dulu
“Masih banyak masalah, PR yang harus kita selesaikan. Jadi kita lebih fokus ke menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi bersama-sama, daripada sekadar membahas reshuffle, reshuffle. Karena memang juga itu tidak ada di dalam pemikiran kita untuk melakukan reshuffle,” tegas dia.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hanya membahas isu kesehatan nasional saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025. Pemanggilan Budi Gunadi Sadikin oleh Presiden Prabowo tidak membahas masalah reshuffle kursi Menkes yang santer diisukan.
"Dalam pertemuan Presiden dengan Menkes pada Selasa kemarin sih, kita hanya membicarakan sejumlah isu kesehatan nasional," kata Teddy, Rabu (4/6/2025).
Teddy menjelaskan, Presiden Prabowo dan Menkes membahas mengenai penambahan jumlah dokter umum maupun dokter spesialis di Tanah Air. "Salah satunya, terkait penambahan jumlah dokter, baik dokter umum atau pun dokter spesialis, untuk mengisi kebutuhan tenaga medis di seluruh Tanah Air. Juga, terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan dokter," ujarnya.
Teddy menegaskan jika yang dirinya catat pada saat pertemuan kemarin hanya seputar isu kesehatan nasional. Sementara terkait pernyataan Menkes Budi yang sempat menuai kontoversi, Teddy menegaskan dirinya sudah pernah membicarakan itu kepada Budi.
"Terkait pernyataan Pak Menkes yang ramai dibahas di media sosial, saya sudah membicarakan langsung dengan Pak Menkes sebelumnya," pungkasnya.
“Belum ada. Semua sedang fokus bekerja dengan bidangnya masing-masing. Tadi kan Saudara juga perhatikan ya. Ada beberapa masalah di kementerian. lintas kementerian, Kementerian ESDM, Kehutanan, Lingkungan Hidup. Itu juga nyangkut di Pariwisata,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan Selasa (10/6/2025).
Menurutnya, saat ini masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Pemerintah, lanjut dia, sedang fokus menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Baca juga: Ditanya Isu Reshuffle Kabinet, Bahlil: Ya Kita Serahkan Hewan Kurban Dulu
“Masih banyak masalah, PR yang harus kita selesaikan. Jadi kita lebih fokus ke menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi bersama-sama, daripada sekadar membahas reshuffle, reshuffle. Karena memang juga itu tidak ada di dalam pemikiran kita untuk melakukan reshuffle,” tegas dia.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hanya membahas isu kesehatan nasional saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025. Pemanggilan Budi Gunadi Sadikin oleh Presiden Prabowo tidak membahas masalah reshuffle kursi Menkes yang santer diisukan.
"Dalam pertemuan Presiden dengan Menkes pada Selasa kemarin sih, kita hanya membicarakan sejumlah isu kesehatan nasional," kata Teddy, Rabu (4/6/2025).
Teddy menjelaskan, Presiden Prabowo dan Menkes membahas mengenai penambahan jumlah dokter umum maupun dokter spesialis di Tanah Air. "Salah satunya, terkait penambahan jumlah dokter, baik dokter umum atau pun dokter spesialis, untuk mengisi kebutuhan tenaga medis di seluruh Tanah Air. Juga, terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan dokter," ujarnya.
Teddy menegaskan jika yang dirinya catat pada saat pertemuan kemarin hanya seputar isu kesehatan nasional. Sementara terkait pernyataan Menkes Budi yang sempat menuai kontoversi, Teddy menegaskan dirinya sudah pernah membicarakan itu kepada Budi.
"Terkait pernyataan Pak Menkes yang ramai dibahas di media sosial, saya sudah membicarakan langsung dengan Pak Menkes sebelumnya," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :