Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan lewat Percepatan Transformasi SDM
Rabu, 04 Juni 2025 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
Managing Director Draeger Indonesia, Ratna Kurniawati, mengatakan, kesiapan tenaga kesehatan perlu dilakukan lebih dulu sebelum implementasi teknologi kesehatan. Hal ini sangat penting untuk memastikan teknologi kesehatan dapat digunakan secara maksimal dan dapat memberi layanan kesehatan sesuai dengan yang diharapkan.
"Salah satu upaya memaksimalkan kontribusi tersebut adalah melalui peningkatan kompetensi para pengguna produk kami, yaitu tenaga kesehatan," kata kata Ratna, Rabu (4/6/2025).
Draeger memiliki inisiatif berupa program edukasi berkelanjutan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir yang fokus pada pembinaan dokter muda dan residen.
"Ini merupakan bagian dari komitmen mendukung pengembangan tenaga kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan nasional yang lebih baik di masa depan. Inisiatif ini dijalankan dengan menggandeng berbagai asosiasi kedokteran dan kedepannya kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung transformasi SDM kesehatan dalam negeri,” tambah Ratna.
Kali ini, Draeger Indonesia bekerja sama dengan Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI) dalam proses pendidikan berkelanjutan untuk mengadakan dua kegiatan workshop.
Pertama, mengenai pengenalan mesin anestesi yang ditujukan untuk para dokter anestesi dan telah dimulai pada 9 Mei 2025. Kedua, mengenai Basic Ventilator yang ditujukan untuk para dokter umum dan anestesi yang bekerja di ICU, dan telah dimulai pada 18 Mei 2025.
Kegiatan workshop akan dilakukan di 17 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang memiliki Program Studi (PRODI) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Workshop kepada para dokter anestesi dan terapi intensif harus terus dilakukan mengingat instalasi alat anestesi produksi Draeger telah diimplementasikan di 1.208 rumah sakit di Indonesia dan terus bertambah.
"Salah satu upaya memaksimalkan kontribusi tersebut adalah melalui peningkatan kompetensi para pengguna produk kami, yaitu tenaga kesehatan," kata kata Ratna, Rabu (4/6/2025).
Draeger memiliki inisiatif berupa program edukasi berkelanjutan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir yang fokus pada pembinaan dokter muda dan residen.
"Ini merupakan bagian dari komitmen mendukung pengembangan tenaga kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan nasional yang lebih baik di masa depan. Inisiatif ini dijalankan dengan menggandeng berbagai asosiasi kedokteran dan kedepannya kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung transformasi SDM kesehatan dalam negeri,” tambah Ratna.
Kali ini, Draeger Indonesia bekerja sama dengan Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI) dalam proses pendidikan berkelanjutan untuk mengadakan dua kegiatan workshop.
Pertama, mengenai pengenalan mesin anestesi yang ditujukan untuk para dokter anestesi dan telah dimulai pada 9 Mei 2025. Kedua, mengenai Basic Ventilator yang ditujukan untuk para dokter umum dan anestesi yang bekerja di ICU, dan telah dimulai pada 18 Mei 2025.
Kegiatan workshop akan dilakukan di 17 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang memiliki Program Studi (PRODI) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Workshop kepada para dokter anestesi dan terapi intensif harus terus dilakukan mengingat instalasi alat anestesi produksi Draeger telah diimplementasikan di 1.208 rumah sakit di Indonesia dan terus bertambah.
Lihat Juga :