Megawati Bertemu Prabowo-Gibran, Dasco: Adem Suasananya
Rabu, 04 Juni 2025 - 14:34 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di sela Peringatan Hari Lahir Pancasila. Foto/Dok BPMI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengomentari pertemuan Presiden Prabowo Subianto , Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri . Pertemuan itu terjadi pada Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025).
"Ya kan kemarin itu adalah peringatan Hari Lahir Pancasila kan. Nah, sehingga acara yang kemarin diselenggarakan oleh BPIP itu karena memang ada Keppresnya untuk dirayakan bersama," ucap Dasco kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).
Dasco menyebut suasana pertemuan itu bagus. Bahkan, ia menyebut bahwa suasana pertemuan terlihat adem. "Kan kalau lihat di situ ada Presiden, ada Bu Mega, ada Wakil Presiden, kan adem suasananya. Ya suasana yang bagus menurut saya," ucap dia.
Baca Juga: Momen Pertemuan Prabowo, Gibran, dan Megawati yang Mencuri Perhatian Publik
Kendati demikian, Dasco menilai hal ini tak serta-merta menjadi tanda PDIP hendak masuk kabinet pemerintahan Prabowo. Menurutnya, belum ada pembicaraan terkait hal itu.
"Ya saya rasa belum, ya, belum ada pembicaraan apa-apa Saya rasa terlalu jauh dikait-kaitkan dengan Hari Lahir Pancasila, kemudian dikaitkan dengan koalisi begitu," tandas dia.
Sebelumnya, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra merespons keakraban Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri jelang dimulainya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025) pagu. Dedi mengungkapkan tanda-tanda Koalisi Prabowo-Mega menguat.
"Fondasi kebersamaan PDIP dan Presiden Prabowo sudah ada, tinggal memupuk dan mengintegrasikan kepentingan," ujar Dedi kepada SindoNews, Senin (2/6/2025).
Menurut Dedi, posisi Puan Maharani di Parlemen Senayan jelas jalan rekonsiliasi PDIP dan Prabowo. Terlebih, lanjut Dedi, intensitas pertemuan dan keakraban Prabowo-Megawati kian mengesankan.
"Sebaliknya, Prabowo sudah tidak lagi intens dengan Jokowi. Ini penanda hubungan menguat antara Megawati dan Prabowo," ungkap Dedi.
Dedi melihat pujian dan sapaan akrab Prabowo itu juga bisa dibaca sebagai gestur keluwesan Prabowo ke Megawati, mengesankan hilangnya atau berkurangnya kecanggungan.
"Situasi ini bisa menjadi penentu masuknya PDIP ke pemerintah, jika PDIP bergabung, peluang parpol oposisi tersisa bergabung juga besar," pungkasnya.
"Ya kan kemarin itu adalah peringatan Hari Lahir Pancasila kan. Nah, sehingga acara yang kemarin diselenggarakan oleh BPIP itu karena memang ada Keppresnya untuk dirayakan bersama," ucap Dasco kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).
Dasco menyebut suasana pertemuan itu bagus. Bahkan, ia menyebut bahwa suasana pertemuan terlihat adem. "Kan kalau lihat di situ ada Presiden, ada Bu Mega, ada Wakil Presiden, kan adem suasananya. Ya suasana yang bagus menurut saya," ucap dia.
Baca Juga: Momen Pertemuan Prabowo, Gibran, dan Megawati yang Mencuri Perhatian Publik
Kendati demikian, Dasco menilai hal ini tak serta-merta menjadi tanda PDIP hendak masuk kabinet pemerintahan Prabowo. Menurutnya, belum ada pembicaraan terkait hal itu.
"Ya saya rasa belum, ya, belum ada pembicaraan apa-apa Saya rasa terlalu jauh dikait-kaitkan dengan Hari Lahir Pancasila, kemudian dikaitkan dengan koalisi begitu," tandas dia.
Sebelumnya, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra merespons keakraban Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri jelang dimulainya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025) pagu. Dedi mengungkapkan tanda-tanda Koalisi Prabowo-Mega menguat.
"Fondasi kebersamaan PDIP dan Presiden Prabowo sudah ada, tinggal memupuk dan mengintegrasikan kepentingan," ujar Dedi kepada SindoNews, Senin (2/6/2025).
Menurut Dedi, posisi Puan Maharani di Parlemen Senayan jelas jalan rekonsiliasi PDIP dan Prabowo. Terlebih, lanjut Dedi, intensitas pertemuan dan keakraban Prabowo-Megawati kian mengesankan.
"Sebaliknya, Prabowo sudah tidak lagi intens dengan Jokowi. Ini penanda hubungan menguat antara Megawati dan Prabowo," ungkap Dedi.
Dedi melihat pujian dan sapaan akrab Prabowo itu juga bisa dibaca sebagai gestur keluwesan Prabowo ke Megawati, mengesankan hilangnya atau berkurangnya kecanggungan.
"Situasi ini bisa menjadi penentu masuknya PDIP ke pemerintah, jika PDIP bergabung, peluang parpol oposisi tersisa bergabung juga besar," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :