Sahroni: Sekali Lagi Ditegaskan, Tak Ada Ruang untuk Premanisme!
Selasa, 03 Juni 2025 - 20:51 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam para oknum ormas yang masih menggunakan cara premanisme. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam para oknum ormas yang masih menggunakan cara premanisme . Politikus Nasdem menyoroti sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara oknum anggota ormas dengan TNI yang viral di media sosial.
“Ormas kan harusnya menjadi mitra masyarakat dan negara, tapi kalau justru menyebar ketegangan, sok jagoan, maka harus ditertibkan,” tegas Sahroni dalam keterangannya, Selasa (3/6/2025).
Selain itu, Sahroni menilai sikap oknum ormas yang memprovokasi tentara dengan menggeber-geber motor bahkan sampai menendang mobil tersebut sangat tidak bisa diterima. Karena, menurut dia, provokasi yang dilakukan oknum ormas tersebut sangat bisa berujung bentrok.
Baca juga: Publik Puas atas Kinerja Polri Tindak Premanisme, Kapolri Jenderal Sigit Dipuji
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap negara karena negara dianggap membiarkan premanisme berbaju organisasi,” kata Sahroni.
Sahroni meminta pihak kepolisian meringkus para provokator yang menyulut kerusuhan tersebut. “Jadi saya minta polisi segera tangkap para provokator di video itu,” tuturnya.
“Kita tidak bisa bersikap permisif terhadap bentuk-bentuk penghadangan, pelecehan, atau konfrontasi terhadap aparat negara. Dan kita juga sedang gencar-gencarnya menertibkan oknum ormas seperti ini. Jadi sekalian sikat aja semuanya biar paham aturan,” pungkas Sahroni.
Diketahui, ketegangan antara oknum anggota ormas dengan TNI itu terjadi di Pertigaan Salaman, Magelang, Jawa Tengah, saat oknum anggota ormas berpapasan dengan anggota TNI Yonif 403.
Ketegangan meningkat ketika oknum anggota ormas menggeber knalpot, memicu reaksi anggota TNI yang turun dari truk. Meskipun situasi sempat memanas, bentrokan fisik dapat dihindari dan TNI berusaha menertibkan oknum anggota ormas yang terlibat.
“Ormas kan harusnya menjadi mitra masyarakat dan negara, tapi kalau justru menyebar ketegangan, sok jagoan, maka harus ditertibkan,” tegas Sahroni dalam keterangannya, Selasa (3/6/2025).
Selain itu, Sahroni menilai sikap oknum ormas yang memprovokasi tentara dengan menggeber-geber motor bahkan sampai menendang mobil tersebut sangat tidak bisa diterima. Karena, menurut dia, provokasi yang dilakukan oknum ormas tersebut sangat bisa berujung bentrok.
Baca juga: Publik Puas atas Kinerja Polri Tindak Premanisme, Kapolri Jenderal Sigit Dipuji
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap negara karena negara dianggap membiarkan premanisme berbaju organisasi,” kata Sahroni.
Sahroni meminta pihak kepolisian meringkus para provokator yang menyulut kerusuhan tersebut. “Jadi saya minta polisi segera tangkap para provokator di video itu,” tuturnya.
“Kita tidak bisa bersikap permisif terhadap bentuk-bentuk penghadangan, pelecehan, atau konfrontasi terhadap aparat negara. Dan kita juga sedang gencar-gencarnya menertibkan oknum ormas seperti ini. Jadi sekalian sikat aja semuanya biar paham aturan,” pungkas Sahroni.
Diketahui, ketegangan antara oknum anggota ormas dengan TNI itu terjadi di Pertigaan Salaman, Magelang, Jawa Tengah, saat oknum anggota ormas berpapasan dengan anggota TNI Yonif 403.
Ketegangan meningkat ketika oknum anggota ormas menggeber knalpot, memicu reaksi anggota TNI yang turun dari truk. Meskipun situasi sempat memanas, bentrokan fisik dapat dihindari dan TNI berusaha menertibkan oknum anggota ormas yang terlibat.
(rca)
Lihat Juga :