Kepala BPIP: Pancasila Fondasi Moral dan Etika Penyelenggara Negara
Selasa, 03 Juni 2025 - 12:53 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wapres Gibran Rakabuming Raka memperingati Hari Lahir Pancasila. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan. Sebab Pancasila merupakan fondasi moral dan etika seluruh penyelenggara negara.
Hal itu dikatakan Kepala BPIP Yudian Wahyudi saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 yang ke-80 tahun di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin, 2 Juni 2025.
Upacara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Hadir pula Presiden ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri; Wapres ke-6 RI sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno; serta Wapres ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla (JK).
Tampak juga Menteri Kabinet Merah Putih, Pimpinan Lembaga Negara, Duta Besar (Dubes) dan perwakilan negara sahabat, jajaran pimpinan BPIP, serta undangan lainnya. Masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Air hingga diaspora di luar negeri juga turut menyaksikan jalannya upacara secara langsung melalui siaran televisi nasional dan platform media streaming.
Baca juga: Ingatkan Pejabat Agar Berbenah, Prabowo: Jangan Anggap Negara Ini Bisa Ditipu
Rangkaian upacara dimulai dengan masuknya Komandan Upacara Kolonel Mar Ahmad Hadi Al-Hasny. Setelah laporan upacara, Presiden Prabowo tiba di mimbar dan memimpin penghormatan kebesaran serta mengheningkan cipta.
Kemudian, pembacaan Teks Pancasila dilakukan oleh Ketua MPR Ahmad Muzani dan Teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dan pembacaan doa disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Baca juga: 12 Mayjen TNI Dipindah Jenderal Agus Subiyanto Akhir Mei 2025, Ini Nama-namanya
Yudian menjelaskan, kegiatan ini menjadi peneguhan atas komitmen kebangsaan dan pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Yudian, peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 yang mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” ini diharapkan mampu menegaskan pentingnya internalisasi nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan.
“Melalui tema ini, kami ingin menegaskan Pancasila adalah fondasi moral dan etika bagi seluruh penyelenggara negara yang wajib diamalkan untuk membangun integritras, profesionalitas, serta mencegah berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu, figur penyelenggara negara harus mempu tampil menjadi subjek teladan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat,” tegasnya, Selasa (3/6/2025).
Yudian juga menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk memperingati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita memperingati 80 tahun Hari Lahir Pancasila. Satu momen historis bangsa untuk memperingati Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, serta pandangan hidup bangsa yang harus diketahui asal-usulnya dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, sehingga Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelasnya.
Hal itu dikatakan Kepala BPIP Yudian Wahyudi saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 yang ke-80 tahun di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin, 2 Juni 2025.
Upacara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Hadir pula Presiden ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri; Wapres ke-6 RI sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno; serta Wapres ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla (JK).
Tampak juga Menteri Kabinet Merah Putih, Pimpinan Lembaga Negara, Duta Besar (Dubes) dan perwakilan negara sahabat, jajaran pimpinan BPIP, serta undangan lainnya. Masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Air hingga diaspora di luar negeri juga turut menyaksikan jalannya upacara secara langsung melalui siaran televisi nasional dan platform media streaming.
Baca juga: Ingatkan Pejabat Agar Berbenah, Prabowo: Jangan Anggap Negara Ini Bisa Ditipu
Rangkaian upacara dimulai dengan masuknya Komandan Upacara Kolonel Mar Ahmad Hadi Al-Hasny. Setelah laporan upacara, Presiden Prabowo tiba di mimbar dan memimpin penghormatan kebesaran serta mengheningkan cipta.
Kemudian, pembacaan Teks Pancasila dilakukan oleh Ketua MPR Ahmad Muzani dan Teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dan pembacaan doa disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Baca juga: 12 Mayjen TNI Dipindah Jenderal Agus Subiyanto Akhir Mei 2025, Ini Nama-namanya
Yudian menjelaskan, kegiatan ini menjadi peneguhan atas komitmen kebangsaan dan pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Yudian, peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 yang mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” ini diharapkan mampu menegaskan pentingnya internalisasi nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan.
“Melalui tema ini, kami ingin menegaskan Pancasila adalah fondasi moral dan etika bagi seluruh penyelenggara negara yang wajib diamalkan untuk membangun integritras, profesionalitas, serta mencegah berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu, figur penyelenggara negara harus mempu tampil menjadi subjek teladan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat,” tegasnya, Selasa (3/6/2025).
Yudian juga menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk memperingati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita memperingati 80 tahun Hari Lahir Pancasila. Satu momen historis bangsa untuk memperingati Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, serta pandangan hidup bangsa yang harus diketahui asal-usulnya dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, sehingga Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :