Momen Pertemuan Prabowo, Gibran, dan Megawati yang Mencuri Perhatian Publik
Selasa, 03 Juni 2025 - 07:27 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di sela Peringatan Hari Lahir Pancasila. Foto/Dok BPMI
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto , Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka , dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri bertemu dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025). Pertemuan ketiganya dalam forum resmi tersebut mencuri perhatian publik, termasuk petinggi partai politik (parpol).
Diketahui, Megawati juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Karena itu, kehadirannya dalam momen Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila memang hal biasa. Namun, tetap saja pertemuan tersebut menjadi perhatian publik dan politikus.
"Suasana pertemuan di antara Presiden Prabowo dengan Presiden Kelima Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarnoputri, berlangsung sangat akrab. Penuh kekeluargaan dan saling banyak bercanda," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani seusai upacara.
Baca Juga: Megawati Bertemu Prabowo-Gibran, Hidayat Nur Wahid: Baik untuk Persatuan Bangsa
Bahkan, Muzani mengungkapkan dari penglihatannya bahwa kedua tokoh juga saling berbisik-bisik. "Di antara keduanya juga ada berbisik, yang saya terus terang belum tahu apa yang dibisikkan," katanya.
"Tapi keakraban, kekeluargaan penuh mewarnai dan menjadi pemandangan di depan mata kami," tambah Muzani.
Muzani pun mengaku senang dengan para pemimpin bangsa yang rukun. "Sekarang itu kami bersyukur, bergembira dan bersenang karena pemimpin-pemimpin bangsa semuanya saling tegur sapa, saling bersalaman dan saling ngobrol."
Baca Juga: Apresiasi Megawati Kembali Bertemu Prabowo, Golkar: Lain Waktu Bisa Kumpul Bareng Pak SBY dan Pak Jokowi
Muzani juga mengungkap Wapres Gibran dan Megawati sempat berbincang santai di Holding Room, Gedung Pancasila. Muzani mengatakan, mereka pun sempat bergurau bersama dengan Presiden Prabowo Subianto. "Iya, bercanda di antara kita. Yang ada di holding. ada saya, ada Pak Prabowo," kata Muzani.
Muzani juga mengungkap isi perbincangan Megawati dan Gibran. Gibran sempat menanyakan kabar Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) tersebut. "Iya, bertanya, menanyakan kesehatan Ibu (Megawati), segala macam," ucapnya.
Sekjen Partai Gerindra ini pun juga menjelaskan posisi duduk Gibran dan Megawati saling berhadapan. Keduanya pun juga sempat bersenda gurau. "Berhadapan (duduk Gibran dan Megawati). Iya bercanda-canda juga," katanya.
Menurut Hermawi, sudah selayaknya para pemimpin itu menjaga tali silaturahmi dan mempunyai hubungan harmonis. Tujuannya, kata dia, untuk mengoptimalkan pembangunan bangsa. "Tentang relasi antar pimpinan bangsa, emang seharusnya semakin harmonis agar seluruh energi kita sebagai sebuah bangsa dikerahkan untuk mengoptimalkan pembangunan menuju kesejahteraan," kata Hermawi.
Hermawi mengatakan, pertemuan ketiganya terjadi di forum resmi. "Oh, itu kan upacara, ceremony resmi. Mereka bareng karena sama-sama diundang. Kita melihatnya baik untuk kemajuan bangsa ke depan," pungkasnya.
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai momen Megawati bertemu Prabowo-Gibran menjadi sesuatu yang baik untuk persatuan bangsa. Hal itu, kata dia, tak lain untuk mengimplementasikan butir di Pancasila.
"Saya kira mudah-mudahan ini adalah sebuah isyarat yang baik untuk persatuan bangsa, untuk komitmen melaksanakan seluruh butir-butir Pancasila," kata HNW saat dihubungi, Senin (2/6/2025).
Wakil Ketua MPR RI ini menilai, pertemuan para elite itu merupakan hal baik di tengah situasi global yang tak pasti. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini juga butuh semangat kebersamaan dan persatuan seperti yang tertuang dalam Pancasila.
"Saya rasa kehadiran bersama Bu Mega membersamai Pak Prabowo sekalipun peringatan Pancasila-nya yang 1 Juni menjadi tanggal 2 Juni, saya kira itu tetap menggambarkan bahwa persatuan memang mereka pentingkan dan kesatuan juga sangat diperhatikan," tutur HNW.
Petinggi Partai Golkar juga angkat bicara tentang bertemunya kembali Prabowo dan Megawati. Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji menyambut positif kebersamaan kedua tokoh nasional tersebut. Ia menyebut, ini sebagai bagian dari merawat hubungan yang baik.
"Bagus, dong. Selain ini adalah peringatan penting, kehadiran Bu Mega bisa merawat hubungan baik antarsesama tokoh yang pernah jadi presiden," kata Sarmuji kepada wartawan.
Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI itu pun berharap, Megawati juga akan bersedia jika para tokoh yang pernah memimpin bangsa ini tengah melaksanakan kumpul bareng. "Lain waktu bisa kumpul bareng bersama tokoh lain seperti Pak SBY dan Pak Jokowi. Kalau itu terjadi, Indonesia jadi tambah asrep," ujarnya. (Binti Mufarida, Achmad Al Fiqri, Felldy Utama).
Diketahui, Megawati juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Karena itu, kehadirannya dalam momen Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila memang hal biasa. Namun, tetap saja pertemuan tersebut menjadi perhatian publik dan politikus.
"Suasana pertemuan di antara Presiden Prabowo dengan Presiden Kelima Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarnoputri, berlangsung sangat akrab. Penuh kekeluargaan dan saling banyak bercanda," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani seusai upacara.
Baca Juga: Megawati Bertemu Prabowo-Gibran, Hidayat Nur Wahid: Baik untuk Persatuan Bangsa
Bahkan, Muzani mengungkapkan dari penglihatannya bahwa kedua tokoh juga saling berbisik-bisik. "Di antara keduanya juga ada berbisik, yang saya terus terang belum tahu apa yang dibisikkan," katanya.
"Tapi keakraban, kekeluargaan penuh mewarnai dan menjadi pemandangan di depan mata kami," tambah Muzani.
Muzani pun mengaku senang dengan para pemimpin bangsa yang rukun. "Sekarang itu kami bersyukur, bergembira dan bersenang karena pemimpin-pemimpin bangsa semuanya saling tegur sapa, saling bersalaman dan saling ngobrol."
Baca Juga: Apresiasi Megawati Kembali Bertemu Prabowo, Golkar: Lain Waktu Bisa Kumpul Bareng Pak SBY dan Pak Jokowi
Muzani juga mengungkap Wapres Gibran dan Megawati sempat berbincang santai di Holding Room, Gedung Pancasila. Muzani mengatakan, mereka pun sempat bergurau bersama dengan Presiden Prabowo Subianto. "Iya, bercanda di antara kita. Yang ada di holding. ada saya, ada Pak Prabowo," kata Muzani.
Muzani juga mengungkap isi perbincangan Megawati dan Gibran. Gibran sempat menanyakan kabar Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) tersebut. "Iya, bertanya, menanyakan kesehatan Ibu (Megawati), segala macam," ucapnya.
Sekjen Partai Gerindra ini pun juga menjelaskan posisi duduk Gibran dan Megawati saling berhadapan. Keduanya pun juga sempat bersenda gurau. "Berhadapan (duduk Gibran dan Megawati). Iya bercanda-canda juga," katanya.
Respons Parpol
Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim menyambut baik pertemuan ketiga tokoh tersebut. "Kehadiran Mega di acara Hari Pancasila adalah hal yang baik dan positif buat bangsa," ujar Hermawi saat dihubungi, Senin (2/6/2025).Menurut Hermawi, sudah selayaknya para pemimpin itu menjaga tali silaturahmi dan mempunyai hubungan harmonis. Tujuannya, kata dia, untuk mengoptimalkan pembangunan bangsa. "Tentang relasi antar pimpinan bangsa, emang seharusnya semakin harmonis agar seluruh energi kita sebagai sebuah bangsa dikerahkan untuk mengoptimalkan pembangunan menuju kesejahteraan," kata Hermawi.
Hermawi mengatakan, pertemuan ketiganya terjadi di forum resmi. "Oh, itu kan upacara, ceremony resmi. Mereka bareng karena sama-sama diundang. Kita melihatnya baik untuk kemajuan bangsa ke depan," pungkasnya.
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai momen Megawati bertemu Prabowo-Gibran menjadi sesuatu yang baik untuk persatuan bangsa. Hal itu, kata dia, tak lain untuk mengimplementasikan butir di Pancasila.
"Saya kira mudah-mudahan ini adalah sebuah isyarat yang baik untuk persatuan bangsa, untuk komitmen melaksanakan seluruh butir-butir Pancasila," kata HNW saat dihubungi, Senin (2/6/2025).
Wakil Ketua MPR RI ini menilai, pertemuan para elite itu merupakan hal baik di tengah situasi global yang tak pasti. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini juga butuh semangat kebersamaan dan persatuan seperti yang tertuang dalam Pancasila.
"Saya rasa kehadiran bersama Bu Mega membersamai Pak Prabowo sekalipun peringatan Pancasila-nya yang 1 Juni menjadi tanggal 2 Juni, saya kira itu tetap menggambarkan bahwa persatuan memang mereka pentingkan dan kesatuan juga sangat diperhatikan," tutur HNW.
Petinggi Partai Golkar juga angkat bicara tentang bertemunya kembali Prabowo dan Megawati. Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji menyambut positif kebersamaan kedua tokoh nasional tersebut. Ia menyebut, ini sebagai bagian dari merawat hubungan yang baik.
"Bagus, dong. Selain ini adalah peringatan penting, kehadiran Bu Mega bisa merawat hubungan baik antarsesama tokoh yang pernah jadi presiden," kata Sarmuji kepada wartawan.
Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI itu pun berharap, Megawati juga akan bersedia jika para tokoh yang pernah memimpin bangsa ini tengah melaksanakan kumpul bareng. "Lain waktu bisa kumpul bareng bersama tokoh lain seperti Pak SBY dan Pak Jokowi. Kalau itu terjadi, Indonesia jadi tambah asrep," ujarnya. (Binti Mufarida, Achmad Al Fiqri, Felldy Utama).
(zik)
Lihat Juga :