Syahganda Nainggolan Sebut GREAT Institute Mitra Strategis Pemikiran Prabowo yang Progresif Revolusioner

Senin, 02 Juni 2025 - 22:20 WIB
loading...
Syahganda Nainggolan...
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - GREAT Institute, lembaga pemikiran yang mengusung keberanian intelektual dan integritas riset, mendukung pemikiran Presiden Prabowo Subianto yang sangat progresif revolusioner dan berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia. Lembaga yang digagas sejumlah tokoh, termasuk aktivis senior Syahganda Nainggolan ini akan diluncurkan Selasa (3/6/2025).

GREAT adalah singkatan dari Global Research on Economics, Advance Technology and Politics. Lembaga ini digagas Syahganda Nainggolan, yang menjabat Ketua Dewan Direktur, bersama sejumlah tokoh termasuk M Jumhur Hidayat sebagai Ketua Dewan Pembina. Peluncuran lembaga tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali tradisi berpikir jernih dan ideologis di tengah dinamika kebijakan nasional yang semakin kompleks.

Syahganda menjelaskan bahwa lembaga ini tidak dibangun untuk menjadi pelengkap wacana, melainkan mitra berpikir strategis yang berakar pada data, refleksi, dan cita-cita pendiri bangsa. "Lembaga ini didirikan untuk menjadi mitra berpikir strategis pemikiran Presiden Prabowo Subianto yang sangat progresif revolusioner dan berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia," kata Syahganda dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).

Baca Juga: Syahganda Nainggolan Lihat Presiden Prabowo Berpeluang Jadi Pemimpin Dunia

Dia mengatakan, GREAT Institute percaya bahwa keberanian berpikir, ideologis, dan kejujuran dalam menyuarakan realitas adalah bagian penting dari kerja membangun bangsa. Dia menambahkan, GREAT akan memposisikan diri sebagai institusi yang terbuka terhadap dialog dan kemitraan dengan berbagai kalangan, tanpa kehilangan independensi dan arah nilai.

"Kami tidak hadir untuk ditunggangi siapa pun, melainkan untuk memperkaya opsi kebijakan melalui pendekatan yang ideologis, rasional dan progresif. Ruang nalar harus diperluas untuk kepentingan rakyat, bukan malah disempitkan," ujarnya.

Dia menegaskan, peluncuran ini tidak hanya menandai lahirnya sebuah lembaga, melainkan juga semangat baru dalam kehidupan intelektual bangsa yang berpihak pada rakyat. Lembaga ini akan menjadi laboratorium gagasan yang menempatkan kebijaksanaan pro-rakyat sebagai fondasi utama dalam menjawab tantangan zaman.

Sebagai bagian dari langkah awal, telah digelar beberapa kegiatan, antara lain kuliah umum bertajuk GREAT Lecture dengan menghadirkan Greg Poulgrain, sejarawan asal Australia yang dikenal kritis terhadap ketimpangan pembangunan global. Selain itu, diundang pula Utkarsh Saxena, ahli artificial intelligence dalam hukum pidana asal Oxford University untuk berbicara dan menjelaskan sistem peradilan yang bersih, berbasis teknologi tercanggih saat ini.

Selain itu, juga telah melakukan pembahasan tentang Prabowonomics bersama para ekonom terkemuka Indonesia, antara lain, Hatta Rajasa, Anthony Budiawan, Tito Sulistiyo, Dian Masyita, dan Perdana Wahyu Santosa. Lembaga ini juga telah membentuk sejumlah desk tematik, masing-masing menggarap isu-isu strategis seperti ekonomi kerakyatan, energi dan ketahanan pangan, transformasi digital, serta geopolitik dan diplomasi.

Tim di setiap desk terdiri dari para peneliti lintas generasi yang memiliki pengalaman lapangan maupun akademik. Mereka akan memproduksi naskah kebijakan, riset mendalam, dan membuka ruang partisipasi publik melalui forum-forum tematik.

Seiring peluncuran resminya, GREAT Institute juga akan menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dan internasional. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat basis data kebijakan dan memperluas jaringan intelektual yang relevan dengan kerja kebangsaan.



Bagi Syahganda, peluncuran lembaga ini merupakan angin segar yang menghadirkan kembali ruang nalar yang jernih dan produktif. Syahganda mengatakan, bangsa ini tidak butuh lebih banyak retorika, tapi lebih banyak pikiran yang tenang dan bernas.

“Kami ingin agar kebijakan tidak lagi disusun dalam ruang tertutup dan sekadar menguntungkan segelintir orang kaya yang dekat dengan kekuasaan, melainkan dalam cahaya pemikiran yang bisa diuji oleh publik," ujarnya berharap lembaga inimenjadi ruang rujukan baru bagi siapa pun yang ingin berpikir jernih, merumuskan solusi, dan membangun Indonesia dengan kejujuran, keberanian, dan pro-rakyat.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Rekomendasi
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Berita Terkini
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved