Ramai Tokoh Eksternal Masuk Radar Caketum PPP, Rommy Disebut Tak Obral Partai
Senin, 02 Juni 2025 - 13:51 WIB
loading...
Jelang Muktamar PPP pada September 2025, sejumlah tokoh luar (ekstenal) partai disebut-sebut masuk radar partai untuk menjadi bakal calon ketua umum partai. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Jelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada September 2025, sejumlah tokoh luar (ekstenal) partai disebut-sebut masuk radar partai untuk menjadi bakal calon ketua umum partai.
Munculnya tokoh eksternal partai antara lain diungkapkan Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy atau Rommy. Namun, langkah Rommy dianggap sebagian kader dan pengurus partai sebagai manuver politik pribadi.
Wasekjen PPP Rapih Herdiansyah membantah partai tengah membidik tokoh eksternal menjadi ketum. Rapih menuding justeru Rommy sendiri yang tengah mencari figur di luar partai dan rencana itu bukan dari keinginan partai.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Tangerang Ahyani menyebut apa yang dilakukan Rommy merupakan bentuk ikhtiar untuk mengembalikan PPP ke parlemen pascagagal di Pemilu 2024. Rommy disebutnya bukan menjual atau mengobral partai.
Baca juga: 9 Tokoh Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP, Ada Jokowi dan Anies
"Justru orang yang suka menggunakan istilah obral atau dagangan itu ya dia sendiri itu pedagangnya. Tapi seakan-akan tuduhannya dialamatkan ke orang lain," ujarnya kepada SindoNews, Senin (2/6/2025).
Ahyani menganggap, Rommy merupakan figur yang berpengalaman di partai di mana pernah menjadi ketua umum, sekjen hingga anggota DPR 2 periode, sehingga perlu didengar masukannya.
"Memang realistis PPP wajib melakukan perubahan, jika PPP tetap dikelola dengan manajemen kepemimpinan yang ada saat ini, mustahil PPP bisa bangkit kembali," ucapnya.
Baca juga: PPP Jakbar Minta Romahurmuziy Menahan Diri Bercawe-cawe Ria Jelang Muktamar
"Saya pernah jadi anggota DPRD dua periode, berarti dua kali masa kepemimpinan, jadi saya juga bisa merasakan bagaimana susah payah untuk berjuang untuk elektoral partai ," imbuh Ahyani.
Ahyani yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Provinsi Banten meminta Rapih dan sejumlah pengurus partai agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, terlebih kepada figur senior partai.
"Jadi saya minta kepada Wasekjen DPP Rapih Herdiyansyah agar hati-hati mengeluarkan pernyataan apalagi terhadap senior partai yang sudah memiliki pengalaman politik lebih tinggi," katanya.
Diberitakan sebelumnya, setidaknya ada sembilan tokoh yang masuk bursa bakal calon ketua umum baik dari kader internal partai maupun tokoh eksternal. Dari tokoh eksternal muncul sejumlah nama dari Presiden RI ke-7 Joko Widodo, eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Eks KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Mentan Andi Amran Sulaiman, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hingga Eks Mendag Agus Suparmanto. Informasi terakhir, Anies, Dudung, Gus Ipul menolak menjadi bakal Caketum PPP.
Munculnya tokoh eksternal partai antara lain diungkapkan Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy atau Rommy. Namun, langkah Rommy dianggap sebagian kader dan pengurus partai sebagai manuver politik pribadi.
Wasekjen PPP Rapih Herdiansyah membantah partai tengah membidik tokoh eksternal menjadi ketum. Rapih menuding justeru Rommy sendiri yang tengah mencari figur di luar partai dan rencana itu bukan dari keinginan partai.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Tangerang Ahyani menyebut apa yang dilakukan Rommy merupakan bentuk ikhtiar untuk mengembalikan PPP ke parlemen pascagagal di Pemilu 2024. Rommy disebutnya bukan menjual atau mengobral partai.
Baca juga: 9 Tokoh Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP, Ada Jokowi dan Anies
"Justru orang yang suka menggunakan istilah obral atau dagangan itu ya dia sendiri itu pedagangnya. Tapi seakan-akan tuduhannya dialamatkan ke orang lain," ujarnya kepada SindoNews, Senin (2/6/2025).
Ahyani menganggap, Rommy merupakan figur yang berpengalaman di partai di mana pernah menjadi ketua umum, sekjen hingga anggota DPR 2 periode, sehingga perlu didengar masukannya.
"Memang realistis PPP wajib melakukan perubahan, jika PPP tetap dikelola dengan manajemen kepemimpinan yang ada saat ini, mustahil PPP bisa bangkit kembali," ucapnya.
Baca juga: PPP Jakbar Minta Romahurmuziy Menahan Diri Bercawe-cawe Ria Jelang Muktamar
"Saya pernah jadi anggota DPRD dua periode, berarti dua kali masa kepemimpinan, jadi saya juga bisa merasakan bagaimana susah payah untuk berjuang untuk elektoral partai ," imbuh Ahyani.
Ahyani yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Provinsi Banten meminta Rapih dan sejumlah pengurus partai agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, terlebih kepada figur senior partai.
"Jadi saya minta kepada Wasekjen DPP Rapih Herdiyansyah agar hati-hati mengeluarkan pernyataan apalagi terhadap senior partai yang sudah memiliki pengalaman politik lebih tinggi," katanya.
Diberitakan sebelumnya, setidaknya ada sembilan tokoh yang masuk bursa bakal calon ketua umum baik dari kader internal partai maupun tokoh eksternal. Dari tokoh eksternal muncul sejumlah nama dari Presiden RI ke-7 Joko Widodo, eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Eks KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Mentan Andi Amran Sulaiman, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hingga Eks Mendag Agus Suparmanto. Informasi terakhir, Anies, Dudung, Gus Ipul menolak menjadi bakal Caketum PPP.
(cip)
Lihat Juga :