Megawati hingga Try Sutrisno Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila
Senin, 02 Juni 2025 - 10:23 WIB
loading...
Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Dewan Pengarah BPIP dan Wapres ke-6 Try Sutrisno menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila . Upacara tersebut diselenggarakan di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Senin pagi (2/6/2025).
Dari pantauan di lokasi, tampak Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Selain itu, juga tampak Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Try Sutrisno
Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Dalam upacara kali ini, Prabowo terlihat mengenakan jas berwarna hitam dihiasi dengan dasi berwarna biru muda. Upacara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Baca juga: Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Bertindak selaku Komandan Upacara pada yaitu Kolonel Mar Achmad Hadi Alhasny yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 2001 dan saat ini menjabat sebagai Komandan Lanal Mataram NTB.
Sementara itu, bertindak sebagai perwira upacara yakni Brigjen TNI Edi Saputra yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1994 dan saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.
Upacara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya inspektur upacara memimpin peserta upacara untuk mengheningkan cipta.
Baca juga: Mutasi TNI, 6 Pati Duduki Jabatan Penting di Kemhan, Dirjen Strahan hingga Pothan
Sebelumnya, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memutuskan upacara bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 digelar mundur satu hari dari hari lahir Pancasila yang jatuh pada Minggu 1 Juni 2025.
Keputusan ini berdasarkan Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 5 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas SE Kepala BPIP Nomor 3 tentang pedoman peringatan hari lahir Pancasila tahun 2025.
"Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di tingkat pusat dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 2 Juni 2025, pukul 10.00 WIB di halaman Gedung Pancasila, Jakarta," tulis poin 5B (1).
Dalam SE itu disebutkan pelaksanaan upacara di tingkat pusat ini nantinya akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta pimpinan lembaga negara lainnya, dan undangan lainnya.
Sementara, penurunan Bendera Merah Putih dilaksanakan oleh Paskibraka pada hari Senin, tanggal 2 Juni 2025, pukul 16.00 WIB di halaman Gedung Pancasila, Jakarta, tanpa dihadiri peserta upacara dan tamu undangan.
Sejarah Lahir Pancasila
Diketahui, Pancasila lahir pada 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Ir Soekarno. Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mulai muncul ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II.
Saat itu, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945 setelah menjanjikan kemerdekaan Indonesia. Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.
Pada sidang BPUPKI pertama yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, muncul banyak usulan mengenai dasar negara, termasuk dari tiga tokoh utama yaitu Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
Dari pantauan di lokasi, tampak Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Selain itu, juga tampak Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Try Sutrisno
Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Dalam upacara kali ini, Prabowo terlihat mengenakan jas berwarna hitam dihiasi dengan dasi berwarna biru muda. Upacara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Baca juga: Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Bertindak selaku Komandan Upacara pada yaitu Kolonel Mar Achmad Hadi Alhasny yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 2001 dan saat ini menjabat sebagai Komandan Lanal Mataram NTB.
Sementara itu, bertindak sebagai perwira upacara yakni Brigjen TNI Edi Saputra yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1994 dan saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.
Upacara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya inspektur upacara memimpin peserta upacara untuk mengheningkan cipta.
Baca juga: Mutasi TNI, 6 Pati Duduki Jabatan Penting di Kemhan, Dirjen Strahan hingga Pothan
Sebelumnya, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memutuskan upacara bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 digelar mundur satu hari dari hari lahir Pancasila yang jatuh pada Minggu 1 Juni 2025.
Keputusan ini berdasarkan Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 5 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas SE Kepala BPIP Nomor 3 tentang pedoman peringatan hari lahir Pancasila tahun 2025.
"Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di tingkat pusat dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 2 Juni 2025, pukul 10.00 WIB di halaman Gedung Pancasila, Jakarta," tulis poin 5B (1).
Dalam SE itu disebutkan pelaksanaan upacara di tingkat pusat ini nantinya akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta pimpinan lembaga negara lainnya, dan undangan lainnya.
Sementara, penurunan Bendera Merah Putih dilaksanakan oleh Paskibraka pada hari Senin, tanggal 2 Juni 2025, pukul 16.00 WIB di halaman Gedung Pancasila, Jakarta, tanpa dihadiri peserta upacara dan tamu undangan.
Sejarah Lahir Pancasila
Diketahui, Pancasila lahir pada 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Ir Soekarno. Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mulai muncul ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II.
Saat itu, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945 setelah menjanjikan kemerdekaan Indonesia. Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.
Pada sidang BPUPKI pertama yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, muncul banyak usulan mengenai dasar negara, termasuk dari tiga tokoh utama yaitu Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
(cip)
Lihat Juga :