Jumhur Hidayat Pimpin Delegasi Buruh ke Konferensi Internasional di Jenewa
Senin, 02 Juni 2025 - 09:09 WIB
loading...
Ketua Umum KSPSI Pembaruan, Jumhur Hidayat memimpin delegasi buruh Indonesia ke Konferensi Buruh Internasional yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan, Jumhur Hidayat memimpin delegasi buruh Indonesia ke Konferensi Buruh Internasional di Jenewa, Swiss. Jumhur dijadwalkan berpidato mewakili kaum buruh Indonesia pada Senin 9 Juni 2025 mendatang.
Diketahui, setiap Juni, kaum buruh sedunia berkumpul di Jenewa selama 2 minggu menyelenggarakan konferensi guna membahas isu-isu aktual.
Baca juga: Upah Minimum Naik 6,5%, Jumhur Hidayat Anggap Bukti Prabowo Peduli Buruh
Dari pembahasan tersebut kemudian muncul berbagai rekomendasi bahkan konvensi yang seyogianya dipatuhi oleh negara anggota termasuk Indonesia.
Pada konferensi kali ini, Delegasi Buruh Indonesia dipimpin Jumhur Hidayat dengan jumlah keseluruhan 42 pimpinan buruh dari berbagai federasi dan konfederasi.
Melihat catatan ke belakang, delegasi buruh kali ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah perburuhan Indonesia.
Ada 3 topik utama dalam konferensi tahun ini yaitu tentang Bahaya Biologis (biological hazard) di tempat kerja, pekerja platform digital dan terakhir formalisasi pekerja informal.
Baca juga: Orang Tua Christiano Penabrak Almarhum Argo Minta Maaf, Begini Isi Suratnya
"Melihat ketiga topik utama itu, sangat relevan dengan keadaan Indonesia," kata Jumhur dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).
Dia mengungkapkan saat ini masih banyak bahaya biologis di tempat kerja yang belum dilindungi dengan paripurna khususnya pekerja atau tenaga kesehatan dan pekerja pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Selanjutnya juga topik formalisasi pekerja informal di mana di Indonesia justru terjadi sebaliknya pada beberapa tahun belakangan ini.
Di samping Jumhur, delegasi buruh Indonesia ini diperkuat oleh tokoh-tokoh buruh seperti Rekson Silaban, Sunarti, Mirah Sumirat, Elly Rosita Silaban, Daeng Wahidin, Arif Minardi, Rudi HB Daman, Idrus, Acs Agung Prastowo, Muhamad Rusidi hingga Achmad Spiii.
Diketahui, setiap Juni, kaum buruh sedunia berkumpul di Jenewa selama 2 minggu menyelenggarakan konferensi guna membahas isu-isu aktual.
Baca juga: Upah Minimum Naik 6,5%, Jumhur Hidayat Anggap Bukti Prabowo Peduli Buruh
Dari pembahasan tersebut kemudian muncul berbagai rekomendasi bahkan konvensi yang seyogianya dipatuhi oleh negara anggota termasuk Indonesia.
Pada konferensi kali ini, Delegasi Buruh Indonesia dipimpin Jumhur Hidayat dengan jumlah keseluruhan 42 pimpinan buruh dari berbagai federasi dan konfederasi.
Melihat catatan ke belakang, delegasi buruh kali ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah perburuhan Indonesia.
Ada 3 topik utama dalam konferensi tahun ini yaitu tentang Bahaya Biologis (biological hazard) di tempat kerja, pekerja platform digital dan terakhir formalisasi pekerja informal.
Baca juga: Orang Tua Christiano Penabrak Almarhum Argo Minta Maaf, Begini Isi Suratnya
"Melihat ketiga topik utama itu, sangat relevan dengan keadaan Indonesia," kata Jumhur dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).
Dia mengungkapkan saat ini masih banyak bahaya biologis di tempat kerja yang belum dilindungi dengan paripurna khususnya pekerja atau tenaga kesehatan dan pekerja pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Selanjutnya juga topik formalisasi pekerja informal di mana di Indonesia justru terjadi sebaliknya pada beberapa tahun belakangan ini.
Di samping Jumhur, delegasi buruh Indonesia ini diperkuat oleh tokoh-tokoh buruh seperti Rekson Silaban, Sunarti, Mirah Sumirat, Elly Rosita Silaban, Daeng Wahidin, Arif Minardi, Rudi HB Daman, Idrus, Acs Agung Prastowo, Muhamad Rusidi hingga Achmad Spiii.
(shf)
Lihat Juga :