Soal Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Djarot PDIP: Tolong Benar-benar Sesuai Fakta

Minggu, 01 Juni 2025 - 14:27 WIB
loading...
Soal Proyek Penulisan...
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat tak ingin sejarah itu ditulis ulang hanya merujuk pada pihak-pihak tertentu saja. Foto/Felldy Utama
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam menuliskan ulang sejarah. Penulisan tersebut harus dilakukan sesuai fakta yang terjadi dalam sejarah .

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat tak ingin sejarah itu ditulis ulang hanya merujuk pada pihak-pihak tertentu saja. "Penulisan sejarah itu tolong benar-benar sesuai dengan fakta sejarah bukan 'his story', bukan story mereka yang menang, tapi betul-betul story cerita perjuangan bangsa kita ini," kata Djarotseusai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang digelar di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).

Tak kalah pentingnya, PDIP menilai bahwa tak boleh ada peristiwa sejarah yang ditutup-tutupi. Sehingga, pelaksanaan penulisan sejarah ulang harus benar-benar dilakukan secara terbuka.

Baca Juga: Fadli Zon Sebut 113 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah Nasional

"Janganlah sejarah itu disimpang-simpangkan. Maka kita harus benar benar ketika ada penulisan sejarah itu harus dilakukan dengan terbuka," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Djarot pun menyinggung bagaimana fakta sejarah tentang kelahiran dan wafatnya Presiden pertama RI sekaligus proklamator Bangsa, Soekarno. Diketahui, Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901, kemudian wafat 21 Juni 1970.

"Saya selalu sampaikan bahwa Bung Karno dilahirkan di Surabaya. Karena masih banyak yang sering menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar, bukan. Bung Karno lahir di Surabaya tanggal 6 Juni," tuturnya.

Demikian juga ihwal wafatnya Bung Karno. Djarot meminta agar peristiwa tersebut harus benar-benar dijelaskan apa adanya. Bung Karno meninggal dunia pada 21 Juni 1970 di dalam tahanan rumah pada era Orde Baru.

"Tokoh bangsa dan tokoh dunia yang sepanjang hidupnya berjuang untuk Indonesia itu harus meninggal di dalam kesendirian. Di dalam tahanan bangsanya sendiri yang dia merdekakan," kata dia.

Baca Juga: Mereka yang Bersuara soal Polemik Penulisan Ulang Sejarah, Puan Ingatkan Prinsip Jas Merah

Djarot mengatakan, Bung Karno wafat di Jakarta, kemudian dimakamkan di Kota Blitar. "Ribuan kilo dari Jakarta, satu kota kecil di ujung selatan Kota Blitar, supaya jauh dari pusat pemerintahan yaitu Jakarta," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, anggaran untuk proyek penulisan ulang sejarah mencapai Rp9 miliar. Menurutnya, nilai anggaran tersebut tidak terlalu banyak.

"Ada, saya lupa anggarannya berapa, nggak banyak sih. Kalau tidak salah catatannya Rp9 miliar," kata Fadli Zon kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Fadli menyampaikan, proyek penulisan ulang sejarah akan berbentuk buku dengan 10 jilid pembagian periodisasi sejarah. Buku itu akan diluncurkan bertepatan HUT ke-80 RI yang jatuh pada 17 Agustus 2025.



"Saya katakan ini kan kita ingin 80 tahun Indonesia merdeka (diluncurkan), masak kita tidak mempunyai buku. Jadi kita harapkan begitu. Ini kan sudah dimulai dari Januari penulisannya juga sudah," katanya.

Proyek penulisan ulang sejarah ini melibatkan 113 penulis yang berlatar belakang sejarawan, akademisi, arkeolog, hingga ilmuwan humaniora lainnya. Proyek ini bertujuan membuat sejarah versi Indonesia sentris.

"Jadi kita telah membuat satu tim, yang melibatkan 113 penulis. 113 ini adalah sejarawan, apakah itu guru besar, profesor, atau doktor di bidang sejarah, termasuk ada arkeolog, ada yang latar belakangnya arsitektur dari 34 perguruan tinggi dan 8 institusi, dan 113 penulis," katanya.

Selain itu, politikus Partai Gerindra itu berkata, sebanyak 20 editor jilid dan 3 editor umum juga dilibatkan dalam proyek penulisan ulang sejarah.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Berita Terkini
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Infografis
Fakta Permata Berlian...
Fakta Permata Berlian Kohinoor dan Sejarah Kelamnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved