Peringati 77 Tahun Peristiwa Nakba, Adara Serukan Dunia Hentikan Genosida di Palestina
Rabu, 28 Mei 2025 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Selain tokoh pemerintahan dan medis, Adara juga menghadirkan langsung jurnalis dan kameramen dari media internasional Al Jazeera English, yaitu Youmna Alsayed dan Maher Abu Quta. “Israel menargetkan media untuk mencegah kebenaran sampai ke dunia,” tegas Maher.
Maher menjelaskan rangkaian pembungkaman pers ini terdiri dari penyerangan langsung terhadap kantor media, melarang jurnalis asing masuk ke Gaza, membungkam narasi Palestina secara elektronik, menangkap dan mengintimidasi jurnalis, serta penargetan tampan ampun pada keluarga.
Sedangkan, Youmna mengaku menerima ancaman langsung dan menargetkan keluarganya. Tentara Israel menembaki rumahnya setiap 5 menit.
“Aku merasakan harga yang harus ku bayar karena meliput peristiwa yang terjadi kepada bangsaku, aku membayarnya dengan bahaya terhadap keluargaku,” ungkap Youmna dengan nada bergetar.
Di akhir seminar ini, turut digaungkan gerakan Satu Rumah Satu Aqsa (SRSA) seiring dengan diresmikannya landing page. Halaman ini berisi tentang penjelasan gerakan dan mengajak masyarakat Indonesia turut berpartisipasi ke dalamnya, guna menanamkan semangat semangat Al Aqsa dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga.
Salah satu peserta, yang juga seorang influencer dan aktivis Palestina, Elsa Masyita, menyatakan, kejahatan penjajah Israel ternyata baru 10% yang diberitakan. “Ini menjadi tamparan bagi kita untuk terus memperjuangkan Palestina. Ini menjadi pengingat agar perjuangan kita harus terus tertuju pada Gaza dan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi penderitaan panjang,” tuturnya.
Maher menjelaskan rangkaian pembungkaman pers ini terdiri dari penyerangan langsung terhadap kantor media, melarang jurnalis asing masuk ke Gaza, membungkam narasi Palestina secara elektronik, menangkap dan mengintimidasi jurnalis, serta penargetan tampan ampun pada keluarga.
Sedangkan, Youmna mengaku menerima ancaman langsung dan menargetkan keluarganya. Tentara Israel menembaki rumahnya setiap 5 menit.
“Aku merasakan harga yang harus ku bayar karena meliput peristiwa yang terjadi kepada bangsaku, aku membayarnya dengan bahaya terhadap keluargaku,” ungkap Youmna dengan nada bergetar.
Di akhir seminar ini, turut digaungkan gerakan Satu Rumah Satu Aqsa (SRSA) seiring dengan diresmikannya landing page. Halaman ini berisi tentang penjelasan gerakan dan mengajak masyarakat Indonesia turut berpartisipasi ke dalamnya, guna menanamkan semangat semangat Al Aqsa dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga.
Salah satu peserta, yang juga seorang influencer dan aktivis Palestina, Elsa Masyita, menyatakan, kejahatan penjajah Israel ternyata baru 10% yang diberitakan. “Ini menjadi tamparan bagi kita untuk terus memperjuangkan Palestina. Ini menjadi pengingat agar perjuangan kita harus terus tertuju pada Gaza dan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi penderitaan panjang,” tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :