Agenda Macron di Indonesia, Bertemu Prabowo dan Kunjungi Candi Borobudur
Selasa, 27 Mei 2025 - 16:08 WIB
loading...
Menhan Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan bertemu di Istana Kepresidenan Élysée, Maret 2022. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengunjungi Indonesia pada 27 hingga 29 Mei 2025. Presiden RI Prabowo Subianto pun akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Macron setibanya di Indonesia.
“Negara kita, pemerintah kita, akan menerima kunjungan kenegaraan dari negara yang sangat penting, negara Prancis. Ini tentu sangat penting buat Indonesia,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi dalam keterangannya kepada awak media, dikutip Selasa (27/5/2025).
Hasan mengungkapkan bahwa Presiden Macron berkeinginan untuk mengunjungi Candi Borobudur, yang merupakan salah satu keajaiban dunia. "Ada permintaan dari pemerintah Prancis, Presiden Macron ingin mengunjungi salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia, yaitu Candi Borobudur.”
Baca Juga: Ini Rekayasa Lalu Lintas saat Presiden Prancis Macron Kunjungi Indonesia
Presiden Prabowo pun akan menemani Presiden Macron untuk mengunjungi Candi Borobudur yang berada di Magelang, Jawa Tengah itu. "Nanti beliau akan ditemani oleh Presiden Prabowo, rencananya selama di sana."
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya juga telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Prancis untuk Republik Indonesia Fabien Penone untuk membahas rencana kunjungan kenegaraan Presiden Macron pada tanggal 27-29 Mei 2025.
"Kehadiran Duta Besar Prancis di Gedung Sekretariat Kabinet RI ini adalah dalam rangka untuk berkoordinasi terkait rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron, ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025,” tulis @sekretariat.kabinet.
Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Macron diharapkan akan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor. Apalagi, Prancis merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak istimewa berupa hak veto, dan memiliki kekuatan ekonomi nomor 7 terbesar di dunia.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Macron terakhir berjumpa dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil, November tahun lalu.
“Negara kita, pemerintah kita, akan menerima kunjungan kenegaraan dari negara yang sangat penting, negara Prancis. Ini tentu sangat penting buat Indonesia,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi dalam keterangannya kepada awak media, dikutip Selasa (27/5/2025).
Hasan mengungkapkan bahwa Presiden Macron berkeinginan untuk mengunjungi Candi Borobudur, yang merupakan salah satu keajaiban dunia. "Ada permintaan dari pemerintah Prancis, Presiden Macron ingin mengunjungi salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia, yaitu Candi Borobudur.”
Baca Juga: Ini Rekayasa Lalu Lintas saat Presiden Prancis Macron Kunjungi Indonesia
Presiden Prabowo pun akan menemani Presiden Macron untuk mengunjungi Candi Borobudur yang berada di Magelang, Jawa Tengah itu. "Nanti beliau akan ditemani oleh Presiden Prabowo, rencananya selama di sana."
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya juga telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Prancis untuk Republik Indonesia Fabien Penone untuk membahas rencana kunjungan kenegaraan Presiden Macron pada tanggal 27-29 Mei 2025.
"Kehadiran Duta Besar Prancis di Gedung Sekretariat Kabinet RI ini adalah dalam rangka untuk berkoordinasi terkait rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron, ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025,” tulis @sekretariat.kabinet.
Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Macron diharapkan akan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor. Apalagi, Prancis merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak istimewa berupa hak veto, dan memiliki kekuatan ekonomi nomor 7 terbesar di dunia.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Macron terakhir berjumpa dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil, November tahun lalu.
(zik)
Lihat Juga :