Hibah Bill Gates Rp2,6 Triliun ke RI, Sri Gusni Perindo: Momentum Percepatan Pembangunan Kesehatan Nasional
Selasa, 20 Mei 2025 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah telah menargetkan eliminasi TBC pada 2030 dan hibah ini memperkuat langkah-langkah konkret ke arah tersebut. ‘’Hibah ini dapat mempercepat riset vaksin yang sangat dibutuhkan untuk penyakit seperti TBC, yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian akibat penyakit menular tertinggi di Indonesia dengan lebih dari 820 ribu per tahun,” kata Sri Gusni.
Untuk diketahui, Yayasan Bill dan Melinda Gates yang selama ini dikenal sebagai organisasi filantropi terbesar dunia memfokuskan sebagian besar hibah ini untuk mendukung penelitian dan pengembangan vaksin, terutama tuberkulosis (TBC), polio, dan malaria. Ketiganya adalah penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Laporan WHO Global TB 2023, Indonesia berada di urutan kedua tertinggi kasus TBC di dunia setelah India. Sebab itu, Partai Perindo yang dikenal sebagai Partai Kita ini menekankan pentingnya akselerasi dalam pencegahan dan penanganan TBC. Termasuk, penguatan laboratorium, pengembangan vaksin, serta distribusi obat yang merata hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Sri Gusni menegaskan keberhasilan pemanfaatan dana hibah ini akan sangat bergantung pada sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Dana sebesar ini harus benar-benar memberi dampak nyata, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
“Kami mendorong agar pemanfaatan hibah ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat sipil. Karena isu kesehatan adalah isu bersama,” ujar alumni S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat dan S2 Intervensi Sosial Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini.
Untuk diketahui, Yayasan Bill dan Melinda Gates yang selama ini dikenal sebagai organisasi filantropi terbesar dunia memfokuskan sebagian besar hibah ini untuk mendukung penelitian dan pengembangan vaksin, terutama tuberkulosis (TBC), polio, dan malaria. Ketiganya adalah penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Laporan WHO Global TB 2023, Indonesia berada di urutan kedua tertinggi kasus TBC di dunia setelah India. Sebab itu, Partai Perindo yang dikenal sebagai Partai Kita ini menekankan pentingnya akselerasi dalam pencegahan dan penanganan TBC. Termasuk, penguatan laboratorium, pengembangan vaksin, serta distribusi obat yang merata hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Sri Gusni menegaskan keberhasilan pemanfaatan dana hibah ini akan sangat bergantung pada sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Dana sebesar ini harus benar-benar memberi dampak nyata, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
“Kami mendorong agar pemanfaatan hibah ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat sipil. Karena isu kesehatan adalah isu bersama,” ujar alumni S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat dan S2 Intervensi Sosial Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini.
Lihat Juga :