Adian Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pengemudi Transportasi Online

Kamis, 15 Mei 2025 - 00:18 WIB
loading...
Adian Dorong Peningkatan...
Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR Adian Yunus Yusak Napitupulu mendorong peningkatan kesejahteraan pengemudi transportasi online. Foto/Dok SindoNews/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR Adian Yunus Yusak Napitupulu mendorong peningkatan kesejahteraan pengemudi transportasi online . Hal tersebut diungkapkannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penataan Ulang Regulasi Transportasi Online yang Berkeadilan.

Menurut Adian, forum itu menjadi penting lantaran menyangkut nasib sekitar 20 juta jiwa yang tergantung pada sektor transportasi online. “Ada perubahan yang bisa berjalan ke depan dari pembicaraan ini walaupun sebenarnya saya juga agak ragu,” kata Adian dalam FGD di Alun-alun M. Hasibuan, Kota Bekasi, Rabu (14/5/2025).

“Kalau kita lihat komposisinya, di sini ada DPR RI yang membuat undang-undang, ada Korlantas nanti yang mengawasi pelaksanaannya di lapangan, ada Kemenhub yang membuat regulasi Permenhub," sambung politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Baca juga: Ojol Minta Regulasi Kemitraan yang Adil, Bukan Status Formal



Dikatakannya, FGD ini harus fokus pada peningkatan kesejahteraan pengemudi transportasi online, bukan sekadar perdebatan istilah. Adian pun mengungkapkan keinginan para pengemudi transportasi online.

“Sebenarnya yang mereka inginkan hari ini mendengar bagaimana nasib anak kami, bagaimana nasib istri kami, bagaimana sekolah anak kami. Itu artinya bicara bukan nama, bukan istilah, tapi pendapatan,” tuturnya.

Dia mencatat ada sekitar 5 juta pengemudi transportasi online saat ini. Jika rata-rata setiap driver itu memiliki dua anak, maka ada 10 juta jiwa.

“Kalau rata-rata punya satu pasangan hidup, ada 5 juta lagi. Jadi pembicaraan kita di ruangan ini sedikit banyak akan menentukan paling tidak 20 juta jiwa di sana,” jelasnya.

Dia membeberkan bahwa pertemuan dengan berbagai pihak selama ini belum menghasilkan perbaikan konkret bagi para pengemudi transportasi online. Dia tidak ingin pertemuan ke sekian kalinya nanti juga tidak menghasilkan perbaikan bagi kesejahteraan para driver online.

“Saya mau kita fokus pendapatan mereka, karena anak mereka, istri mereka, keluarga mereka tidak makan dari istilah-istilah itu, mereka makan dari pendapatannya,” pungkasnya.

Adapun FGD itu juga dihadiri oleh 12 perkumpulan ojek online antara lain Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (ORASKI), Koalisi Ojol Nasional (KON), Serikat Pengemudi Online Indonesia (SEPOI), dan Forum Komunitas Driver Online Nasional (FKDOI).

Mereka menyampaikan lima aspirasi utama dalam forum tersebut. Pertama, mereka meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menaikkan tarif sebesar 10 persen karena selama tiga tahun tidak ada kenaikan.

Kedua, para driver menginginkan status sebagai pekerja, jaminan sosial ketenagakerjaan, serta payung hukum sebagai pekerja. Ketiga, para driver berharap Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyediakan payung hukum terkait faktor keselamatan di setiap daerah.

Keempat, mereka meminta segera diadakan ketok palu untuk menurunkan pajak aplikasi dari 20 persen menjadi 10 persen. Kelima, mereka menuntut negara hadir memberikan perlindungan kepada kaum disabilitas driver online.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Aksi Ojol Minta Nadiem...
Aksi Ojol Minta Nadiem Makarim Dibebaskan
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Rekomendasi
Kapan KJP Juli 2026...
Kapan KJP Juli 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwal Pencairan dan Nominal Bantuan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Berita Terkini
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved