Fadli Zon: Sertifikasi Dai Mirip Cara-cara Penjajah
Senin, 07 September 2020 - 09:50 WIB
loading...
Anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon menolak rencana Kementerian Agama (Kemenag) melakukan sertifikasi terhadap dai.
Menurut dia, sertifikasi tersebut justru akan memicu kegaduhan dan kecurigaan bahwa pemerintah akan melakukan sensor terhadap dai.
Fadli menilai rencana sertifikasi dai bertentangan dengan konstitusi. Bahkan dia menyebut kebijakan tersebut mirip cara-cara yang dilakukan penjajah.
Hal tersebut diungkapkan Fadli melalui akun Twitternya. "Rencana Sertifikasi Dai oleh Menteri Agama harusnya dihentikan. Menimbulkan kegaduhan dan kecurigaan bahwa pemerintah akan lakukan sensor dan pembatasan dai. Bertentangan dengan konstitusi. Ini mirip cara-cara kolonial penjajah dulu," tulis Fadli melalui akun Twitternya, @fadlizon, Minggu 6 September 2020 malam.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan dirinya menolak program sertifikasi penceramah.
Menurut dia, sertifikasi tersebut justru akan memicu kegaduhan dan kecurigaan bahwa pemerintah akan melakukan sensor terhadap dai.
Fadli menilai rencana sertifikasi dai bertentangan dengan konstitusi. Bahkan dia menyebut kebijakan tersebut mirip cara-cara yang dilakukan penjajah.
Hal tersebut diungkapkan Fadli melalui akun Twitternya. "Rencana Sertifikasi Dai oleh Menteri Agama harusnya dihentikan. Menimbulkan kegaduhan dan kecurigaan bahwa pemerintah akan lakukan sensor dan pembatasan dai. Bertentangan dengan konstitusi. Ini mirip cara-cara kolonial penjajah dulu," tulis Fadli melalui akun Twitternya, @fadlizon, Minggu 6 September 2020 malam.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan dirinya menolak program sertifikasi penceramah.
Lihat Juga :