Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo : Produksi Beras Nasional Naik, Ini Prestasi Nyata Bangsa

Selasa, 06 Mei 2025 - 11:00 WIB
loading...
Sidang Kabinet Paripurna,...
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto umumkan meningkatnya produksi beras dan jagung nasional secara signifikan.
A A A
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras dan jagung nasional secara signifikan. Presiden menegaskan bahwa capaian ini adalah prestasi nyata yang tak bisa direkayasa, hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, termasuk petani, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri.

“Salah satu prestasi kita yang dirasakan, yang real dan tidak bisa dibuat-buat, adalah bahwa produksi beras dan jagung kita sangat berhasil. Saya baru kembali dari Sumatera Selatan. Biasanya produksi beras mereka sekitar 3 juta ton, tahun ini diperkirakan mencapai 4 juta ton. Artinya ada peningkatan 25 persen. Ini prestasi luar biasa, bahkan bisa dibilang tertinggi sepanjang sejarah,” kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana Presiden,Jakarta, Senin (5/5).

Presiden juga menyoroti bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai angka tertinggi dalam sejarah NKRI. Sesuai Data Badan Pusat Statistika (BPS) produksi padi pada Triwulan I 2025 tumbuh sebesar 51,45 persen. BPS juga memproyeksikan produksi beras nasional akan menembus 18,76 juta ton hingga akhir Juni 2025 (berdasarkan Kerangka Sampel Area/Amatan Maret 2025).

“Belum pernah pemerintah menguasai jumlah tonase beras sebesar sekarang. Ini bukan datang begitu saja. Apalagi pertanian adalah sektor yang sangat bergantung pada presisi dan perhatian terhadap faktor alam seperti cuaca dan iklim,”kata Prabowo.

Keberhasilan ini, menurut Presiden, tidak lepas dari peran serta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpin oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Untuk itu, Presiden Prabowo sekaligus mengapresiasi terhadap kinerja jajaran Kementan yang turun langsung ke lapangan.

“Saya bukan saya suka muji-muji tapi saya namanya kepala sekolah kalau ada yang berprestasi saya harus kasih tau. Jadi hari ini saya lihat tim pangan, Menteri Pertanian dan timnya semua fokus, untung aja Menteri Pertanian ada di Jakarta jadi bisa hadir, biasanya saya cari gak ada. Kadang sudah di Kalimantan Barat, kadang sudah di Jambi,”

“Dua - duanya, saya lihat Menteri dan Wakil Menteri pertanian kita sampai hitam karena sering ke lapangan. Artinya mereka bekerja sungguh-sungguh. Kalo enggak hitam saya malah curiga,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan salah satu strategi pemerintah dalam mengatasi ancaman kekeringan, yakni dengan pengadaan pompa air untuk mengalirkan air dari sungai-sungai besar di berbagai daerah.

“Saya turun langsung bersama Panglima TNI, Kapolri, Menteri Pertanian minta tambahan dana ke Menteri Keuangan untuk mengatasi kekeringan dengan pengadaan pompa. Sekarang hasilnya kita rasakan, kita aman,”kata Presiden

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor demi menjamin ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan ketahanan pangan erat kaitannya dengan ketahanan negara, tanpa pangan yang kuat, tidak mungkin negara bisa mempertahankan keamanan nasional.

“Karena pangan adalah sumber dari sebuah negara, kalau pangan tidak aman, negara tidak aman, dan meraka (Panglima TNI dan Kapolri) sadar kalau tidak aman yang pusing tentara dan polisi,” tutup Presiden Prabowo.
(tar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Rekomendasi
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Berita Terkini
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Polda Metro Bakal Limpahkan...
Polda Metro Bakal Limpahkan Kurnia Tri Royani, Rustam Effendi, dan Rizal Fadillah ke Kejati DKI
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Infografis
Daftar Menteri Kabinet...
Daftar Menteri Kabinet Merah Putih, Dilantik Prabowo Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved