Angka Keguguran dan Bayi Lahir Prematur di Gaza Tinggi

Minggu, 04 Mei 2025 - 23:01 WIB
loading...
A A A
Namun, di samping tingginya angka persalinan di Gaza, dr. Prita mengungkap bahwa adanya tingkat persalinan prematur yang tinggi. "Dalam satu kesempatan saja, bisa ada 3 persalinan prematur, dan mereka lahir dengan berat badan yang tentu saja yang kurang," tuturnya.

Ketika berkunjung ke ruang NICU, dia melihat ada bayi yang tengah dirawat di dalam inkubator dengan bobot atau berat 1.190 gram atau sekitar 1.2 kilogram.

"Itulah sebabnya ketika terjadi penyerangan di sebuah rumah sakit, maka para dokter ini selalu berteriak-teriak, bagaimana kami menyelamatkan para bayi ini. Karena memang mereka itu tidak berdaya. Kalau inkubator rusak, kehidupan mereka terancam," kata dia.

Tak hanya tingginya persalinan prematur, dr. Prita juga mengungkap bahwa angka keguguran di sana juga sangat tinggi yang diakibatkan kelelahan sang ibu. Kelelahan fisik karena harus berpindah-pindah, kemudian hidup di tenda dengan peralatan serta kondisi yang sangat tidak memadai, kekurangan air bersih, kekurangan makan, hingga malnutrisi, serta kelelahan mental.

"Kelelahan mental karena bom, apalagi kalau ada anggota keluarga yang syahid, setegar-tegarnya mereka, mereka adalah manusia biasa. Mereka berusaha tegar, dan ini tercermin dengan kondisi setiap menceritakan keadaannya selalu diakhiri dengan kata alhamdulillah," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Jumlah WNI yang Diculik...
Jumlah WNI yang Diculik Israel Bertambah Menjadi 7 Orang
Kemlu Kecam Pencegatan...
Kemlu Kecam Pencegatan Misi Kemanusiaan ke Gaza
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Lazisnu Salurkan Ribuan...
Lazisnu Salurkan Ribuan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina Selama Ramadan
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Rekomendasi
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Berita Terkini
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved